Sesekali nyinyir ah…:mrgreen:

Berawal dari unggahan gambar ini di grup WhatsApp Desa Membangun. Ini adalah gambar potongan berita di halaman muka Harian Banyumas, Selasa (23/10). Diberitakan di sini, dari 165 kabupaten/kota dari seluruh provinsi di Indonesia, Banyumas termasuk  9 kabupaten yang mendapat penghargaan ICT Pura 2012 dari Kemkominfo. Kabupaten Banyumas mendapat peringkat I-Madya dengan nilai 3.25. (Lebih jauh tentang ICT Pura, bisa dibaca di Profil dan Panduan Pelaksanaan Program ICT Pura).

Singkat kata, Banyumas siap untuk menuju era digital 2015.

Sungguh, saya senang membacanya. (Terlepas dari ketidakpahaman saya mengenai kesiapan yang seperti apa).

Berikutnya adalah muncul pertanyaan di benak saya terkait dengan porsi penilaian ICT Pura ini :

  • ICT  Use (Intensity) – peran Pembkab dalam mengelola TIK dengan berbagia kebijakan, peraturan, dan keputusan. Bobot 40%
  • ICT Readiness (Infrastucture) – ketersediaan infrastruktur TIK. Bobot (20%)
  • ICT Capability (Skils) – sumber daya dan kemampuan mengeksplorasi dan mengeksploitasi aset TIK yang dimiliki. Bobot 25%
  • ICT Impact (Outcomes) – manfaat langsung dari keberadaan TIK. Bobot 15%

Sebelumnya, saya ceritakan terlebih dahulu kondisi Banyumas dewasa ini.

Satu – dua tahun ini elemen masyarakat dan komunitas mulai menggeliat. Sesuai dengan kapasitas masing-masing, meski tanpa kordinasi, bergerak dalam satu tujuan yang sama : mempromosikan Banyumas.

Menariknya, sesuai dengan keegaliteran masyarakat Banyumas, tidak tampak rasa lebih berjasa bagi Banyumas. Semua bergerak dengan porsi masing-masing. Ketika keadaan membutuhkan untuk kerjasama antar elemen/komunitas, maka akan terjalin kerjasama yang alami.

Banyak kegiatan yang diusahakan agar diliput media-media arus utama, cetak maupun elektronik. Tidak mengherankan jika geliat ini menambah dua harian lokal, selain Radar Banyumas yang terbit sebelumnya.

Tidak berhenti di situ, komunitas-komunitas dan masyarakat juga merambah internet untuk menyuarakan Banyumas. Ada Desa-desa Membangun Banyumas, ada komunitas blogger Banyumas, komunitas opensource, komunitas foto, aliansi pariwisata, dan banyak lagi yang mengayakan konten Banyumas di ranah maya.

Di sisi lain, akses internet didominasi oleh swasta. Baik provider maupun tempat-tempat berhotspot. Bahkan beberapa kantor desa di Banyumas menyediakan secara mandiri koneksi wifi untuk warganya.

Kemudian pertanyaannya : Di mana peran Pemerintah Banyumas?

Tampaknya sudah menjadi rahasia umum bahwa janganlah terlalu berharap kepada Pemkab. Kondisi seperti ini, seperti melahirkan kesepakatan tidak tertulis diantara pegiat Banyumas :

“Tidak usah menunggu sesuatu yang tidak jelas. Mari kita jalan terus, memajukan Banyumas.”

Konteks kali ini adalah (Dishub)Kominfo Banyumas.

Jika mencermati pertanyaan-pertanyaan di Profil dan Panduan Pelaksanaan ICT Pura (link di atas), pertanyaan-pertanyaan untuk Pemkab sebagian besar menanyakan tentang MasterPlan dan Cetak Biru (blue print) pemerintah daerah tentang ICT.

Beberapa kali saya bertemu dengan pihak Kominfo Banyumas, selalu didengungkan tentang blue print Pemkab di bidang ICT. Rencana dan keinginan-keinginan TIK di Banyumas.

Pertanyaan berikutnya :

  • Dari kapan dan sampai kapan itu cuma jadi blue print? Sementara rakyat Banyumas sudah mencetaknya dalam bentuk kerja nyata.
  • Kapan jadinya keinginan untuk Festival TIK Banyumas Terintegrasi? Sementara Desember nanti akan ada Festival TIK dan budaya dari rakyat untuk rakyat.
  • Bagaimana realisasi keinginan untuk mempertemukan antar komunitas di Banyumas? Sementara komunitas-komunitas mulai berjejaring.
  • OS legal dan tidak menghamburkan anggaran? Desa-desa dan swasta mulai menggunakannya.

Sedikit bisa dibandingkan  beberapa pemberitaan ICT Pura 2012 ini :

*Berita kedua kabupaten di atas dengan detil menceritakan apa yang Kabupaten sudah lakukan.

Berikutnya berita ICT Pura 2012:

*Hanya kabar kalau Banyumas mendapat penghargaan ICT Pura 2012 tanpa diceritakan kenapa bisa meraih itu🙂

Tapi bukan berarti harus sama sekali menisbikan peran Pemerintah Daerah.  Saya termasuk yang memilih untuk tetap mengkomunikasikan segala kegiatan kepada Pemkab/Bupati. Setidaknya, dengan mereka tahu ada apa di Banyumas, ketika ada kuisioner lomba, mereka bisa menjawab dan Banyumas dapat penghargaan😆

Demikian.

Tinggal harapannya :

Bapak – Ibu Eksekutif Daerah yang Terhormat, masyarakat Banyumas sudah menggeliat memajukan daerahnya. Jangan mau ketinggalan. Tidak ada yang merasa paling hebat di antara kami. Monggo tunjukkan antusias panjenengan semua, dampingi kami di saat ada proyek ataupun tidak🙂

Penutup :

Di atas berita “Banyumas Siap Menuju Era Digital” pada koran yang sama, ada paradoks keruwetan Daftar Pilkada Banyumas yang belum digitalisasi:

ict pura banyumas

yuk ah…era digital 2015 yang dicanangkan Pemerintah tidak lama lagi, lho😉