Cari

Pradna's Corner

Just another tempat mojoknya Pradna

Menghilangkan DRM Google Playbook untuk Kindle

Demikianlah. Setelah nggaya ada Kindle Paperwhite di tulisan sebelumnya, kemudian trus ketemu keinginan sejuta umat pengguna Kindle di Indonesia… #tapilebay

Yaitu, kepengen buku-buku yang dibeli dari Google Playbook dapat dibaca nyaman di Kindle.

Ini postingan, yang sebagian cepat saja tanpa gambar ya. Karena sebagian sudah banyak tutorialnya di luar sana (jangan baca : males, red)

Jadi singkatnya , setelah membeli buku di Google Playbook, trus kita unduh di komputer. Sebaiknya yang diunduh versi epub-nya. Unduhnya tentu di https://play.google.com/books  dengan akun gmail yang buat beli bukunya ya, biar buku yang sudah dibeli methungul di situ.

Continue reading “Menghilangkan DRM Google Playbook untuk Kindle”

Kembali Bersemangat Membaca Buku dengan Kindle Paperwhite

review ebook reader amazon kindle paperwhite

Benar kata orang yang ada di Youtube soal dua jenis pembaca buku. Yaitu tipe yang suka baca, dan tipe yang suka buku.

Maksudnya, yang suka baca apapun medianya. Mau buku fisik, koran fisik, sampai banner “Hati-hati di Jalan, Keluarga Menunggu di Rumah. Semoga Selamat Sampai Tujuan” juga dibaca. Pun tak keberatan membaca dalam format digital di ponsel, tablet atau komputer.

Tipe berikutnya adalah yang berpegang teguh pada tradisi, yang namanya membaca itu ya membaca buku. Ritual mengelus-elus, membalik-balik halaman, sampai mengendus-endus aroma bukunya adalah proses sakral tak tergantikan.

Continue reading “Kembali Bersemangat Membaca Buku dengan Kindle Paperwhite”

Keluarga Cemara Pas Tanpa Mengumbar Kata

review keluarga cemara

Untuk kesekian kalinya,

Saya dulu pernah main, nulis naskah dan jadi sutradara teater kampus. Pengalaman dari sini menunjukkan bahwa dalam pementasan, gestur sekecil apapun harus dapat ditangkap oleh penonton dari tempat yang paling jauh. Begitu juga suara serendah apapun harus tetap terdengar oleh pentonton dari tempat yang paling jauh sekalipun.

Maka para pemain teater terbiasa untuk melebih-lebihkan  gestur tubuh, mimik tubuh, maupun vokal suara ketika mementaskan sebuah lakon.

Sialnya kalau kebiasaan ini dibawa ke dunia sinema. Karena di dunia sinema, tanpa melakukan apapun bisa tertangkap jelas oleh kamera. Bahkan gerakan sekecil apapun bisa dizoom oleh kamera. Makanya, kebiasaan berlebih-lebihan di teater akan terlihat sangat lebay di kamera. Contoh yang nyata adalah kebanyakan sinetron-sinetron tv. Sial banget buat yang nonton.

Continue reading “Keluarga Cemara Pas Tanpa Mengumbar Kata”

Hati-hati dengan Tawaran Ngopi di Rumah Pradna !

Ilmu-mu bakal diperas… #mbwahaha #devilaugh

Dari awal bikin brand Tukang Kopi Panggilan (TKP), saya sering bilang ke yang order atau ke temen2… kalo TKP ini cuman kedok. Mosok ya beli kopi cuma 10 ribu, dibela2in didatengi sampai ke pelosok Banyumas, yekan

tukang kopi panggilan

Dan setelah terbentuk brand, kalok Pradna itu tukang bikin kopi, jadilah setiap ada kesempatan, saya menawarkan untuk ngobrol-ngobrolnya di rumah saya saja. Dengan iming-iming, nanti saya bikinkan kopi enak ! (gratis pastinya)

Sejak saat itu, mulai orang-orang hebat berkenan datang atas bujuk-rayu ini 😆

Continue reading “Hati-hati dengan Tawaran Ngopi di Rumah Pradna !”

My 2018 Best Moment

Kualitas kamera dan media penyimpanan yang besar. Tampaknya semakin dibutuhkan di jaman-jaman instan sekarang ini.

Karena momen-momen terbaik bisa terlewat begitu saja tanpa kita bisa mengabadikannya, kalo ndak punya seperangkat alat solat … euh, #guyonlawas , kalo ndak punya gawai yang praktis dan serbaguna… syukur-syukur bisa ndak bikin malu waktu menjulurkan tangan kita panjang-panjang buat selfie. Hayo to, kalo gawai kita pamer-able kan kita semakin kukuh buat selfie.

Continue reading “My 2018 Best Moment”

IniPati Sebuah Ikhtiar yang Terduplikasi

Baru saja berjalan mimpi Produk Banyumas, yang ditulis berjilid-jilid di sini. Termasuk alasan kita membantu mempromosikan dan memasarkan online produk-produk umkm ini, silakan baca di tulisan sebelumnya ini.

Kemudian kisahnya diceritakan pada pemilik brand Cusss Delivery di Pati, Jawa Tengah, yang kemudian langsung disambarnya, untuk diduplikasi di Pati.

Cusss Delivery (yang -s nya tiga) sendiri adalah sebuah usaha jasa delivery yang tidak hanya bertahan ditengah hadirnya delivery online, tapi juga terus berkembang dan semakin dikenal luas oleh masyarakat Pati.

Bahkan sebagai bentuk keseriusan (apa bentuk terlalu bersemangat ya 😀 ), dalam dua hari sudah terbentuk tim pengelolanya.

Continue reading “IniPati Sebuah Ikhtiar yang Terduplikasi”

Mimpi Merajut Ekosistem Produk Banyumas (Jilid 4)

Sambungan Tulisan:  Mimpi Merajut Ekosistem Produk Banyumas (Jilid 3)

 

Bagaimanapun juga, Produk Banyumas berkomitmen untuk membantu memasarkan produk-produk desa yang masih skala mikro, skala rumahan. Dimana produksi skala industri belum bisa diterapkan. Jangankan itu, produkpun dikerjakan ketika ada pesanan.

see? Produk Banyumas benar-benar bisnis yang mendebarkan!

Tapi kalau kembali mengingat : “betapapun tidak berartinya usaha kita ini, ternyata bisa membawa harapan seorang pengusaha untuk meng-upgrade usahanya ..” . Produk Banyumas benar-benar layak buat diperjuangkan 🙂

Buat mengurangi rasa yang mendebarkan itu, kita ambil langkah memutar selain core bisnis kita menjualkan produk-produk desa. Yaitu membangun brand value Produk Banyumas.  Tujuannya jelas : membangun kepercayaan para calon konsumen.

Hal ini ditunjukkan dengan produk belum seberapa, tapi promosi sudah tak tertahankan (jangan baca : spam) :mrgreen: … #hahaha

Continue reading “Mimpi Merajut Ekosistem Produk Banyumas (Jilid 4)”

Mimpi Merajut Ekosistem Produk Banyumas (Jilid 3)

Sambungan Tulisan Mimpi Merajut Ekosistem Produk Banyumas (Jilid 2)

 

Dimulailah dengan produk tas Tali Kur desa Beji, kecamatan Kedungbanteng, Banyumas. Kita datangi, potret produk dan video keterangan tiap-tiap tas kerajinan ibu-ibu PKK yang hari itu sengaja dikumpulkan untuk keperluan ini.

foto produk tas tali kur produk banyumas

Maka langkah awal roda Produk Banyumas pun sudah mulai digulirkan. Roda sudah menggelinding, tidak ada lagi kata berhenti. Yang ada hanyalah menghadapi masalah-masalah yang menghadang di sepanjang perjalanan Produk Banyumas… #dududu

Continue reading “Mimpi Merajut Ekosistem Produk Banyumas (Jilid 3)”

Mimpi Merajut Ekosistem Produk Banyumas (Jilid 2)

Sambungan Tulisan : Mimpi Merajut Ekosistem Produk Banyumas (Jilid 1)

Dari penjelasan di atas, kemudian muncul sebuah kesadaran bahwa kalau memang masih berkeinginan untuk membantu pemasaran online produk-produk desa, kita sendiri-lah yang terjun langsung, berjalan seiring sejalan dengan para pengrajin dan pengusaha mikro ini.

Tidak hanya sekedar memberi pelatihan-pelatihan dan sudah dilepas begitu saja.

Tentu saja effort (hasil gugel translet) yang dibutuhkan jauh lebih besar dibanding sekedar mengadakan pelatihan sekali dua sahaja. Ada usaha untuk mendatangi produsen di situ, ada usaha foto produk satu-satu, ada usaha untuk mengunggahnya di internet, ada usaha promosi setiap saat, ada usaha nego-nego, ada usaha jual beli… ugh, nulisnya saja sudah capek, padahal itu baru usaha di atas kertas, belum lagi kenyataan di lapangan.

Continue reading “Mimpi Merajut Ekosistem Produk Banyumas (Jilid 2)”

Atas ↑