Cari

Pradna's Corner

Just another tempat mojoknya Pradna

Kategori

Uswatun Hasanah

Sepenggal Kenangan bersama Kyai H. Masruri Abdul Mughni

Berita duka itu saya terima tanggal 20 November 2011 pagi (sekitar pukul 8 pagi).

Bahwa Abah Kyai H. Masruri Abdul Mughni pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikmah 2 Bumiayu telah berpulang Rahmatullah, Minggu (20/11) pukul 23.30 di Madinah Al Munawaroh.

Innalillahi wa innailaihi roji’un

Abah Masruri, biasa beliau dipanggil, meninggal saat menunaikan ibadah haji. Selanjutnya, ulama yang dilahirkan di Desa Benda pada tanggal 23 Juli tahun 1943 ini dimakamkan di area pemakaman Baqi’,  di bumi Nabi, Madinah.

Satu lagi akhir perjalanan seseorang yang membuat iri. Tapi kalau melihat kiprah beliau, memang, insya Allah, itu memang pantas didapat.

Maka tak heran, begitu kabar kehilangan ini tersebar, melalui laporan dari teman-teman yang ada di pondok, desa Benda langsung dibanjiri lautan penta’ziah yang ikut berduka cita. Memanjatkan doa dan shalat ghaib buat Abah Masrur.
Continue reading “Sepenggal Kenangan bersama Kyai H. Masruri Abdul Mughni”

Itikaf Masjid Fatimatuzzahra Purwokerto

Masjid Fatimatuzzahra Purwokerto
Masjid Fatimatuzzahra Purwokerto

Ramadhan telah berlalu, tapi ada salah satu hal yang membuat saya tidak sabar untuk menanti Ramadhan berikutnya. Yaitu kegiatan itikaf 10 hari terakhir di Masjid Fatimatuzzahra Purwokerto #senyum (maaf, emot senyum di wordpress.com lebih menggambarkan seringai daripada senyum, jadi mending pake hastag senyum aja ^_^ )

Sejak tahun 2004 saya mengikuti kegiatan ini. Minus 2 kali karena sekali birrul walidayyin dan sekali ubuddunya (see? inilah kosakata alumni itikaf Fatima…khukhu #mukateduh).

Sebelum menceritakan kegiatan itikaf, saya ingin bercerita masjidnya lebih dulu.

Masjid Fatimatuzzahra Purwokerto

Continue reading “Itikaf Masjid Fatimatuzzahra Purwokerto”

Tamu Allah

Maghrib,
berhenti di sebuah masjid yang telah selesai shalat Maghrib berjamaah. Ternyata di masjid tersebut, ba’da Maghrib ada kajian. Di tengah-tengah doa-habis-shalat, aq menangkap sang ustadz membacakan sebuah hadist Rasulullah saw, yang kira-kira :

Manusia adalah tamu Allah

hadis ini diriwayatkan dan hukum ke-sahih-annya, aq ga begitu dengar, karna masih konsen dengan berdoa saya 8)

Tapi,
mendengar hadis ini, aq langsung mengakhiri doa-q dan mencoba menyimak lebih lanjut. Disamping tertarik, aq juga baru dengar… *orang yg kurang ilmu*

Sang Ustadz kemudian memberi penjelasan :
Seperti layaknya seseorang yang akan kedatangan tamu agung, tentulah orang tersebut mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari tempat tinggal (kamar2), makanan, minuman, penerangan dan segala sesuatu yang bisa membuat sang tamu agung nyaman.
Demikianlah, betapa jutaan tahun sebelum kedatangan manusia, Allah telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk kedatangan tamu-Nya di muka bumi. Mulai dari bahan makanan, minuman, kendaraan, penerangan, dan seterusnya…

Sampai disini,
kembali aq tersadar tentang kebenaran yang disampaikan ustadz tersebut.

Ini contoh kecilnya :
Fact:
Mimi / Ketam Tapal Kuda (Carcinoscorpius rotundicouda) yang telah ada sekitar 350 juta tahun yang lalu (pada masa Karbon, jauh sebelum masa Jurra – apalagi masa Holosen / masa manusia).
Ketam tapal kuda memiliki zat khusus bernama Limulus Amebocyte Lysate (LAL). Amebosit ini menyebabkan penggumpalan sehingga mencegah kontaminasi bakteri lebih lanjut. Sehingga, LAL ini merupakan sumbangan tak ternilai, dari hewan yang dilestarikan Allah selama 350 juta tahun, bagi umat manusia.
Continue reading “Tamu Allah”

Uswatun Hasanah

Memang tidak ada panutan di jaman ini yang dapat melebihi Rosullulloh Muhammad saw.

Pas lagi cari-cari tentang Ubuntu, aku menemukan kisah ini disini. Jadi ngeri kalo ngliat betapa jauh keseharian Beliau dengan hidupku selama ini.

Hidupku….seperti yang dinyanyikan Opick:

“Kubuka jendela pagi, dan dosa pun menghampiri

Jerit suara hati, kuingkari…”

Semoga kisah ini akan jadi arsip pengingat jikala jalanku semakin melenceng.

————————————————————————-

Setelah nabi Muhammad meninggal, sahabat Abu bakar senantiasa ingin meniru setiap amal perbuatan Nabi Muhammad, sampai suatu ketika dia bertanya pada Aisyah.

“amalan Rasul apa lagi yang belum aku kerjakan?”

Aisyah menjawab ” uuhhmm , setiap pagi ,. menjelang wafatnya beliau, pada saat beliau masih sehat, setiap pagi dia menyuapi orang buta yang duduk di penghujung jalan itu”

“bukankah pria buta itu adalah seorang yahudi ? lagipula dia selalu mencerca dan memaki nabi Muhammad” kata Abu Bakar

“iya, memang, dia selalu mencaci dan memperolok nabi, tapi setiap pagi Nabi selalu memberinya sarapan, dan Nabi tidak pernah memberitahukan siapa dirinya sebenranya, karena jika yahudi itu tahu, niscaya dia tidak akan mau menerima bantuan Nabi” kata Aisyah

Namun, karena keinginannya untuk meniru amalan rasul sangat tinggi, Abu Bakar mendatangi pria buta itu sambil membawa sepiring bubur gandum.

Ketika Abu Bakar datang, Pria buta itu langsung tersenyum, dia mencium aroma bubur gandum itu, dan artinya dia akan segera mendapatkan makan.

Setelah duduk di depan pria yahudi itu, Abu Bakar segera menyuapkan bubur gandum tersebut. Dan seperti biasanya, pria itu tidak berhenti untuk mencela dan menggunjing nabi Muhammad.

karena jengkel, Abu Bakar segera menyuapkan sendok bubur berikutnya. Seketika itulah pria yahudi tadi menampik sendok bubur.

“siapa kau ?!  kau bukanlah orang yang biasa menyuapkan nasi kepadaku !” hardik pria yahudi itu

“pria itu selalu lembut setiap menyuapiku, tidak pernah dia memberikan suapan berikutnya ketika aku masih belum menelan !” lanjut pria yahudi itu

Dengan mata menahan air mata haru, mengetahui betapa lembut sikap Rasul, bahkan pada orang yang membencinya, Abu Bakar menceritakan bahwa dia bukanlah orang yang biasa menyuapinya.

“orang yang selalu memberimu makan pagi adalah Muhammad, orang selalu engkau caci dan cela setiap hari, bahkan ketika engkau sedang disuapinya” ujar Abu Bakar.

Mendengar semua itu, dan menyadari bahwa Nabi Muhammad telah wafat, dan dia tidak sempat meminta maaf, yahudi itupun menangis dan menyesal sedalam – dalamnya,. dan dengan hidayah dari Allah, pria yahudi inipun luluh hatinya, saat itu juga dia berucap Dua kalimat Shahadat.

Subhanalloh…

Atas ↑