Cari

Pradna's Corner

Just another tempat mojoknya Pradna

Tag

blogger

Kunjungan Anazkia Blogger Wanita Inspiratif dari Ibu Kota

kopdar Anazkia dan Olipe Oile

Ada tiga hal yang saya rela mencium tangan mereka. Orang-orang yang berilmu; kasepuhan ; dan orang-orang yang mengabdikan hidupnya untuk kemanusiaan.

Anazkia, adalah blogger yang ketiga hal itu ada didirinya. Berilmu, mengabdikan hidupnya untuk kemanusiaan, dan… sepuh.

Bisa dibayangkan bagaimana hormat saya pada beliau. Bahkan kalau berdiri bersama beliau, saya selalu mundur tiga langkah, agar tidak menginjak bayangan beliau… saking hormatnya.

Baru-baru ini untuk kesekian kalinya, saya diperkenankan untuk menemui beliau, Anazkia di kedai kopi Praketa. Berkat kemurahanhatinya lah saya diperkenankan untuk duduk di kursi, dari semula saya yang hendak ndlosor duduk di lantai. Bahkan kemudian saya dipersilahkan untuk foto bersama idola saya tersebut. Difotokan dengan cantik oleh Ratu Kopi dan Ibu Kuliner, Yang Namanya Harus Sering Disebut, Yang Mulia Olipe Oile.

Wah… benar-benar pembukaan yang lebay sangat.

Jadi… langsung saja. Berikut petikan wawancara imajiner saya dengan Anaz (karena aslinya waktu ketemu, kita cuma cekakak-cekikikan aja sambil nyolek2 mbak barista Praketa ) :

Lanjutkan membaca “Kunjungan Anazkia Blogger Wanita Inspiratif dari Ibu Kota”

Terharu Sudah Jadi Blogger Sombong (Juguran Blogger part 1)

juguran blogger indonesia 2017

Karena kita sombong.

Sejak awal Juguran Blogger, kita sudah berprinsip : jika ada sponsor, maka ada Juguran Blogger.

Bukan sebaliknya… biasanya, pengen bikin kegiatan baru nyari-nyari sponsor. Buat komunitas blogger sombong, seperti itu sungguh nganu sekali.

Karena kita sombong.
Lanjutkan membaca “Terharu Sudah Jadi Blogger Sombong (Juguran Blogger part 1)”

Juguran Blogger Indonesia 2016 Sebuah Kerja Kolaborasi

Meski kata “blogger” kini sudah mulai lapuk dimakan jaman. Sebagian tergerus oleh praktisnya sosial media. Sebagian lagi karena ulah beberapa blogger sendiri dengan motivasi-motivasi eksistensi pribadinya <== ra sah digagas maksude, asal njeplak ben ketok intelek.

Adalah quote dari postingan Juguran Blogger Banyumas 4 tahun silam. Sudah berlangsung 4 tahun, dengan segala macam lika-likunya, entah pudar entah bermetamorfosis, toh masih ada saja spesies blogger di muka bumi ini 🙂 .

Lanjutkan membaca “Juguran Blogger Indonesia 2016 Sebuah Kerja Kolaborasi”

Ngopikere ra sah dipikir terlalu serius

Peta politik blogger.
Dirasakan atau tidak, diakui atau tidak, inilah yang terjadi di dunia blogger Indonesia.

Mau datang ke hajatan blogger, terkadang tanpa sadar, memeriksa dahulu : ini undangannya siapa? kalau saya datang ke sini, bagaimana pengaruhnya dengan karir blogger saya? 😀

Mau bagaimana lagi.
Bangsa kita tercinta sangat menyenangi politik.
Tidak menyukai kalau orang lain berhasil dan sangat menyukai kalau orang lain gagal.

Mau bagaimana lagi.
Itu semua adalah nila-nilai luhur bangsa Indonesia sejak dahulu kala yang berlandaskan Pancasila.
Lanjutkan membaca “Ngopikere ra sah dipikir terlalu serius”

Domain desa.id

domian desa.id
salah satu alamat web desa yang dibordir di jaket Kepala Desa Pancasan, http://pancasan.or.id

Disadari atau belum akhir-akhir ini, apapun wadahnya, desa-desa di wilayah Nusantara mulai menggeliat untuk menjadi daerah yang mandiri. Daerah yang tidak terlalu bergantung kepada pemerintah pusat.

Ini dapat dipahami, mengingat selama ini desa hanya dijadikan sebagai objek proyek Pemerintah, tanpa melihat apakah program (proyek) tersebut tepat guna diterapkan di suatu desa atau tidak.

Lebih jauh lagi, seringkali desa hanya dimanfaatkan sebagai tempat untuk mendulang tambang dan suara, tanpa diberikan haknya.

Menghadapi kondisi seperti tersebut, desa mulai berjejaring dalam berbagai macam kelompok untuk bersama-sama menjadi lebih mandiri dan memiliki daya tawar.

Termasuk diantaranya adalah Gerakan Desa Membangun (GDM). Sebuah gerakan yang berawal dari keinginan desa itu sendiri untuk memanfaatkan teknologi dengan tujuan untuk menjadikan desa mandiri secara ekonomi dan memiliki daya tawar bagi pemerintahannya. Karena subjeknya adalah desa, tidak lagi sekedar sebagai objek, maka gerakan ini menggunakan nama Desa (sendirilah yang) Membangun.
Lanjutkan membaca “Domain desa.id”

Bisnis Banyumas Go Online Sebuah Kerja Dablongan

bisnisUKGO1

Setelah Juguran Blogger Banyumas, ini adalah kerja masif Blogger Banyumas di tahun 2012. Bertempat di Aula Telkom Purwokerto, setiap hari 1 angkatan dengan materi yang sama tiap harinya, mulai dari hari Senin (10/12) sampai Jumat 14 Desember 2012,sebanyak 125 orang dihadirkan selama 5 hari untuk mengikuti Workshop Bisnis Banyumas Go Online.

Kendablongan ini dimulai ketika menentukan waktu pelaksanaan acara bertagar #bisnisBMSGO ini. Disepakati acara akan berlangsung 5 hari. Daripada menunggu terlalu lama, dengan kejam disepakati workshop diadakan langsung setelah selesai acara Ulang Tahun Gerakan Desa Membangun (Ultah GDM) yang Pertama.

Karena Blogger Banyumas juga jadi panitia Ultah GDM yang diadakan di desa Melung, maka harus merangkap kerja dengan mempersiapkan workshop #bisnisBMSGO.

Jadilah kerja marathon selama 9 hari berturut-turut. Empat hari Ultah GDM disambung 5 hari Workshop Bisnis Banyumas Go Online #mdrcct 😀
Lanjutkan membaca “Bisnis Banyumas Go Online Sebuah Kerja Dablongan”

ICT Pura Banyumas : Pertanyaan dan Harapan

Sesekali nyinyir ah… :mrgreen:

Berawal dari unggahan gambar ini di grup WhatsApp Desa Membangun. Ini adalah gambar potongan berita di halaman muka Harian Banyumas, Selasa (23/10). Diberitakan di sini, dari 165 kabupaten/kota dari seluruh provinsi di Indonesia, Banyumas termasuk  9 kabupaten yang mendapat penghargaan ICT Pura 2012 dari Kemkominfo. Kabupaten Banyumas mendapat peringkat I-Madya dengan nilai 3.25. (Lebih jauh tentang ICT Pura, bisa dibaca di Profil dan Panduan Pelaksanaan Program ICT Pura).

Singkat kata, Banyumas siap untuk menuju era digital 2015.

Sungguh, saya senang membacanya. (Terlepas dari ketidakpahaman saya mengenai kesiapan yang seperti apa).

Berikutnya adalah muncul pertanyaan di benak saya terkait dengan porsi penilaian ICT Pura ini :

  • ICT  Use (Intensity) – peran Pembkab dalam mengelola TIK dengan berbagia kebijakan, peraturan, dan keputusan. Bobot 40%
  • ICT Readiness (Infrastucture) – ketersediaan infrastruktur TIK. Bobot (20%)
  • ICT Capability (Skils) – sumber daya dan kemampuan mengeksplorasi dan mengeksploitasi aset TIK yang dimiliki. Bobot 25%
  • ICT Impact (Outcomes) – manfaat langsung dari keberadaan TIK. Bobot 15%

Sebelumnya, saya ceritakan terlebih dahulu kondisi Banyumas dewasa ini.

Lanjutkan membaca “ICT Pura Banyumas : Pertanyaan dan Harapan”

Juguran Blogger Banyumas Sebuah Kerja Dablongan

Sebelum bercerita tentang kesan saya tentang acara Juguran Blogger Banyumas, saya ceritakan dulu budaya khas yang melatari penamaan acara wisata desa ini.

Pertama adalah Juguran.
Sama seperti di daerah lain, budaya berkumpul santai sekedar menyambung silaturahmi juga dikenal di Banyumas. Daerah lain mengenalnya dengan istilah cangkrukan, kongkow atau yang lain. Banyumas mengenalnya dengan istilah juguran.

Ada Juguran berarti terjadi Dopokan.
Pelafalan Dopokan adalah “k” diucapkan dengan jelas (bukan dopo’an). Dopokan berarti chit-chat / obral-obrol dalam suasana santai. Bisa menghasilkan keputusan yang kemudian ditindaklanjuti atau sekedar bertukar informasi.

Maka, tidak ada dopokan di acara juguran yang asyik tanpa ditemani wedang clebek dan mendoan hangat.
Wedang clebek adalah minuman kopi racikan sendiri dan ditumbuk manual.
Mendoan adalah tempe lebar yang dilumuri tepung tipis dan digoreng tidak sampai keras (mendo). Puncak kenikmatan tertinggi tempe mendoan adalah sesaat setelah diangkat dari penggorengan. Terasa meleleh di mulut.

tempe mendoan banyumas
Tempe Mendoan

Lanjutkan membaca “Juguran Blogger Banyumas Sebuah Kerja Dablongan”

Magnet itu Bernama GDM

lokakarya desa membangun di dawuhan banyumas

Menyusul Lokakarya Desa Membangun IV di desa Dawuhan Wetan, kecamatan Kedungbanteng yang diselenggarakan Mei silam, dua bulan kemudian Lokakarya ke V diadakan di desa Dawuhan, kecamatan Banyumas.

Selama setengah tahun sudah lima kali diadakan lokakarya, terkesan sangat agresif (bahasa gaulnya : selo tenan :D) . Tapi begitulah kenyataannya. Sejak ditularkan di desa Melung (Banyumas, Jawa Tengah) sebagai desa kedua setelah sukses di desa Mandalamekar (Tasikmalaya, Jawa Barat), desa-desa lain di wilayah Banyumas ternyata menyambut dengan antusias.

Maka tidak mengherankan jika Gerakan Desa Membangun (GDM) berkembang secara agresif di kabupaten Banyumas. Dalam kurun waktu 6 bulan sudah lebih dari 30 desa di wilayah Banyumas yang tertarik bergabung di GDM.

Gerakan Desa Membangun sendiri merupakan gerakan sosial yang berintikan pada pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efesiensi pelayanan kepada masyarakat dan peningkatan ekonomi kreatif desa.

Bermuara dari tujuan tersebut, meski ini adalah gerakan sosial, GDM telah menjadi magnet banyak elemen masyarakat.

Lanjutkan membaca “Magnet itu Bernama GDM”

Atas ↑