Cari

Pradna's Corner

Just another tempat mojoknya Pradna

Kategori

Cerita Tukang Cerita

Dunia Tukang Cerita untuk Takita (bagian 2)

Lanjutan dari bagian Pertama yang bisa dibaca di sini.

Empat tahun yang mengesankan di kota yang terkenal dengan objek wisata dataran tingginya ini. Tukang Cerita harus berpisah dengan kedua orang tua. Tukang Cerita-pun tinggal berdua dengan nenek di kota pesisir utara Pulau Jawa.

Rumah nenek berada di tengah kota. Berada di tepi jalan raya, tidak banyak halaman untuk bermain bebas di sini.

Beruntung, ada teman satu kelas Tukang Cerita yang memiliki halaman luas. Rosantika namanya, bulat-gemuk anaknya. Tapi pintar dalam pelajaran dan jago bermacam olah-raga. Sebuah alasan bagus buat Tukang Cerita untuk sesering mungkin mengayuh sepeda mininya ke rumah Rosantika dengan alasan, belajar bersama!

Continue reading “Dunia Tukang Cerita untuk Takita (bagian 2)”

Dunia Tukang Cerita untuk Takita (bagian 1)

Saya membaca surat Takita dari ID tweet @bukik sang pegiat IDCerita.

Membaca dan membayangkan surat polos dari Takita (ikon IDCerita) seorang anak yang memimpikan Ayah-Bundanya bercerita setiap malam menjelang tidurnya, itu sangat menyentuh.

Untuk itu, kakak mau ikut bercerita, ya. Cerita tentang Dunia Tukang Cerita!

Semoga Takita suka…dan jangan bobo dulu sebelum selesai ceritanya ya ^_^ :

Lahir di pesisir pantai selatan Pulau Jawa, seorang Ayah nyentrik memberikan nama Tukang Cerita pada bayi laki-laki yang baru lahir ini.

Meski cuma tiga tahun sejak lahir tinggal di kota yang terkenal dengan pasir besinya, Tukang Cerita masih bisa mengingat beberapa pengalaman seru di sana.

Continue reading “Dunia Tukang Cerita untuk Takita (bagian 1)”

Buku Relawan Merapi

buku relawan Merapi
Buku Relawan Merapi "Berbagi Jejak Kebersamaan untuk Anak-anak Negeri"

Ampun kepada Anaz. Setelah cetakan kedua baru saya menuliskan buku ini (worship)

Seperti yang pernah saya tuliskan di sini ceritanya (silakan dicari sendiri di sini ya 🙂 ), saya diminta untuk menyumbangkan 1 cerita dari 11 cerita yang ada di buku “Relawan Merapi” ini.

Sedangkan awal mula lahirnya buku ini dimulai dari kehadiran Anazkia sebagai relawan Merapi di Jogjakarta. Padahal beliau sedang menikmati masa cuti sebagai Pahlawan Devisa, untuk berkumpul dengan keluarga. Tetapi beliau lebih memilih untuk melebur, bahu-membahu berusaha meringankan beban “saudara-saudara”-nya yang sedang diguncang Merapi.

Luar biasa.

Memang begitulah sosok luar biasa ini sejak pertama kali saya dikenalkan oleh Queenie (baca : kweni… #PLAK)
Continue reading “Buku Relawan Merapi”

Merapi’s Call part 5

Hantaran

Setelah menempatkan induk sapi dan anaknya yang baru lahir di shelter, rombongan Pro Fauna ikut bersama pasukan Kopassus mengantar Mbah Pono kembali ke posko pengungsiannya. Kedua kambing Mbah Pono juga ikut. Alasan Mbah Pono tidak ingin  meninggalkan peliharannya di shelter adalah,

“Saya masih bisa nyarikan makan buat mereka, kok.”

Lagi-lagi Mbah Pono tidak ingin merepotkan orang lain.

“Lagian, rumput di lapangan bola stadionnya kan ijo-ijo, seger-seger.” sambung Mbah Pono.

Waduh.
Continue reading “Merapi’s Call part 5”

Merapi’s Call part 4

Evakuasi

Jam setengah lima pagi, seluruh tim Pro Fauna sudah bersiap-siap melakukan misi evakuasi hewan ternak warga yang masih terjebak di desa yang terkena erupsi Merapi. Tujuan utamanya adalah mencari hewan-hewan ternak yang masih hidup, membawanya ke tempat penampungan hewan (shelter), dan merawatnya di shelter-shelter tersebut.

Rama mengajak Tukang Cerita yang kelihatannya habis shalat subuh, untuk ikut misi kali ini. Tukang Cerita hanya mengangguk tanpa berkata apa-apa. Sesaat berikutnya, Rama, Tukang Cerita beserta anggota Pro Fauna yang lain sudah duduk lesehan di bak terbuka mobil pick-up yang membawa mereka ke lokasi evakuasi.

“Bakal seru,nih.” kata Rama sambil terguncang-guncang di atas mobil pick-up.

“Kenapa?” tanya Tukang Cerita.
Continue reading “Merapi’s Call part 4”

Merapi’s Call part 3

Pro Fauna dan Jogloabang

Sudah beberapa hari ini pasukan Pro Fauna menginap dan menjadikan Jogloabang yang terletak di Desa Mlati, Sleman – Yogyakarta sebagai base-camp. Secara garis besar, Pro Fauna adalah sebuah organisasi penyelamat satwa. Tugas mulia mereka kali ini adalah menyelamatkan satwa-satwa (termasuk hewan ternak) ke shelter-shelter pengungsian ternak sementara. Mereka juga memberi makan secara rutin satwa dan ternak yang berhasil mereka evakuasi.

Hubungan antara pemilik dengan ternaknya sering kali dianggap remeh. Banyak yang tidak habis pikir, untuk apa mempertaruhkan nyawa untuk sekedar menengok, memberi makan ternak mereka. Di sinilah teman-teman dari Pro Fauna secara profesional mengambil alih tugas para pemilik ternak. Menyelamatkan dan memelihara, sehingga peternak pun bisa tenang.

Sesungguhnya ternak bagi pemilik ternak adalah separuh dari kehidupan mereka. Karena biasanya, itulah harta yang paling berharga untuk melanjutkan kehidupan. Sehingga, begitu dipastikan bahwa ternak mereka baik-baik saja, demikian juga jaminan masa depan mereka untuk melanjutkan kehidupan…dimanapun mereka akan tinggal kelak. Untuk itulah, aksi Pro Fauna dan teman-teman lain yang menyelamatkan satwa dan hewan ternak ini terasa begitu berarti.
Continue reading “Merapi’s Call part 3”

Merapi’s Call part 2

Merapi’s Call

Tidak mempedulikan orang-orang yang sibuk melindungi diri dengan ponco (jas hujan), atau mengantri masker yang diberikan gratis oleh organisasi yang begitu cepat-tanggap, Tukang Cerita malah asik berdiri di alun-alun. Berdiri diam, mencoba merasakan setiap butir abu vulkano putih yang jatuh dirambutnya, dikulitnya. Napasnya terasa sesak menghirup udara yang sudah dikepung debu kiriman Merapi. Lelaki sableng itu mendongak ke arah timur. Tidak banyak yang dilihatnya selain matahari pucat karena tertutup awan debu yang dikirim oleh Merapi, meski berjarak 534 kilometer dari kota ini.

Sempat, lelaki yang suka seenaknya ini membuat status di salah satu jejaring sosial (dengan sembarangan, pastinya),

“Sudah 2 hari gak ujan. Kalau besok tidak hujan juga, berati kota ini memasuki musim kemarau.”
Continue reading “Merapi’s Call part 2”

Merapi’s Call part 1

Cerita ini sebetulnya memiliki inti dari cerita Merapi terdahulu. Hanya saja, ada permintaan dari Anazkia untuk berpartisipasi mengumpulkan cerita Merapi untuk dijadikan buku antologi yang keuntungannya akan disumbangkan kepada korban Merapi. Karena saya sudah punya tulisan sebelumnya di Pojok Pradna ini, tanpa pikir panjang saya kopaskan tulisan dari sini. Ternyata memang pikiran saya kurang panjang, tulisan yang cuma 2 halaman itu tidak memenuhi syarat. Anaz, kemudian meminta saya untuk memperpanjang…. uhuk, cerita saya.

Jadilah, saya gabungkan beberapa cerita yang saya dengar atau alami selama di seputar Merapi. Hanya saja, saya ini dikaruniai untuk susah mengingat nama-nama orang. Maka, mohon maaf jika nama-nama yang ada dicerita ini saya fiksikan. Demikian juga beberapa detilnya saya fiksikan dan mix-kan hingga jadi 1 kesatuan cerita. Tapi, secara garis besar cerita ini diangkat dari kisah nyata.

Kemudian, daripada naskah ini tertimbun di tumpukan folder, saya berkeinginan untuk kopas di Pojok Pradna (sekedar buat arsip-lah). Karena cerita ini “berdurasi” 10 halaman, saya kawatir akan merusak mata yang nekat membacanya ^_^. Jadi, sepertinya lebih baik kalau dibagi menjadi 5 part, sesuai 5 sub-judulnya,ya.

Begini ceritanya ….JRENG…JREEEENG…
Continue reading “Merapi’s Call part 1”

Sinopsis Kumpulan Cerpen Remaja “Tunas”

ebook Kumpulan Cerpen Remaja

Sekedar merawat promosi aja ^_^

Telah hadir ebook (format .pdf) kumpulan cerita remaja “Tunas”.

Tebal:  42 halaman + iv

Terdiri dari 5 cerita.

Anda tidak perlu kuatir akan menemukan cerita yang berat atau justru remaja-lebay-termehek-mehek di sini. Apa yang akan Anda dapatkan adalah cerita yang cerah, ringan dan menikung tajam di akhir.

Ini sedikit nukilan (kalau tidak bisa disebut sinopsis) dari “Tunas” :
Continue reading “Sinopsis Kumpulan Cerpen Remaja “Tunas””

Atas ↑