Cari

Pradna's Corner

Just another tempat mojoknya Pradna

Tag

desa

Hati-hati dengan Tawaran Ngopi di Rumah Pradna !

Ilmu-mu bakal diperas… #mbwahaha #devilaugh

Dari awal bikin brand Tukang Kopi Panggilan (TKP), saya sering bilang ke yang order atau ke temen2… kalo TKP ini cuman kedok. Mosok ya beli kopi cuma 10 ribu, dibela2in didatengi sampai ke pelosok Banyumas, yekan

tukang kopi panggilan

Dan setelah terbentuk brand, kalok Pradna itu tukang bikin kopi, jadilah setiap ada kesempatan, saya menawarkan untuk ngobrol-ngobrolnya di rumah saya saja. Dengan iming-iming, nanti saya bikinkan kopi enak ! (gratis pastinya)

Sejak saat itu, mulai orang-orang hebat berkenan datang atas bujuk-rayu ini 😆

Lanjutkan membaca “Hati-hati dengan Tawaran Ngopi di Rumah Pradna !”

Mimpi Merajut Ekosistem Produk Banyumas (Jilid 4)

Sambungan Tulisan:  Mimpi Merajut Ekosistem Produk Banyumas (Jilid 3)

 

Bagaimanapun juga, Produk Banyumas berkomitmen untuk membantu memasarkan produk-produk desa yang masih skala mikro, skala rumahan. Dimana produksi skala industri belum bisa diterapkan. Jangankan itu, produkpun dikerjakan ketika ada pesanan.

see? Produk Banyumas benar-benar bisnis yang mendebarkan!

Tapi kalau kembali mengingat : “betapapun tidak berartinya usaha kita ini, ternyata bisa membawa harapan seorang pengusaha untuk meng-upgrade usahanya ..” . Produk Banyumas benar-benar layak buat diperjuangkan 🙂

Buat mengurangi rasa yang mendebarkan itu, kita ambil langkah memutar selain core bisnis kita menjualkan produk-produk desa. Yaitu membangun brand value Produk Banyumas.  Tujuannya jelas : membangun kepercayaan para calon konsumen.

Hal ini ditunjukkan dengan produk belum seberapa, tapi promosi sudah tak tertahankan (jangan baca : spam) :mrgreen: … #hahaha

Lanjutkan membaca “Mimpi Merajut Ekosistem Produk Banyumas (Jilid 4)”

Mimpi Merajut Ekosistem Produk Banyumas (Jilid 3)

Sambungan Tulisan Mimpi Merajut Ekosistem Produk Banyumas (Jilid 2)

 

Dimulailah dengan produk tas Tali Kur desa Beji, kecamatan Kedungbanteng, Banyumas. Kita datangi, potret produk dan video keterangan tiap-tiap tas kerajinan ibu-ibu PKK yang hari itu sengaja dikumpulkan untuk keperluan ini.

foto produk tas tali kur produk banyumas

Maka langkah awal roda Produk Banyumas pun sudah mulai digulirkan. Roda sudah menggelinding, tidak ada lagi kata berhenti. Yang ada hanyalah menghadapi masalah-masalah yang menghadang di sepanjang perjalanan Produk Banyumas… #dududu

Lanjutkan membaca “Mimpi Merajut Ekosistem Produk Banyumas (Jilid 3)”

Mimpi Merajut Ekosistem Produk Banyumas (Jilid 2)

Sambungan Tulisan : Mimpi Merajut Ekosistem Produk Banyumas (Jilid 1)

Dari penjelasan di atas, kemudian muncul sebuah kesadaran bahwa kalau memang masih berkeinginan untuk membantu pemasaran online produk-produk desa, kita sendiri-lah yang terjun langsung, berjalan seiring sejalan dengan para pengrajin dan pengusaha mikro ini.

Tidak hanya sekedar memberi pelatihan-pelatihan dan sudah dilepas begitu saja.

Tentu saja effort (hasil gugel translet) yang dibutuhkan jauh lebih besar dibanding sekedar mengadakan pelatihan sekali dua sahaja. Ada usaha untuk mendatangi produsen di situ, ada usaha foto produk satu-satu, ada usaha untuk mengunggahnya di internet, ada usaha promosi setiap saat, ada usaha nego-nego, ada usaha jual beli… ugh, nulisnya saja sudah capek, padahal itu baru usaha di atas kertas, belum lagi kenyataan di lapangan.

Lanjutkan membaca “Mimpi Merajut Ekosistem Produk Banyumas (Jilid 2)”

Mimpi Merajut Ekosistem Produk Banyumas (Jilid 1)

“Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu.”

― Andrea HirataSang Pemimpi

Judul dan quote-nya wis serius po, ra?

Etapi, serius… pernah kan ngalami seperti ini : dulu kita pernah punya keinginan apa gitu, keinginan yang nggak sampai dilantunkan dalam doa-doa kita, mungkin karena malu… misal karena kita pengennya PS… misal.

Sekedar mbatin : “mbesok kalo gede dan punya duit, aku beli PS ah”  . Tapi kok ya jebul (ternyata), gedenya udah tapi kerenya nggak berkesudahan. Jangankan beli PS, bayar mahar nikah aja ndak ngumpul-ngumpul… misal. Dan ndillalah-nya (duh, apa ya ini bahasa Indonesia-nya), entah gimana jalannya, kok ya bisa juga punya PS… misal lho ya.

Begitupun dengan cerita kali ini :

Lanjutkan membaca “Mimpi Merajut Ekosistem Produk Banyumas (Jilid 1)”

Install Owncloud dan Setting Sederhana di Ubuntu

install dan setting owncloud di ubuntu

Berawal dari ide untuk menyimpan data terpusat di kantor Desa Melung. Selain itu juga untuk meminimalisir data rusak karena virus, juga sebagai backup. Dipilihlah teknologi komputasi awan (cloud computing), dengan aplikasi Owncloud.

Jadilah, ada 1 komputer yang digunakan sebagai server lokal (tentunya dengan hardisk berkapasitas lega). Server ini diinstal Owncloud, kemudian masing-masing Perangkat Desa, mendapat akun. Kemudian mereka bisa menyimpan data, berbagi data dari komputer dan ponsel pintar masing-masing. Komputer klien, apapun Sistem Operasinya, tidak perlu diinstal Owncloud.

Lanjutkan membaca “Install Owncloud dan Setting Sederhana di Ubuntu”

Juguran Blogger Indonesia 2016 Sebuah Kerja Kolaborasi

Meski kata “blogger” kini sudah mulai lapuk dimakan jaman. Sebagian tergerus oleh praktisnya sosial media. Sebagian lagi karena ulah beberapa blogger sendiri dengan motivasi-motivasi eksistensi pribadinya <== ra sah digagas maksude, asal njeplak ben ketok intelek.

Adalah quote dari postingan Juguran Blogger Banyumas 4 tahun silam. Sudah berlangsung 4 tahun, dengan segala macam lika-likunya, entah pudar entah bermetamorfosis, toh masih ada saja spesies blogger di muka bumi ini 🙂 .

Lanjutkan membaca “Juguran Blogger Indonesia 2016 Sebuah Kerja Kolaborasi”

Smurf !

Mari kita mensmurf postingan ini!

Demikianlah bahasa yang biasa digunakan para smurf dalam kesehariannya.

Memang para Smurf  mungil yang setinggi 3 butir apel, memiliki bahasa khas yang sering membingungkan pembaca di awal-awal perkenalannya dengan para Smurf. Akan tetapi, jika sudah terbiasa mengabaikan kata-kata “smurf” di setiap kalimatnya dan memahami maksudnya…jadi menyenangkan mengikuti kisah hidup para Smurf ini 🙂

Lanjutkan membaca “Smurf !”

Dropbox di Thunar File Manager

desaos - dropbox di thunar file manager

Saat ini sedang menggunakan OS kebanggaan Desa ( #jyaah) yang dikembangkan dari campuran Xubuntu dan Debian (nekat, ra?), yaitu DesaOS . Guna memenuhi tujuan sistem operasi yang ringan dan stabil di komputer spesifikasi rendah, Desktop Environment yang dipilih tentunya yang ringan, yaitu XFce. Otomatis File Manager bawaannya adalah Thunar.

Karena masih menjadi pengguna Dropbox yang setia (walau sudah berbagi beban Google Drive), maka saya cari-cari cara agar File Manager yang sekarang juga support jadi klien Dropbox. Ini juga alasan saya masih menggunakan Dropbox, bisa diintegrasikan dengan File Manager. Termasuk di penggunaan Linux Mint sebelumnya yang menggunakan Nautilus sebagai File Manager-nya. Tinggal $sudo apt-get install nautilus-dropbox , selesai.

Akhirnya menemukan referensi Dropbox di File Manager yang cukup lengkap di sini.

Saya, seperti biasa, ambil cara termudah saja :

Lanjutkan membaca “Dropbox di Thunar File Manager”

Atas ↑