review keluarga cemara

Untuk kesekian kalinya,

Saya dulu pernah main, nulis naskah dan jadi sutradara teater kampus. Pengalaman dari sini menunjukkan bahwa dalam pementasan, gestur sekecil apapun harus dapat ditangkap oleh penonton dari tempat yang paling jauh. Begitu juga suara serendah apapun harus tetap terdengar oleh pentonton dari tempat yang paling jauh sekalipun.

Maka para pemain teater terbiasa untuk melebih-lebihkan  gestur tubuh, mimik tubuh, maupun vokal suara ketika mementaskan sebuah lakon.

Sialnya kalau kebiasaan ini dibawa ke dunia sinema. Karena di dunia sinema, tanpa melakukan apapun bisa tertangkap jelas oleh kamera. Bahkan gerakan sekecil apapun bisa dizoom oleh kamera. Makanya, kebiasaan berlebih-lebihan di teater akan terlihat sangat lebay di kamera. Contoh yang nyata adalah kebanyakan sinetron-sinetron tv. Sial banget buat yang nonton.

Lanjutkan membaca “Keluarga Cemara Pas Tanpa Mengumbar Kata”