Award Kedua

like-tux

Setelah beberapa riweuh sendiri karna ada masalah dalam penggunaan Windows dan DOS yang menyebabkan seluruh partisi linux-nya berubah jadi FAT32 (gara2 pemakaian FDISK di DOS). Sampailah saya pada kesimpulan, kalo windows itu di dalam kompyuter buat tuk dipandang dan dikagumi, sekali disentuh dan lengah, menyesallah saya :lol:

Setelah mengganti Ubuntu 9.04 dengan Linux Mint dan mempertahankan Opensuse 11.1, jadwal online saya mulai berangsur normal :D

Ada 2 agenda yang aq kerjakan di dunia maia, selain phising, spamming, hacking plurking,blogwalking. Yaitu :
1. Melahirkan pradna.cahbag.us ke dunia :D

2. Menerima award kedua dari itempoeti.

Award Pertama saya dapat dari ibu ketua Yayasan Award Blog yang selalu sibuk menerima dan menyalurkan award-award dari yayasan ribuan blog yg beliau asuh.

Sekarang, award kedua dari Kang Mahendra cukup unik, dimana yang dapat suruh pilih sendiri mana award yang disuka… bener-bener gi sembelit award akang yg satu ini :D

Terima kasih, ya Kang!

Selanjutnya, saya oper award ini ke :
=> Dhodie (biar semangad dgn rumah barunya)
=> Kang Superaman (wakaka,tyt namaku jg dah ada disitu)
=> Cici Silent (ayo semangad nge-blog lagih)
=> Kang Fondix
=>
Illa (tausiyah2nya selalu sip)
=> Mutiah (adik tingkat Illa yg juga sip tausiyah2nya)
=> Ethie (buat awal pertemanan yg baik… 8) )

Sementaun Sementara ini dulu, kl ada yang kelewatan komplen aja :D

Diterbitkan di: on Juli 9, 2009 at 12:16 pm Komentar (33)

Sedikit catatan Ubuntu 9.04 dan OpenSuse 11.1

Setahun nyaman bersama Ubuntu Muslim Edition 8.04.1. Karena bencana yang tidak mampu saya kembalikan (orang yg kurang belajar *nepok jidat*), Ubuntu beserta partisi dan distro yang lain jadi berantakan tak terkira.

Waktu ingin install ulang Ubuntu, ternyata DVD Ubuntu ME sudah amburadul juga karena seringnya saya bawa, takut-takut suatu saat Ubuntu ME-nya bermasalah. Tapi memang ketahanan Ubuntu (linux pada umumnya) luar biasa. Saya punya 3 PC-client yang terinstall Ubuntu 7.04 (brati saat ini sudah 2 tahun berjalan), belum bermasalah yang menyebabkan harus diinstall ulang…sampe lupa kalo masih ada 3 Ubuntu 7.04 :P

Jadilah saya install Ubuntu 9.04 codename Jaunty Janckalope (kata Ratu sih, tante J / J-aunty), dan OpenSuse 11.1 KDE-version (biar ada variasi desktop).

Setelah install 2 distro itu. Ternyata memang saya ketinggalan linux 1 tahun, yang bikin saya sedikit gagap dan mlongo terkagum-kagum-takjub. Ini sedikit catatannya. Sekali lagi, biar tidak lupa sendiri :

Ubuntu 9.04

** Saat ini koneksi internet yang digunakan adalah internet `tjap bledheg` (bledheg dalam bahasa Jawa artinya : petir; flash; atau semacam itulah). Ternyata begitu modem usb GSM ditunyukkan (baca : didudulkan,eh,dicolokkan), langsung muncul jendela pilihan operator seluler di Indonesia. Tinggal pilih dan kemudian nantinya disesuaikan lebih lanjut settingnya di Network Connection yang ada di panel-desktop sebelah kanan bawah. Network Connection Jaunty sudah ada Tab Mobile Broadband. Tinggal memastikan APN nya adalah “internet” (buat Flash unlimited).

network_connTab Mobile Broadband di Network Connection

Setelah itu tinggal klik kiri icon Network Connection di sebelah kanan bawah panel-desktop, dan klik nama koneksi broadband kita. Sudah ada pula opsi untuk diskonek.

koneksi_ubuntu2Konek internet Tsel Flash

Untuk sementara Wvdial buat Modem Huawei220 belum saya gunakan. Apalagi defaultnya, sekarang Ubuntu 9.04 malah tidak seperti seri sebelumnya yang menyertakan wvdial sebagai paket bawaan. Kalau satu-satunya koneksi internet pertama mengandalkan wvdial, bisa digunakan cara install wvdial di Jaunty milik Kang AndyMSE.

**YM-an**
(lagi…)

Diterbitkan di: on Juni 29, 2009 at 10:59 pm Komentar (47)
Tags: , , , , ,

TinyMCE

Masih dalam rangka belajar ini-itu, tentu saja, amunisi yang dicari adalah CMS (Content Management System) yang Apa Yang Kamu Lihat Itu yang bikin kamu gak bisa tidur (What You See Is What You Get/ WYSIWYG). TinyMCE yang lama populer karna digunakan WordPress, jadi pilihan saya.

Karna lama populer, sebetulnya sudah sangat terlambat membahas ini. Tapi kata teman yang cantik, “tidak ada kata terlambat buat belajar”. Artinya, walau pelajaran mulai jam 8.00, datang jam 9.00 pun tidak apa-apa…tidak ada kata terlambat.

Jadilah, saya belajar TinyMCE ini.

Menempatkan CMS ini, intinya :

Menaruh folder tinymce hasil ekstrak dari donlud, pada folder yang sama dengan tempat kita membuat website, tambahkan beberapa perintah. Udah, gitu aja.CMS dah tertampil.

Yuk, mari dilanjutkan :

1. Donlud TinyMCE

2. Ekstrak (Ubuntu pake klik kanan=>ekstrak…biar mudah :P )

3. Hasilnya ada 2 folder :

- examples ; yang berisi contoh2 bagaimana integrasi dan penggunaan library TinyMCE ke dalam website.

- jscripts ; berisi library tinymce itu sendiri.Ada di folder jscripts/tiny_mce

4.Praktek :
(lagi…)

Diterbitkan di: on Juni 22, 2009 at 1:52 am Komentar (41)
Tags: , ,

Shinobi

Sekali lagi,

lapar dan dingin aku alami saat ini.

Tlah bertahun lalu,

saat pelatihan, saat melakukan melakukan sesuatu yang tidak aku mau.

Membuat kekacauan,

menjadi informan,

mengobarkan pemberontakan,

dalam kerahasiaan.

Memasang wajah susah walau sedang senang,

mengganti wajah senang walau dirundung malang.

Selalu aku lalui dalam lapar dan dingin.

Bagaimana bisa kenyang dan hangat,

kalau kerjaannya bikin orang lain hilang dan lewat?

Itulah kenapa rasa lapar perutku ini setingkat di atas lapar bawah perut.

Rasa lapar bawah perut bisa hilang dengan 1200 perak,

buat 3 minggu dengan si sabun Tjap Merak.

Tapi 1200 rupiah,

cuma cukup buat sebungkus keripik renyah.

Mana bisa bikin kenyang dan hati senang,

tubuh hangat dan berkeringat.

Meski begitu,

saat kejayaan menghampiriku,

aku memutuskan tuk berlalu,

meninggalkan urusan yang tak sesuai hati nuraniku.

Meninggalkan bayang-bayang suram,

biar hidup tak jadi muram.

Ternyata, oh ternyata…

di sini sama saja!

Aku masih kelaparan.

Hanya satu bedanya,

meski nun jauh disana,

aku kini mulai merasakan hangatnya sang surya.

“21.52…dibawah halusinasi puncak lapar malam ini”

Diterbitkan di: on Juni 13, 2009 at 12:05 am Komentar (35)
Tags: , ,

Ubuntu,Telkomsel Flash dan Modem Huawei220

Daerah yang saya tempati ternyata dah kesaut Telkomsel 3.5G, dan lumayan oke karna ga begitu banyak pemakai Telkom di lingkungan BTS sini, kayaknya :P . Jadilah, saya bulatkan tekad tuk menggadaikan nyawa saya sebulan buwat beli Modem Huawei 220.

Tulisan setting modem GSM Huawei 220 di internet sudah buanyak sangad. Makanya sampe lupa kalo punya niat nulis ini. Tapi sekali lagi, punya arsip sendiri lebih enak.

Modem GSM ini masih mengandalkan program wvdial dan mudah,  tidak terlalu rumit seperti koneksi smart yang harus digantung-gantung itu yang masih menyisakan 1 misteri:D

here we go :

1. Donlud library buat Huawei di :

http://www.2shared.com/file/3803973/3d7ff4cb/huaweiAktBbo-i386.html

2. Cek modem Huawei-nya dengan perintah :

sudo lsusb

Kalo oke dan terpasang, kira-kira bakal muncul tulisan:
Bus 007 Device 004: ID 04f2:b017 Chicony Electronics Co., Ltd
Bus 007 Device 001: ID 0000:0000
Bus 006 Device 001: ID 0000:0000
Bus 005 Device 003: ID 12d1:1003 Huawei Technologies Co., Ltd. E220 HSDPA Modem
Bus 005 Device 001: ID 0000:0000
Bus 004 Device 001: ID 0000:0000
Bus 003 Device 005: ID 08ff:2580 AuthenTec, Inc.

3. Ubah hak akses lib huawei yg kita unduh tadi :

sudo chmod +x huaweiAktBbo-i386.out

4. File tersebut dikompilasi :
(lagi…)

Diterbitkan di: on Juni 9, 2009 at 10:59 am Komentar (35)
Tags: , , ,

Obrolan Sore : Gawat!

Sore hari.

Pada sore yang tidak bisa ditentukan musimnya sesuai buku teks anak SD, masih sering hujan tapi sudah masuk kemarau, sering kemarau padahal sudah pertengahan musim hujan. Mas Roy, putra Pak Kades yang kuliah di Sospol tapi lebih jago kompyuter, jalan bak badai masuk ke teras rumah Cengkir.  Kedatangan Putra Mahkota Kepala Desa Carangpedopo (karena memang jabatan Kades disini diwariskan), yang seperti memendam masalah pelik itu, membuat bapak-bapak pemuja Obrolan Sore menoleh kearah Mas Roy.

“Gawat! Gawat!” seru Mas Roy panik.

“Welah, datang-datang kayak orang dikejar maling. Trus langsung ngomong gawat, gawat. Duduk dulu to, le.  Sabar, sareh. Trus, crita ada apa?” tutur Lik Power, yang mantan Kades dan juga kakek Mas Roy, menyabarkan cucunya.

Mas Roy, menuruti tetua desa yang terpaksa masih disegani itu. Duduk diantara Cengkir dan Kang Guru di depan meja bundar kayu jati asli yang sudah menghitam dimakan usia. Cengkir, sang tuan rumah, menuangkan kopi buat Mas Roy. Baru Mas Roy bercerita.
(lagi…)

Diterbitkan di: on Juni 3, 2009 at 12:15 pm Komentar (43)
Tags: , ,

Tamu Allah

Maghrib,
berhenti di sebuah masjid yang telah selesai shalat Maghrib berjamaah. Ternyata di masjid tersebut, ba’da Maghrib ada kajian. Di tengah-tengah doa-habis-shalat, aq menangkap sang ustadz membacakan sebuah hadist Rasulullah saw, yang kira-kira :

Manusia adalah tamu Allah

hadis ini diriwayatkan dan hukum ke-sahih-annya, aq ga begitu dengar, karna masih konsen dengan berdoa saya 8)

Tapi,
mendengar hadis ini, aq langsung mengakhiri doa-q dan mencoba menyimak lebih lanjut. Disamping tertarik, aq juga baru dengar… *orang yg kurang ilmu*

Sang Ustadz kemudian memberi penjelasan :
Seperti layaknya seseorang yang akan kedatangan tamu agung, tentulah orang tersebut mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari tempat tinggal (kamar2), makanan, minuman, penerangan dan segala sesuatu yang bisa membuat sang tamu agung nyaman.
Demikianlah, betapa jutaan tahun sebelum kedatangan manusia, Allah telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk kedatangan tamu-Nya di muka bumi. Mulai dari bahan makanan, minuman, kendaraan, penerangan, dan seterusnya…

Sampai disini,
kembali aq tersadar tentang kebenaran yang disampaikan ustadz tersebut.

Ini contoh kecilnya :
Fact:
Mimi / Ketam Tapal Kuda (Carcinoscorpius rotundicouda) yang telah ada sekitar 350 juta tahun yang lalu (pada masa Karbon, jauh sebelum masa Jurra – apalagi masa Holosen / masa manusia).
Ketam tapal kuda memiliki zat khusus bernama Limulus Amebocyte Lysate (LAL). Amebosit ini menyebabkan penggumpalan sehingga mencegah kontaminasi bakteri lebih lanjut. Sehingga, LAL ini merupakan sumbangan tak ternilai, dari hewan yang dilestarikan Allah selama 350 juta tahun, bagi umat manusia.
(lagi…)

Diterbitkan di: on Mei 30, 2009 at 7:33 am Komentar (22)
Tags: , , ,

Ranah Minang

Ayam den Lapeh

Luruihlah jalan Payakumbuah
Babelok jalan kayujati
Dimahati indak karusuah
Ayam den lapeh

Ai ai ayam den lapeh
Mandaki jalan Pandai Sikek
Manurun jalan ka Biaro
Dima hati indak ka maupek
Ayam den lapeh
Ai ai ayam den lapeh

Sikua capang sikua capeh
Saikua tabang saikua lapeh
Lapehlah juo nan ka rimbo
Oi lah malang juo

Pagaruyuang Batusangka
Tampek bajalan urang Baso
Duduak tamanuang tiok sabanta
Ayam den lapeh
Ai ai ayam den lapeh

Sebetulnya sih, pengennya nulis janji saya soal format UFD di linux, atau Kopdang dengan Blogger Endar session dua : Koneksi HP Smart-Ubuntu dgn Mantra…tapi, begitu denger lagu Ayam den Lapeh yg diaransemen ulang Ten2Five kok malah nulis ini (doh).

Setiap mendengar lagu ini,
entah kenapa seperti love song,
saya selalu takana (terkenang) ranah minang (saya curiga : apa karna liriknya semuanya pake bahasa Minang,ya?). Itu berarti saat pertama kali perjalanan saya lintas pulau sendirian. Yaitu saat kelas 5 SD.

Perjalanan seluruhnya saya lalui dengan menumpang bus (tanpa saya harus duduk disamping Pak Sopir yang sedang bekerja, mengendarai…dst).
Saat kelas 5 SD, perjalanan itu begitu mendebarkan : Pus-pas saat di terminal Pulo Gadung (buat pindah beli tiket bus trans-Sumantera) yg full orang berwajah sangar dan bertatto.
Geram ketika waktu makan, tapi karna anak ketjil, jadi tidak dilayani. Begitu dilayani, tidak mau memberikan nasi tambahan.
Menerapkan trik jauh sebelum iklan “kiriman uang mahasiswa” ada. Yaitu : mengambil kuahnya saja, dan lauknya mengambil yang sekiranya tidak dihitung karena berkurang sedikit…misal : udang ngambil 2 ekor…dst.
Plus, 3 hari 3 malam perjalanan di bus yang membuat kaki bengkak.
(lagi…)

Diterbitkan di: on Mei 28, 2009 at 1:12 am Komentar (11)
Tags: , , ,

Firefox Membuka Website Windows only

Aku kira situs-situs yang Internet Explorer only (website yang cuma bisa tampil maksimal jika dibuka dengan IE), sudah pada kelaut.  Tapi ternyata, masih ada web-developer (banyak yang dibikin untuk web-pemerintah) yang membuat hasil karyanya IE-only. Yang berarti, pengguna selain Windows tidak bisa menikmati fitur lengkap website yang sedang dibukanya… sejuta topan badai buat para web-developer seperti ini!

Trik mengakali ini, pernah aku baca di blog om A.Hardiena, tapi waktu itu aku baca cuma sebatas pengetahuan saja. Nah, ternyata namaku disebut-sebut Kang Andy,MSE berkaitan masalah ini :D Jadinya, pengen nulis juga, sekalian buat arsip pribadi.

Mari kita mulai mantra-mantranya :
1. Buka Firefox

2. Sebaiknya cek dulu versi Firefox yang sedang digunakan saat ini di
http://www.whatsmyuseragent.com/

3. Di tab atau jendela Firefox yang lain, di kolom address ketik
about:config – Enter

4. Muncul list yang banyak sangad, dan ini jangan 1 pun yang di-otak-atik! (percayalah, sebaiknya saran ini dipatuhi, daripada menyesal di hari tua)

5. Cukup klik kanan di salah satu list tersebut – pilih New – pilih String

6. Masukkan, sebagai String value-nya
general.useragent.override

7. Cari general.useragent.override di list

8. Klik kanan general.useragent.override – pilih Modify

9. Isikan dengan beberapa pilihan useragent berikut :

useragent Internet Explorer :
* Seolah-olah pakai Mozilla di Windows :

Mozilla/5.0 (Windows; U; Windows NT 6.0; en-US; rv:1.8.1.12) Gecko/20071127 Firefox/2.0.0.11

* Seolah-olah pakai Internet Explorer sesungguhnya :

Mozilla/5.0 (compatible; MSIE 7.0; Windows NT 6.0; WOW64; SLCC1; .NET CLR 2.0.50727; .NET CLR 3.0.04506; Media Center PC 5.0; .NET CLR 1.1.4322; Windows-Media-Player/10.00.00.3990; InfoPath.2

atau,

Mozilla/5.0 (compatible; MSIE 7.0; Windows NT 5.1; YPC 3.0.1; .NET CLR 1.1.4322; .NET CLR 2.0.50727)

ini yang biasa ada di Windows XP SP2 (yg banyak digunakan di Endonesiah) :

Mozilla/4.0 (compatible; MSIE 6.0; Windows NT 5.1; SV1)

* useragent Mac OS… yah,kalo yang ini sih murni buat fun ajah :P

Firefox di Mac OS :

Mozilla/5.0 (Macintosh; U; Intel Mac OS X 10_5_6; en-us; rv:1.9.0.8) Gecko/2009032609 Firefox/3.0.8

Kalo dirasa kurang gagah, pake Mac kok browser-nya Firex dan lebih memilih ber-Safari:

Mozilla/5.0 (Macintosh; U; Intel Mac OS X 10_5_6; en-us) AppleWebKit/528.16 (KHTML, like Gecko) Version/4.0 Safari/528.16

10. Jika ingin mengembalikan ke setting semula, cari general.useragent.override – klik kanan – pilih RESET

11. Selesai

Catatan:
* Kalau ingin men-tes hasil eksperimen diatas dan atau mengintip browser yg sedang digunakan, silahkan cek di :
http://www.whatsmyuseragent.com/

* Seperti biasa, kalo ada yang nekat mempraktekkan resep diatas…resiko ditanggung sendiri, ya :P

Diterbitkan di: on Mei 14, 2009 at 10:54 pm Komentar (16)
Tags: , , ,

Obrolan Sore : Waktu Luang

Sore hari.

Seperti biasa, telah berkumpul bapak-bapak di rumah pusaka turun-temurun keluarga Cengkir, untuk sekedar menikmati kopi gula aren dan obrolan sore. Suatu ritual yang juga sudah dilaksanakan turun temurun di kediaman Cengkir, demi menghabiskan waktu luang warga desa Carangpedopo.

Nah, masalah waktu luang ini juga yang sedang asik dibahas peserta Obrolan Sore kali ini.  Hadirin sepakat, kalau waktu luang bagaikan dua sisi mata pisau yang berbeda. Bisa bermanfaat, tapi bisa juga mencelakakan.

Wuah, kenapa para jelata ini bisa berkata-kata tingkat tinggi seperti itu? Ternyata, diantara pemuja waktu luang ini, hadir Mas Aris sang filsuf  Carangpedopo. Karna satu-satunya filsuf  di desa ini, beliau sering memanjangkan namanya sendiri, yang sebetulnya cekak-aos , cuma : Aris g. Aris memanjangkan namanya jadi Aristoteles. Tapi, lidah polos warga Carangpedopo melafalkannya : Aris-to-teles (terjemahan buebas : Aris to yang kecemplung got sampai basah kuyup begitu).

Biasanya, filsuf desa ini tidak pernah kelihatan beredar di daerah Carangpedopo. Biasa mengikuti kemana kaki melangkah, mencari kebijaksanaan sejati . Mas Aris kembali beberapa waktu lalu, karna memenuhi hak dan kewajibannya sebagai warga negara, untuk mencoreng muka mencontreng calon anggota dewan yang terhormat. Kenapa sampai sekarang Mas Aris masih berada di kampung halamannya, bukannya kembali merantau seperti biasa? Itu karena, Mas Aris merasa lemas, tulang-belulang kakinya seolah dilolosi hingga tak sanggup melangkah ke luar desa Carangpedopo, setelah melihat drama koalisi saat ini.
(lagi…)

Diterbitkan di: on Mei 5, 2009 at 3:37 am Komentar (9)
Tags: , ,