Sore hari.
Berduyun-duyun Lik Power, Juragan Brono, Mas Roy menuju ke rumah Cengkir untuk memulai ritual Obrolan Sore . Jalan ketiga priyayi tampak gagah sumringah, mantap masuk teras rumah joglo yang sudah berumur beberapa generasi milik keluarga Cengkir.

“Assalamua’alaikum…” salam Mas Roy putra mahkota kepala desa Carangpedopo yang kuliah di Ilmu Sosial tapi jago komputer, yang berati juga cucu mahkota Lik Power. Tanpa menunggu balasan, bapak-bapak ini langsung duduk di kursi anyaman plastik di depan meja jati yang telah menghitam karena menjadi saksi betapa tidak pentingnya obrolan sore yang terjadi didepannya selama beberapa generasi…nggedabush semua.
Lanjutkan membaca “Obrolan Sore 08 : Batik”