Yang Terhormat,
karena semua sudah berakhir, tidak adil rasanya kalau hamba tidak mengungkap ini.

Yang Terhormat,
ingatkah cerita tentang anak yang berbohong dua kali mengatakan ada serigala masuk kampungnya, dan cerita ketiga warga sudah tidak percaya lagi? Padahal benar-benar ada serigala yang menyantap ternak warga.

Itulah dasar dari dunia telik sandi (Covert-Ops). Membuat cerita seolah-olah ada berulang kali sehingga tercipta di benak bahwa itu benar-benar ada, menghantamnya dengan “kenyataan” bahwa cerita itu ternyata tidak ada, padahal sebenarnya cerita itu memang benar-benar ada… atau memang benar-benar tidak ada tapi disajikan secara ada dan tiada.

Memang terdengar seperti pelajaran filsafat yang membingungkan. Tapi ini adalah filsafat yang diterapkan secara keji untuk suatu kepentingan.
Lanjutkan membaca “Reveal”