Cari

Pradna's Corner

Just another tempat mojoknya Pradna

Tag

teater

Naskah Teater Remaja (part 4)

Meleset 2 minggu dari niat mulia menerbitkan lanjutan Naskah Teater Remaja setiap minggunya, akhirnya Naskah Teater Remaja (part 4) ini bisa diterbitkan.

Tidak tahu karena banyak yang terjadi 2 minggu belakangan ini, atau karena memang bagian keempat ini termasuk isu yang sensitif bagi saya (:mrgreen:) . Bagian yang bisa dikerjakan dalam waktu singkat ini, bisa mulur 2 minggu.

Bagian keempat ini menceritakan tentang romansa dua orang muda. Saya tidak ingin membuat adegan romantis yang terlalu heboh (sumpah, jangan baca : saya ndak tau sama sekali soal romantisme).
Lanjutkan membaca “Naskah Teater Remaja (part 4)”

Naskah Teater Remaja (part 3)

Melanjutkan naskah teater remaja part 1 dan 2, kali ini saya coba upload part 3 di tempat yang berbeda (semoga tidak terlalu merepotkan prosedur downloadnya).

Mengingat keterbatasan saya dengan dialek dan penulisan bahasa negeri tetangga sebelah, nantinya saya bermaksud untuk meminta bantuan translate (sekaligus penulisan dialeknya dalam tulisan) dari seorang kawan yang sedang tinggal di sana.

Inilah naskah teater remaja part 3 :

Judul : Merdeka!; Sketsa 3 : Icon’s (bersambung)

Keseluruhan naskah ini (hingga Tamat,kelak…insya Allah), bebas untuk diunduh, dimodifikasi, disebarluaskan, dipentaskan ataupun sekedar dikumpulkan sebagai tugas sekolah :)

Sedangkan untuk tujuan komersial, silahkan sebagian keuntungan disisihkan untuk eksistensi Teater “cah Pady – Panti Asuhan Dharmo Yuwono, Purwokerto. :)

Akhir kata. Naskah “Merdeka!” ini masih jauh dari harapan saya akan sebuah naskah remaja yang baik. Mungkin karena masa remaja sudah berlalu puluhan tahunan yang silam atau jangan-jangan saya tidak mengalami masa remaja dengan semestinya :mrgreen:

Jadi alangkah mulianya, jika ada dari pembaca memberikan feedback, berupa pengembalian naskah yang sudah dikoreksi dengan font yang tidak sewarna dengan naskah aslinya (biar saya langsung tau dimana kekurangan saya :) ).

Feedback bisa dikirim melalui email ke : rafeillo@gmail.com

Thanks and regards,
Pradna

Naskah Teater Remaja (part 1 and 2)

Tujuan akhir dari latihan teater adalah pementasan teater. Bukan banjir 😀

Dan memang inilah yang diharapkan dari anak-anak Panti Asuhan Dharmo Yuwono Purwokerto, yang tergabung dalam Teater “cah Pady”.

Setelah berdiskusi dengan mereka. Disimpulkan, kalau “cah Pady” menginginkan naskah humor yang ringan. Hal ini dimaklumi, pada usia SMP –  SMA tentu menginginkan sesuatu yang ringan, bisa memancing tawa penonton dan pada akhirnya membuat penonton memperhatikan penampilan mereka 🙂

Maka yang muncul di pikiran saya adalah, pementasan sketsa humor semacam Extravaganza (TransTV) ataupun Opera Van Java.

Tentu saja, pementasan seperti itu jauh dari bentuk ideal sebuah pementasan teatrikal… Ah, apa yang diinginkan seorang sutradara selain pemainnya bermain dengan lepas di atas panggung, bukan? ^_^

Jadilah naskah drama remaja seperti ini :
Lanjutkan membaca “Naskah Teater Remaja (part 1 and 2)”

Anak Panti Asuhan Dharmo Yuwono Purwokerto dan Banjir!

Ehm…ini adalah sekuel dari tulisan yang belum dibikin (Membayangkan sekelas Film Star Wars yang lebih dulu dibuat sekualnya, baru prekuelnya).

Tapi ini juga bukan cerita Banjir-nya Obrolan Sore.

Ini lagi-lagi adalah cerita seru bersama anak-anak Panti Asuhan Dharmo Yuwono, Kali Putih, Purwokerto… Penjelasan asal muasal berkegiatan dengan mereka… silahkan simak prekuel tulisan ini yang (semoga) akan segera disusulkan…. eh

Seperti biasa, sore itu ada latihan rutin teater  Cah PADY (sudah mufakat, inilah nama teater mereka ^_^).

Kali ini, kebetulan saya sendiri yang datang latihan. Teman-teman Blogger Banyumas yang lain sedang berhalangan.

Dan seperti sebelum-sebelumnya, latihan kali ini dilakukan di Aula Belakang Panti Asuhan.

Dimulai dari latihan Preparation, latihan vokal, dilanjutkan dengan latihan spontanitas dan improvisasi (yang biasanya berguna kalau ada kejadian tidak terduga sewaktu pentas). Latihan improvisasi ini sebetulnya lebih asik kalau ada salah satu anggota memulai memancing dengan lebih dahulu masuk “panggung”, memerankan sesuatu dan anggota yang lain segera masuk menimpali, dan akhirnya membentuk cerita secara spontan 🙂 .

Tapi karena baru pertama, yah…3 cerita, saya yang memulai dan cuma 3 anak yang ikut nimbrung. Akhirnya, menyerah karena kehabisan cerita, dibentuklah kelompok-kelompok kecil diantara mereka untuk membuat cerita sendiri  :mrgreen:

Mulai bagian latihan yang seru inilah, hujan mulai turun dengan deras.

Tempias hujan, mulai memasuki aula yang setengah terbuka. Tapi tidak menyurutkan semangat mereka untuk berpentas spontan tanpa naskah. Silakan dilihat foto-fotonya 🙂

Lanjutkan membaca “Anak Panti Asuhan Dharmo Yuwono Purwokerto dan Banjir!”

Atas ↑