Sore hari.

Gawat.

Rumah Cengkir didatangi dan dikepung anak buah Ki Jagabaya, dari kesatuan Jagabayan. Kesatuan yang bertugas melindungi desa Carangpedopo dari tindak jahat para bromocorah.

Anggota Jagabayan ini mencari Kang Sronto. Menurut Jagabayan, tindak-tanduk Kang Sronto ini sudah merongrong kewibawaan Jagabayan.

Tidak bisa dibiarkan.

Dua kompi Jagabayan dikerahkan untuk menjemput Kang Sronto di rumah Cengkir yang juga sebagai markas KPK (Kaur Pemberantas Kedzoliman).

Maka, suasana sore lengas di penghujung musim kemarau terasa mencekam di rumah Cengkir. Gemetar, Cengkir hanya bisa menyilakan para anggota Jagabayan yang berbadan tegap dan bersenjatakan pentungan mengkilap. Kang Sronto belum datang, kata Cengkir pucat-pasi.

Para Jagabayan, menunggu untuk menyergap Kang Sronto si pembelot. Kang Sronto memang sebelumnya pernah dinas di kesatuan Jagabayan. Tapi sejak bertugas di KPK (Kaur Pemberantas Kedzoliman), Kang Sronto malah ngobrak-abrik kedaulatan Jagabayan. Kang Sronto berani menyeret DS (Dikun Susilo), sesepuh Jagabayan, dalam kasus pengadaan simulator dokar (delman).

Rumah Cengkir diduduki pasukan Jagabayan. Cengkir tersandera.

Lanjutkan membaca “Obrolan Sore 19 : Dimana Kepala Desa?”