gerakan desa membangun banyumas

Melanjutkan tulisan bagian pertama.

2. Kualitas Konten

Untuk bisa lepas dari jeratan UU ITE Pasal 27 ayat 3, maka produk tulisan adalah tulisan yang mematuhi kaidah jurnalistik sehingga mendapat payung hukum UU no 40 tahun 1999.

Itu idealnya.
Dari setiap bengkel kerja kelas menulis berita desa itu juga yang diajarkan.

Hanya saja…
ah, menurut sudut pandang saya, kalau itu semua dipaksakan akan tidak lucu lagi dan menjadi kekhawatiran yang terlalu berlebihan 🙂

Tujuan lain dari “desa bersuara” ini adalah memperbanyak konten positif tentang desa.

Mencari-cari kekurangan desa dan mengabarkannya itu sudah ada yang menggawanginya sendiri. Yaitu media-media arus utama yang masih menganut “(your’s) bad news is (my) good news”.

Jika mengharapkan kritis dan reaksionernya konten desa membongkar aib desa,
Jika mengharapkan dewa 5 W + 1 H selalu hadir di setiap tulisan berita website desa,
Terus apa bedanya dengan media modal besar?

Lanjutkan membaca “Gerakan Desa Membangun : Sebuah Sudut Pandang (bagian 2)”