museum desa dermaji

Museum adalah institusi permanen, nirlaba, melayani kebutuhan publik, dengan sifat terbuka, dengan cara melakukan usaha pengoleksian, mengkonservasi, meriset, mengomunikasikan, dan memamerkan benda nyata kepada masyarakat untuk kebutuhan studi, pendidikan, dan kesenangan. Karena itu ia bisa menjadi bahan studi oleh kalangan akademis, dokumentasi kekhasan masyarakat tertentu, ataupun dokumentasi dan pemikiran imajinatif pada masa depan. Sejak tahun 1977, setiap tanggal 18 Mei diperingati sebagai Hari Museum Internasional. [Wikipedia]

Mendokumentasikan kekhasan masyarakat itulah yang menjadi dasar ide bagi Pemerintah Desa Dermaji, kecamatan Lumbir untuk mendirikan Museum Desa Dermaji “Naladipa”. Nama museum diambil dari nama Kepala Desa Dermaji yang pertama, yaitu Naladipa. Dalam sejarah lisan Desa Dermaji, Naladipa dikenal sebagai orang yang dermawan dan sakti sehingga muncul nama Dermaji (Derma= Dermawan + Aji=Sakti).

Museum yang diresmikan pada 17 Juni 2013, dimaksudkan sebagai media rekam kehidupan masyarakat desa di ujung barat kabupaten Banyumas ini. Selain itu,  museum desa menjadi media penghubung pengingat kearifan masa lalu untuk membangun masa depan.

Berikut video Bayu Setyo Nugroho, Kepala Desa Dermaji tentang Museum Desa Dermaji :

Lanjutkan membaca “Museum Desa Dermaji : Penghubung Masa”