Sore hari.

Lik Power, Mas Roy, Kang Sronto, burung-burung, Tukang Cerita, angin, semua terdiam-ternganga melihat apa yang dilakukan makhluk ciptaan Tuhan satu ini. Di depan mereka semua, Cengkir sedang melakukan ritual misterius. Cengkir berpindah dari tiang ke tiang yang lain di rumahnya. Tidak hanya itu, di setiap tiang yang Cengkir pegang dengan satu tangan, tubuhnya bergelinjangan.

“Chaiya, chaiiiyaaa…” mulutnya yang tebal meneriakkan mantra-mantra aneh. Mukanya jadi sendu, tangan satunya yang tidak memegang tiang dilambai-lambaikannya.

“Kamu lagi apa, to Ceng?” tanya Kang Sronto, tidak tega melihat sohibnya tersesat melakukan ritual tidak jelas seperti itu.
Lanjutkan membaca “Obrolan Sore 16 : Icha…eh,Acha,Acha,ada EmDee di Gedung baru he!”