Arsip

Posts Tagged ‘desa membangun’

Bisnis Banyumas Go Online Sebuah Kerja Dablongan

Desember 18, 2012 Tinggalkan komentar

bisnisUKGO1

Setelah Juguran Blogger Banyumas, ini adalah kerja masif Blogger Banyumas di tahun 2012. Bertempat di Aula Telkom Purwokerto, setiap hari 1 angkatan dengan materi yang sama tiap harinya, mulai dari hari Senin (10/12) sampai Jumat 14 Desember 2012,sebanyak 125 orang dihadirkan selama 5 hari untuk mengikuti Workshop Bisnis Banyumas Go Online.

Kendablongan ini dimulai ketika menentukan waktu pelaksanaan acara bertagar #bisnisBMSGO ini. Disepakati acara akan berlangsung 5 hari. Daripada menunggu terlalu lama, dengan kejam disepakati workshop diadakan langsung setelah selesai acara Ulang Tahun Gerakan Desa Membangun (Ultah GDM) yang Pertama.

Karena Blogger Banyumas juga jadi panitia Ultah GDM yang diadakan di desa Melung, maka harus merangkap kerja dengan mempersiapkan workshop #bisnisBMSGO.

Jadilah kerja marathon selama 9 hari berturut-turut. Empat hari Ultah GDM disambung 5 hari Workshop Bisnis Banyumas Go Online #mdrcct :D
Read more…

Juguran Blogger Banyumas Sebuah Kerja Dablongan

Juli 28, 2012 13 komentar

Sebelum bercerita tentang kesan saya tentang acara Juguran Blogger Banyumas, saya ceritakan dulu budaya khas yang melatari penamaan acara wisata desa ini.

Pertama adalah Juguran.
Sama seperti di daerah lain, budaya berkumpul santai sekedar menyambung silaturahmi juga dikenal di Banyumas. Daerah lain mengenalnya dengan istilah cangkrukan, kongkow atau yang lain. Banyumas mengenalnya dengan istilah juguran.

Ada Juguran berarti terjadi Dopokan.
Pelafalan Dopokan adalah “k” diucapkan dengan jelas (bukan dopo’an). Dopokan berarti chit-chat / obral-obrol dalam suasana santai. Bisa menghasilkan keputusan yang kemudian ditindaklanjuti atau sekedar bertukar informasi.

Maka, tidak ada dopokan di acara juguran yang asyik tanpa ditemani wedang clebek dan mendoan hangat.
Wedang clebek adalah minuman kopi racikan sendiri dan ditumbuk manual.
Mendoan adalah tempe lebar yang dilumuri tepung tipis dan digoreng tidak sampai keras (mendo). Puncak kenikmatan tertinggi tempe mendoan adalah sesaat setelah diangkat dari penggorengan. Terasa meleleh di mulut.

tempe mendoan banyumas

Tempe Mendoan

Read more…

Magnet itu Bernama GDM

Juli 22, 2012 13 komentar

lokakarya desa membangun di dawuhan banyumas

Menyusul Lokakarya Desa Membangun IV di desa Dawuhan Wetan, kecamatan Kedungbanteng yang diselenggarakan Mei silam, dua bulan kemudian Lokakarya ke V diadakan di desa Dawuhan, kecamatan Banyumas.

Selama setengah tahun sudah lima kali diadakan lokakarya, terkesan sangat agresif (bahasa gaulnya : selo tenan :D) . Tapi begitulah kenyataannya. Sejak ditularkan di desa Melung (Banyumas, Jawa Tengah) sebagai desa kedua setelah sukses di desa Mandalamekar (Tasikmalaya, Jawa Barat), desa-desa lain di wilayah Banyumas ternyata menyambut dengan antusias.

Maka tidak mengherankan jika Gerakan Desa Membangun (GDM) berkembang secara agresif di kabupaten Banyumas. Dalam kurun waktu 6 bulan sudah lebih dari 30 desa di wilayah Banyumas yang tertarik bergabung di GDM.

Gerakan Desa Membangun sendiri merupakan gerakan sosial yang berintikan pada pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efesiensi pelayanan kepada masyarakat dan peningkatan ekonomi kreatif desa.

Bermuara dari tujuan tersebut, meski ini adalah gerakan sosial, GDM telah menjadi magnet banyak elemen masyarakat.

Read more…

Lomba Perahu Naga di Dreamland desa Pancasan, Banyumas

April 4, 2012 15 komentar
kaos gerakan desa membangun banyumas

Desain kaos Desa Membangun yang dikenakan Tim Perahu Naga Desa Membangun

Berita resminya ada di situs Blogger Banyumas.

Di sini adalah cerita nista-nya :D

Satu hal yang menyenangkan dari Gerakan Desa Membangun (GDM) Banyumas adalah ke-kasual-annya. Santai, belajar bersama, saling mendukung, saling memotivasi meski seringnya dalam hal penistaan :D

Tapi layaknya keluarga, saling gojek-kere seperti itulah yang membuat ikatan antar desa ini menjadi kental dan menyenangkan (bahasa jawa-nya : kanca/konco pliket :lol: )

Lihat saja, begitu ada undangan dari desa Pancasan, kecamatan Ajibarang, Banyumas untuk mengikuti Lomba Perahu Naga, langsung ditanggapi dengan semangat : ayo ikut!

Secara alami, terbentuklah 1 tim perahu naga GDM.

Menyadari sebagian besar anggota tim perahu naga GDM belum pernah sekalipun mendayung perahu naga, Tim Desa Membangun Banyumas ini meminta kemurahan hati Kepala Desa Pancasan untuk mengizinkan latihan terlebih dahulu sebelum hari pembantaian perlombaan.

Permission granted. Ijin diberikan.

Maka, hari kamis sore (sebetulnya sih janjiannya tidak begitu sore, hanya molor dulu kemana-mana :D ) tanggal 29 Maret  2012, Tim Perahu Naga GDM berkumpul di Dreamland Pancasan, Ajibarang, Banyumas.

Sekali lagi, Dreamland ini merupakan wahana rekreasi air yang sedang dikembangkan secara agresif demi tujuan mulia : ikon Jawa Tengah.

Ini saya tampilkan lagi rangkuman foto Dreamland Pancasan, Ajibarang – Banyumas :

dreamland desa pancasan,banyumas

Dreamland Pancasan, Ajibarang - Banyumas

Tempat yang sangat menggiurkan untuk bersenang-senang. Maka tidak heran jika (silakan perhatikan timeline foto berikut ini) :

Read more…

Lokakarya Desa Membangun III, Desa Dermaji, Banyumas

Maret 12, 2012 4 komentar
lokakarya desa membangun desa dermaji banyumas

Lokakarya Desa Membangun III, desa Beji, Banyumas

Dua hari luar biasa saya alami akhir pekan ini. Tanggal 11-12 Maret 2012, saya mengikuti acara Lokakarya Desa Membangun III, di desa Dermaji, kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas.

Lebih lengkapnya tentang apa itu dan acara Gerakan Desa Membangun, silakan baca tulisan saya di Blogger Banyumas :). Karena seperti biasa, di sini tempat untuk menuliskan “kesan” yang saya dapat selama acara.

Intinya sih, Gerakan Desa Membangun (GDM) adalah gerakan gotong-royong untuk mengenalkan teknologi informasi dan komunikasi kepada desa guna dimanfaatkan untuk mengabarkan kepada dunia potensi desa mereka yang didukung oleh Sistem Informasi Desa yang berbasis open source.

Saya beruntung teman-teman Infest Jogja dan Jogloabang  bersedia menyisihkan sedikit tempat duduk, sehingga saya bisa menumpang mobil nyaman pergi-pulang ke desa Dermaji :D

Apalagi selepas jalan raya Lumbir masuk ke desa Dermaji, jalan berubah menjadi jalur off road dengan kelokan, turunan dan tanjakan yang bisa membuat para pecinta olahraga ekstrim meneteskan air liur. Sayangnya tidak kalau kita memakai mobil keluarga (pinjaman) yang biasa.

Read more…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.412 pengikut lainnya.