Cari

Pradna's Corner

Just another tempat mojoknya Pradna

Tag

Chit Chat

Juguran Blogger Banyumas Sebuah Kerja Dablongan

Sebelum bercerita tentang kesan saya tentang acara Juguran Blogger Banyumas, saya ceritakan dulu budaya khas yang melatari penamaan acara wisata desa ini.

Pertama adalah Juguran.
Sama seperti di daerah lain, budaya berkumpul santai sekedar menyambung silaturahmi juga dikenal di Banyumas. Daerah lain mengenalnya dengan istilah cangkrukan, kongkow atau yang lain. Banyumas mengenalnya dengan istilah juguran.

Ada Juguran berarti terjadi Dopokan.
Pelafalan Dopokan adalah “k” diucapkan dengan jelas (bukan dopo’an). Dopokan berarti chit-chat / obral-obrol dalam suasana santai. Bisa menghasilkan keputusan yang kemudian ditindaklanjuti atau sekedar bertukar informasi.

Maka, tidak ada dopokan di acara juguran yang asyik tanpa ditemani wedang clebek dan mendoan hangat.
Wedang clebek adalah minuman kopi racikan sendiri dan ditumbuk manual.
Mendoan adalah tempe lebar yang dilumuri tepung tipis dan digoreng tidak sampai keras (mendo). Puncak kenikmatan tertinggi tempe mendoan adalah sesaat setelah diangkat dari penggorengan. Terasa meleleh di mulut.

tempe mendoan banyumas
Tempe Mendoan

Lanjutkan membaca “Juguran Blogger Banyumas Sebuah Kerja Dablongan”

Telpon tentang Vista

Purwokerto, 4 Agustus 2008 Pukul 20.45
Aku dapat telpon dari temen. Dia cerita tentang niatnya yang akan meng-uninstall Windows Vista Genuine bawaan dari laptopnya (hiks, sayang sekali). Pertimbangannya, karena banyak software bajakan hasil crack ato patch yang gak mau jalan di Vista.

Aku sendiri cuma sesekali mencoba produk Microsoft ini (karena jelas alasannya, nggak mampu!), jadi aku nggak bisa komentar banyak. Nggak tau juga, apakah program-program yang mau dia install kompatibel dengan Vista atau memang Vista tidak mau menerima program bajakan.

Ada beberapa hal yang muncul di pikiranku. Tapi sebelumnya, sori kalo nggak mengikuti perkembangan Vista dari awal sampe sekarang, jadi ini hanya dugaan sesa(a)t:

  1. Kalo toh nanti semua software bajakan bisa berjalan di Vista, tentunya Microsoft bakal mengeluarkan produk yang lebih anti bajakan lagi. Ini berarti => repot.
  2. Misalnya sekarang sudah beredar bajakan program yang bisa jalan di Vista asli, tetep harus jeli saat membeli software itu. Karena siapa tau itu cuma propaganda cover software bajakan itu biar laku. Lagi-lagi ini => repot.
  3. Ato mungkin seperti temenku ini yang tidak punya waktu untuk bersusah-payah meriset software bajakan yang bisa jalan di Vista asli, memilih untuk menghapus Vista dan berniat mengganti dengan Windows XP yang tentunya bajakan. => repot dan sayang Vista oroginal-nya yang dikorbankan.
  4. Kenapa nggak membeli software asli yang support Vista? Toh, secara ekonomi dia jauh lebih mapan daripada pengejar mimpi tidak jelas ini? Wah, kalo semua software yang dibutuhkan dibeli versi aslinya, bakal ngajak miskin kali ya. =>repot juga jadinya.

Jadi timbul pertanyaan: Kenapa semua kerepotan diatas, nggak dikonversikan jadi kerepotan di awal-awal mempelajari Open Source?

Paling-paling investasi awal adalah membengkaknya tagihan internet, anggaran belanja kopi dan sedikit tambahan biaya buat pijet encok. Tapi setelah menguasai dan terbiasa, ya semuanya jadi seperti saat menggunakan OS bajakan, kan. Mudah dan menyenangkan.

Ini kemungkinan yang mungkin nggak terjadi (rekursif kalimat tiada akhir! ;p ) : Secara teratur, Microsoft kan mengeluarkan rilis terbaru untuk OS-nya. Semakin lama semakin tak tersentuh program bajakan. Jika suatu saat OS Microsoft begitu sempurna sampai-sampai tidak crack-er yang bisa menembusnya…wuah, bakal laris tuh OS Open Source!

Demikian, impian dari pengejar mimpi yang tidak jelas.
Kalo ini diposting beberapa hari setelah waktu kejadian, itu semata karena aku lagi di daerah dengan modal kualitas GPRS yang semakin tidak jelas. Jadi kalo mo posting ini di wordpress, bakalan nggak jelas kapan selesai uploadnya.

Atas ↑