Cari

Pradna's Corner

Just another tempat mojoknya Pradna

Tag

Cerpen

Reveal

Yang Terhormat,
karena semua sudah berakhir, tidak adil rasanya kalau hamba tidak mengungkap ini.

Yang Terhormat,
ingatkah cerita tentang anak yang berbohong dua kali mengatakan ada serigala masuk kampungnya, dan cerita ketiga warga sudah tidak percaya lagi? Padahal benar-benar ada serigala yang menyantap ternak warga.

Itulah dasar dari dunia telik sandi (Covert-Ops). Membuat cerita seolah-olah ada berulang kali sehingga tercipta di benak bahwa itu benar-benar ada, menghantamnya dengan “kenyataan” bahwa cerita itu ternyata tidak ada, padahal sebenarnya cerita itu memang benar-benar ada… atau memang benar-benar tidak ada tapi disajikan secara ada dan tiada.

Memang terdengar seperti pelajaran filsafat yang membingungkan. Tapi ini adalah filsafat yang diterapkan secara keji untuk suatu kepentingan.
Lanjutkan membaca “Reveal”

satu, dua, tiga… Egois (selfish)

#1

Sayang,
urus sendiri dulu urusanmu, ya
Aku sedang menyiapkan peti matiku

#2

Sayang,
selesaikan sendiri dulu masalahmu dengan dirinya, ya
Aku sedang menyiapkan kuburanku

#3

(will)
Nah Sayang,
tolong urus mayatku, ya
————————————————————————————————————————————————–

Ini adalah bagian Kedua dari Trilogi “Shadow” :
1. Tak Bisakah?

2. satu, dua, tiga… Egois (selfish)

3. Reveal

Maaf..

“Keterlaluan!” getir Gadis Jam 5 Sore.

“Maaf..” lesu Tukang Cerita.

“Ada dusta di matamu!” murka Gadis Jam 5 Sore.

“Maaf..” lirih Tukang Cerita.

—Interval—
Lanjutkan membaca “Maaf..”

Turning Point

Sore hari yang cerah.

Burung-burung mulai kembali berdatangan setelah seharian beterbangan kian kemari untuk mencari makan. Ribut diantara rindangnya pepohonan jati yang ditanam dengan jarak terukur, tepat di bawah barisan bukit kapur berbentuk kerucut (cone hill).

Di bawah bukit itulah berdiri seadanya sebuah pondok dari kayu pohon kelapa, beratapkan rumbai kelapa. Menyendiri diatas tanah pasir, diantara pepohonan jati. Cukup untuk sekedar terlindung dari terpaan angin laut yang berjarak hanya selemparan batu.

Dalam bilik sederhana berlantaikan pasir pantai, diatas meja dari kayu pohon nangka yang telah menghitam terdapat laptop yang telah berminggu ini tidak pernah dinyalakan. Duduk diatas kursi kayu usang, Tukang Cerita yang juga telah terdiam berminggu ini. Berminggu pula dia hanya menatap tebing tebing kapur dari jendela di depannya, dan hanya sesekali mengalihkan pandangannya ke layar hitam layar laptopnya.

Tiba-tiba sesosok laki-laki terpantul dari layar laptop yang telah berdebu itu.

“Hantu.” kata Tukang Cerita pendek.
Lanjutkan membaca “Turning Point”

3 Kata 3 Cerita

Suatu Sore di Taman Bunga.

“San”

Ya?

“Gak”

“San”

Apa?

“Cantik”

Hmm?
Lanjutkan membaca “3 Kata 3 Cerita”

Persimpangan

Langkahku terhenti di sini.

Backpack besar yang membebani pundak, segera kuhempaskan begitu saja ke tanah di bawahku. Sekilas aku memandang tas yang berisi segala macam peralatan pentas pribadiku, untuk sekedar menyambung hidup di sepanjang perjalananku selama ini. Beragam lakon sudah aku perankan di jalanan, di sudut kota, di mana saja, demi meraup receh yang mengantarkanku ke perjalanan berikutnya.

Seringai kering yang menghiasi bibirku ketika aku mengalihkan pandangan ke sekelilingku, langsung lenyap. Kenyataan di depanku membuat segala macam perasaan positif yang pernah didefinisikan orang, menguap…lebih tepatnya, membeku.

Sejauh mata memandang, terlihat hamparan putih salju. Hanya dihiasi oleh pepohonan kering yang mencuat keluar dari permukaan putihnya salju, memberikan sentuhan warna hitam mengerikan. Seperti kepala orang yang terserang penyakit kulit parah.
Lanjutkan membaca “Persimpangan”

Publish Pertama

Sekedar bercerita, karena saia lagi gembira.

Cerpen saia untuk pertama kalinya,

Di publish serius oleh Gagas Media

di dalam blog-nya.

“Warung Koboi” adalah judulnya

Inilah alamatnya:

http://kandangagas.blogspot.com/2008/10/warung-koboi.html

Kalo berkenan, silahkan komentar disana.

Dari Gagas Media,

saia dapat souvernir buku berjumlah tiga.

Soal, nanti bakal ada carita-cerita saia yg lainnya,

Wah, saia tidak bisa menjamin kalo bakal ada.

Namun, kini biar kunikmati saja.

Demikian, terima kasih atas perhatian Anda.

…..

Sadarkah Anda,

kalo postingan ini berakhiran -a?

Atas ↑