Cari

Pradna's Corner

Just another tempat mojoknya Pradna

Tag

buku

Menghilangkan DRM Google Playbook untuk Kindle

Demikianlah. Setelah nggaya ada Kindle Paperwhite di tulisan sebelumnya, kemudian trus ketemu keinginan sejuta umat pengguna Kindle di Indonesia… #tapilebay

Yaitu, kepengen buku-buku yang dibeli dari Google Playbook dapat dibaca nyaman di Kindle.

Ini postingan, yang sebagian cepat saja tanpa gambar ya. Karena sebagian sudah banyak tutorialnya di luar sana (jangan baca : males, red)

Jadi singkatnya , setelah membeli buku di Google Playbook, trus kita unduh di komputer. Sebaiknya yang diunduh versi epub-nya. Unduhnya tentu di https://play.google.com/books  dengan akun gmail yang buat beli bukunya ya, biar buku yang sudah dibeli methungul di situ.

Lanjutkan membaca “Menghilangkan DRM Google Playbook untuk Kindle”

Trilogi Bartimaeus

[Sama seperti Adachi Mitsuru ini adalah repost dari blog lama yang domainnya sudah padam]

Pertama kali liat sampul buku ini, terus terang tidak terlalu tertarik.

Saya lihat terlalu fantasi…(karena sering terjebak kisah fantasi yang tidak menyenangkan untuk dibaca…kecuali : Harry Potter, dan serial Eragon).

Lanjutkan membaca “Trilogi Bartimaeus”

Review 66 Jurus Mabuk Buat Ngeblog

66 jurus mabuk buat ngeblog
Buku 66 Jurus Mabuk Buat Ngeblog

Wataaa…

Beberapa waktu silam saya mendapat kiriman buku silat dari Penulis yang telah menelurkan beberapa buku, kang Fary SJ Oroh. Salah satunya pernah saya tulis sebelumnya, 55 Tip Terbaik Google+.

Kali ini buku yang kang Fary kirim adalah “66 Jurus Mabuk Buat Ngeblog“.

wataaa….

Kalau membaca rekam jejak kang Fary di dunia tulis persilatan, yang beliau tuangkan di Padepokan Rumah Kayu, dapat dimaklumi kalau bukunya kali ini mengangkat tema persilatan.

Hanya saja, dalam bukunya ini kang Fary menampilkan jurus-jurus yang tidak asing lagi di dunia persilatan yang kemudian diimplementasikan di dunia blogging.

Menarik.

Lanjutkan membaca “Review 66 Jurus Mabuk Buat Ngeblog”

55 Tip Terbaik Google+

55 Tip terbaik google+
buku 55 Tip Terbaik google+

Oke, Pertama : Senang

Senang karena saya mendapat kepercayaan dari Penulisnya langsung (Fary SJ Oroh) untuk me-review buku kesekiannya beliau. Itu berarti saya dapat buku gratis dari Fary ^_^v

Maka dari itu  sebagai “suap” kepada mas Fary, saya jelaskan apa yang saya ketahui tentang Penulis buku yang sudah beredar di toko buku – toko buku kesayangan Anda.

Secara pribadi, saya belum pernah ngobrol langsung via manapun dengan Penulis. Semua komunikasi melalui manager Sang Perantara 😀

Beberapa hal yang jelas dari mas Fary adalah beliau seorang wartawan. Telah menerbitkan buku-buku tentang IT, beberapanya diterbitkan oleh PT. Elexmedia Komputindo.Salah satunya buku 55 Tip Terbaik Google+ ini.
Lanjutkan membaca “55 Tip Terbaik Google+”

Buku Relawan Merapi

buku relawan Merapi
Buku Relawan Merapi "Berbagi Jejak Kebersamaan untuk Anak-anak Negeri"

Ampun kepada Anaz. Setelah cetakan kedua baru saya menuliskan buku ini (worship)

Seperti yang pernah saya tuliskan di sini ceritanya (silakan dicari sendiri di sini ya 🙂 ), saya diminta untuk menyumbangkan 1 cerita dari 11 cerita yang ada di buku “Relawan Merapi” ini.

Sedangkan awal mula lahirnya buku ini dimulai dari kehadiran Anazkia sebagai relawan Merapi di Jogjakarta. Padahal beliau sedang menikmati masa cuti sebagai Pahlawan Devisa, untuk berkumpul dengan keluarga. Tetapi beliau lebih memilih untuk melebur, bahu-membahu berusaha meringankan beban “saudara-saudara”-nya yang sedang diguncang Merapi.

Luar biasa.

Memang begitulah sosok luar biasa ini sejak pertama kali saya dikenalkan oleh Queenie (baca : kweni… #PLAK)
Lanjutkan membaca “Buku Relawan Merapi”

Obrolan Sore 11 : Tamu dari Rumah Kayu

Sore hari.
Semilir angin sore berhembus masuk ke teras depan rumah joglo yang telah berusia beberapa generasi. Selama beberapa generasi itu juga, setiap sore di rumah Cengkir selalu diwarnai dengan gojek-kere para pemuja Obrolan Sore. Gojek berarti bercanda, kere berarti miskin. Di tengah himpitan tuntutan kebutuhan rumah tangga, para pelakon Obrolan Sore selalu bisa menertawakan kondisi kini yang bahkan paling absurd sekalipun.

Meski beberapa kali suasana dialog menjadi sedikit panas, itu hanya terjadi selama berlangsungnya acara Obrolan Sore itu saja. Setelah itu ketegangan segera menguap digantikan topik lain di sore berikutnya. Wajar saja, ini karena warga Carangpedopo begitu pemaklum. Kalau toh nanti suatu kasus berulang kembali, paling hanya menghangatkan Obrolan Sore untuk kemudian dilupakan kembali.
Lanjutkan membaca “Obrolan Sore 11 : Tamu dari Rumah Kayu”

Atas ↑