Sore hari.

Lik Power, Juragan Brono, Kang Sronto dan Kang Guru duduk mengelilingi meja jati bundar termakan usia di teras rumah Cengkir yang berbentuk joglo.

Seperti otomatis, sebagai tuan rumah dan pewaris tempat Obrolan Sore generasi akhir, Cengkir keluar rumah untuk menghidangkan suguhan kopi panas nan kental. Obrolan Sore siap dimulai.

“Anakku Ranto yang lagi merantau di ibu kota, minta aku ngirim beras ke dia. Katanya di sana orang-orang lagi doyan makan beras plastik. Jadi dia susah cari beras beneran di ibu kota. Lha kan yo makin aneh aja kepengenan orang-orang ibu kota itu.” keluh Lik Power sambil mengambil tembakau dari dalam kaleng usang yang selalu tersedia di meja, dan meraciknya menjadi rokok tingwe (linting dewe / sendiri).

“Sebentar Pak Lik, putra njenengan itu kan Pak Kades, to?” potong Cengkir.

Welah, anakku kan ya ndak cuma satu, to Ceng.” sergah Lik Power.

“Oo..”

Lanjutkan membaca “Obrolan Sore 21 : Beras Plastik”