Cari

Pradna's Corner

Just another tempat mojoknya Pradna

Kategori

Cerita Tukang Cerita

Sinopsis Kumpulan Cerpen Remaja “Tunas”

ebook Kumpulan Cerpen Remaja

Sekedar merawat promosi aja ^_^

Telah hadir ebook (format .pdf) kumpulan cerita remaja “Tunas”.

Tebal:  42 halaman + iv

Terdiri dari 5 cerita.

Anda tidak perlu kuatir akan menemukan cerita yang berat atau justru remaja-lebay-termehek-mehek di sini. Apa yang akan Anda dapatkan adalah cerita yang cerah, ringan dan menikung tajam di akhir.

Ini sedikit nukilan (kalau tidak bisa disebut sinopsis) dari “Tunas” :
Continue reading “Sinopsis Kumpulan Cerpen Remaja “Tunas””

Ebook Kumpulan Cerpen Remaja “Tunas”

Dulu pernah membaca pendapat seorang seniman senior yang maaf lupa namanya, berpendapat seperti ini :

Banyaknya pertunjukan gratis hanya akan merugikan. Bagi seniman, akan membuat dia sekedar manggung saja tanpa menunjukkan performa sesungguhnya. Toh sudah dibayar. Mau ada penonton atau tidak yang penting manggung, toh sudah dibayar. Bagi penonton hanya akan membuatnya tidak mengerti apa yang ditontonnya. Toh tidak bayar. Tidak peduli seniman yang manggung bermain dengan baik atau tidak, toh tidak bayar. Jika terus berlanjut, tentu saja akan merendahkan mutu kesenian itu sendiri

Hal ini kemudian dikuatkan beberapa waktu kemudian oleh Pak Rusmanto, pimred Majalah Infolinux di salah satu seminar yang saya ikuti :

Gratis itu tidak mendidik. Karena hanya akan membuat orang tidak menghargai apa yang dia dapat

Ditutup dengan pernyataan seorang Mpu dari Internet For Kids,

Internet Untuk Anak hanya gratis pada jam tertentu. Karena gratis semua, siapa yang menutup biaya operasionalnya?

Dengan pertimbangan seperti itulah maka jadi bisa menutup alasan utamanya yang sedang kelaparan, saya memutuskan untuk mengenakan tarif  untuk ebook berformat PDF, yang berisi kumpulan cerita dari Tukang Cerita yang berjudul “Tunas”.


Continue reading “Ebook Kumpulan Cerpen Remaja “Tunas””

Reveal

Yang Terhormat,
karena semua sudah berakhir, tidak adil rasanya kalau hamba tidak mengungkap ini.

Yang Terhormat,
ingatkah cerita tentang anak yang berbohong dua kali mengatakan ada serigala masuk kampungnya, dan cerita ketiga warga sudah tidak percaya lagi? Padahal benar-benar ada serigala yang menyantap ternak warga.

Itulah dasar dari dunia telik sandi (Covert-Ops). Membuat cerita seolah-olah ada berulang kali sehingga tercipta di benak bahwa itu benar-benar ada, menghantamnya dengan “kenyataan” bahwa cerita itu ternyata tidak ada, padahal sebenarnya cerita itu memang benar-benar ada… atau memang benar-benar tidak ada tapi disajikan secara ada dan tiada.

Memang terdengar seperti pelajaran filsafat yang membingungkan. Tapi ini adalah filsafat yang diterapkan secara keji untuk suatu kepentingan.
Continue reading “Reveal”

satu, dua, tiga… Egois (selfish)

#1

Sayang,
urus sendiri dulu urusanmu, ya
Aku sedang menyiapkan peti matiku

#2

Sayang,
selesaikan sendiri dulu masalahmu dengan dirinya, ya
Aku sedang menyiapkan kuburanku

#3

(will)
Nah Sayang,
tolong urus mayatku, ya
————————————————————————————————————————————————–

Ini adalah bagian Kedua dari Trilogi “Shadow” :
1. Tak Bisakah?

2. satu, dua, tiga… Egois (selfish)

3. Reveal

Merapi, Relawan, Pro Fauna dan Jogloabang Jogja

 

Indonesia dan Merapi
sang Saka Merah Putih dan Merapi

Pertama-tama, saya sangat menyukai gambar di atas sehingga saya mengubah foto profil saya di sejumlah jejaring sosial yang saya ikuti dengan gambar tersebut. Gambar yang mengandung banyak arti, yang diambil oleh salah satu relawan yang berposko di Jogloabang. (Mohon maaf dan terima kasih, sudah saya ambil dengan seenaknya).

Erupsi gunung paling aktif di dunia kali ini seakan melengkapi serentetan bencana yang melanda negeri ini. Sekaligus memicu 19 gunung berapi lainnya untuk berstatus “siaga”. Ledakan besar Merapi tanggal 26 Oktober  2010 membawa abu vulkaniknya melintasi Antar Kota Antar Propinsi (err…AKAP isn’t?). Termasuk juga Purwokerto.

Continue reading “Merapi, Relawan, Pro Fauna dan Jogloabang Jogja”

Naskah Teater Remaja (part 4)

Meleset 2 minggu dari niat mulia menerbitkan lanjutan Naskah Teater Remaja setiap minggunya, akhirnya Naskah Teater Remaja (part 4) ini bisa diterbitkan.

Tidak tahu karena banyak yang terjadi 2 minggu belakangan ini, atau karena memang bagian keempat ini termasuk isu yang sensitif bagi saya (:mrgreen:) . Bagian yang bisa dikerjakan dalam waktu singkat ini, bisa mulur 2 minggu.

Bagian keempat ini menceritakan tentang romansa dua orang muda. Saya tidak ingin membuat adegan romantis yang terlalu heboh (sumpah, jangan baca : saya ndak tau sama sekali soal romantisme).
Continue reading “Naskah Teater Remaja (part 4)”

Naskah Teater Remaja (part 3)

Melanjutkan naskah teater remaja part 1 dan 2, kali ini saya coba upload part 3 di tempat yang berbeda (semoga tidak terlalu merepotkan prosedur downloadnya).

Mengingat keterbatasan saya dengan dialek dan penulisan bahasa negeri tetangga sebelah, nantinya saya bermaksud untuk meminta bantuan translate (sekaligus penulisan dialeknya dalam tulisan) dari seorang kawan yang sedang tinggal di sana.

Inilah naskah teater remaja part 3 :

Judul : Merdeka!; Sketsa 3 : Icon’s (bersambung)

Keseluruhan naskah ini (hingga Tamat,kelak…insya Allah), bebas untuk diunduh, dimodifikasi, disebarluaskan, dipentaskan ataupun sekedar dikumpulkan sebagai tugas sekolah :)

Sedangkan untuk tujuan komersial, silahkan sebagian keuntungan disisihkan untuk eksistensi Teater “cah Pady – Panti Asuhan Dharmo Yuwono, Purwokerto. :)

Akhir kata. Naskah “Merdeka!” ini masih jauh dari harapan saya akan sebuah naskah remaja yang baik. Mungkin karena masa remaja sudah berlalu puluhan tahunan yang silam atau jangan-jangan saya tidak mengalami masa remaja dengan semestinya :mrgreen:

Jadi alangkah mulianya, jika ada dari pembaca memberikan feedback, berupa pengembalian naskah yang sudah dikoreksi dengan font yang tidak sewarna dengan naskah aslinya (biar saya langsung tau dimana kekurangan saya :) ).

Feedback bisa dikirim melalui email ke : rafeillo@gmail.com

Thanks and regards,
Pradna

Naskah Teater Remaja (part 1 and 2)

Tujuan akhir dari latihan teater adalah pementasan teater. Bukan banjir 😀

Dan memang inilah yang diharapkan dari anak-anak Panti Asuhan Dharmo Yuwono Purwokerto, yang tergabung dalam Teater “cah Pady”.

Setelah berdiskusi dengan mereka. Disimpulkan, kalau “cah Pady” menginginkan naskah humor yang ringan. Hal ini dimaklumi, pada usia SMP –  SMA tentu menginginkan sesuatu yang ringan, bisa memancing tawa penonton dan pada akhirnya membuat penonton memperhatikan penampilan mereka 🙂

Maka yang muncul di pikiran saya adalah, pementasan sketsa humor semacam Extravaganza (TransTV) ataupun Opera Van Java.

Tentu saja, pementasan seperti itu jauh dari bentuk ideal sebuah pementasan teatrikal… Ah, apa yang diinginkan seorang sutradara selain pemainnya bermain dengan lepas di atas panggung, bukan? ^_^

Jadilah naskah drama remaja seperti ini :
Continue reading “Naskah Teater Remaja (part 1 and 2)”

Maaf..

“Keterlaluan!” getir Gadis Jam 5 Sore.

“Maaf..” lesu Tukang Cerita.

“Ada dusta di matamu!” murka Gadis Jam 5 Sore.

“Maaf..” lirih Tukang Cerita.

—Interval—
Continue reading “Maaf..”

Atas ↑