Sambungan Tulisan : Mimpi Merajut Ekosistem Produk Banyumas (Jilid 1)

Dari penjelasan di atas, kemudian muncul sebuah kesadaran bahwa kalau memang masih berkeinginan untuk membantu pemasaran online produk-produk desa, kita sendiri-lah yang terjun langsung, berjalan seiring sejalan dengan para pengrajin dan pengusaha mikro ini.

Tidak hanya sekedar memberi pelatihan-pelatihan dan sudah dilepas begitu saja.

Tentu saja effort (hasil gugel translet) yang dibutuhkan jauh lebih besar dibanding sekedar mengadakan pelatihan sekali dua sahaja. Ada usaha untuk mendatangi produsen di situ, ada usaha foto produk satu-satu, ada usaha untuk mengunggahnya di internet, ada usaha promosi setiap saat, ada usaha nego-nego, ada usaha jual beli… ugh, nulisnya saja sudah capek, padahal itu baru usaha di atas kertas, belum lagi kenyataan di lapangan.

Demikianlah, akhirnya cita-cita inipun pindah ke kategori mimpi.

6 years later (nyonto di film-film)

Waktu berlalu dan banyak yang sudah dialami. Tampaknya Tuhan masih memeluk mimpi beberapa paragraf di awal tulisan ini.

Di awal bulan penuh berkah, Ramadhan, mendadak terjadi obrolan dengan salah satu Perangkat Desa di Banyumas. Beliau menanyakan kira-kira ada ide apa untuk Karang Taruna desanya yang mau aktif lagi. Di sisi lain beliau juga pernah bercerita kalau ibu-ibu PKK selalu ada pelatihan (karena memang amanat penggunaan Dana Desa), tapi mesti bingung kalau mau memasarkan hasil pelatihannya.

hayo wis to, klop. Diajak aja Karang Taruna-nya yang lagi mau aktif buat memasarkan produk ibuk-ibuknya di internet.

Lagi-lagi, ke-keren-an di atas kertas itu tidak bisa begitu saja dilaksanakan di dunia nyata. Para pemuda KarTan masih merasa samar-samar soal konsep pemasaran online ini.

Kembali muncul kesadaran, bahwa memang tidak mudah menjelaskan sesuatu yang masih abstrak (konsep, teori, janji-janji… walo setiap 5 tahun sekali ini adalah dagangan yang paling laris).

Baiklah, cukup mimpi-mimpinya… saatnya mewujudkannya. Karena siapa tau Tuhan tidak akan menjaga mimpi-mimpi kalau hamba-Nya tidak mau mewujudkannya.

besss! jalan dulu..

Klik untuk melanjutkan membaca di : Mimpi Merajut Ekosistem Produk Banyumas (Jilid 3)