“Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu.”

― Andrea HirataSang Pemimpi

Judul dan quote-nya wis serius po, ra?

Etapi, serius… pernah kan ngalami seperti ini : dulu kita pernah punya keinginan apa gitu, keinginan yang nggak sampai dilantunkan dalam doa-doa kita, mungkin karena malu… misal karena kita pengennya PS… misal.

Sekedar mbatin : “mbesok kalo gede dan punya duit, aku beli PS ah”  . Tapi kok ya jebul (ternyata), gedenya udah tapi kerenya nggak berkesudahan. Jangankan beli PS, bayar mahar nikah aja ndak ngumpul-ngumpul… misal. Dan ndillalah-nya (duh, apa ya ini bahasa Indonesia-nya), entah gimana jalannya, kok ya bisa juga punya PS… misal lho ya.

Begitupun dengan cerita kali ini :

Tahun 2012, sejalan dengan proses pendampingan desa bersama Gerakan Desa Membangun yang memulai langkahnya dengan “desa bersuara”. Kemudian terbersit ide untuk ikut pula “menyuarakan” produk-produk desa di internet.

Jadilah tanggal 29 April 2012, dibuat website untuk galeri produk-produk desa di Banyumas yang beralamat di http://produkbanyumas.co.id

Kemudian dengan bantuan (dan keikhlasan) sang Desainer DablonganClothing tercipta pula logo Produk Banyumas seperti ini :

logo produk banyumas

Malah sekalian dibahas filosofi-arti logonya seperti ini :

Bentuk logo : Kudigaman (kalo di-Indonesiakan : senjata tapi juga dipakai untuk keseharian bertani) khas Banyumas

Arti warna :

Coklat : melambangkan tanah yang tempat segala usaha dikelola dengan ketekunan dan kerja keras..

Hijau : ..hingga usaha itu dapat bertumbuh..

Emas : ..yang berujung pada kemakmuran.

ahay! sangar po, ra

Begitulah… maka, seringnya lewat Komunitas Blogger Banyumas, beberapa kali mengadakan pelatihan online. Malah pernah juga digandeng Google di Bisnis Go Online-nya. Yang justru membuahkan kesadaran seperti ini :

Terutama untuk UMKM perdesaan, sesering dan sekeras apapun pelatihan pemasaran online diberikan, waktu untuk mempraktekkannya yang tidak ada. Sebagian besar waktu para UMKM ini sudah tersita untuk produksi dan penjualan offline.

Selain itu, seperti kita sadari, penggunaan teknologi informasi adalah masalah pembiasaan. Semakin seseorang terbiasa memanfaatkan teknologi informasi, semakin cepat juga dia dalam menggunakannya.

Hanya saja, waktu untuk pembiasaan ini tidak serta merta bisa menghasilkan uang dan serta merta mengembalikan investasi yang sudah dikeluarkan (misal untuk membeli gawai). Maka hal ini masih dianggap sebagai investasi yang buruk bagi para pelaku UMKM dengan modal kecil dan harus segera diputar.

sik, tidur sik… utekku njeblug abis nulis kayak profesor ekonom seperti di atas. Sudah pukul 02.09 pulak

Klik untuk baca kelanjutannya : Mimpi Merajut Ekosistem Produk Banyumas (Jilid 2)