muslimah di kisah magnus chase and the gods of asgard
sejak buku ketiga, belinya di Google Playbook

Mumpung lagi pada sensi kalo ngomongi ini, ikutan ah, siapa tau naikin trafik…  #eh #plak

Sebelum aku jelaskan dengan berbusa-busa, aku tuliskan dulu kalau buku yang mau aku posting ini mengandung konten sensitif agama. Jadi, buat yang sensitif soal ini, please, cukup tinggalkan saja bukunya, tidak usah dibaca, tidak perlu juga demo dan bakar-bakar bukunya ya… #please

Karena begini… *jreng jreeng*

Magnus Chase and the Gods of Asgard adalah cerita fantasi berdasar mitologi Nordik

sekali lagi,

Magnus Chase and the Gods of Asgard adalah cerita fantasi berdasar mitologi Nordik

wehehe… sapa tau ada pembaca yang kayak “teman dialog imajiner”ku yang ndak mudengan 😀

Jadi, karena berdasar mitologi nordik, pastinya harus ada :

Odin, Sang Bapa Agung yang suka banget kasih seminar motivasi
Thor, Dewa Petir besar berambut merah yang suka kentut, jelas kalah jauh tampannya sama yang di Avenger’s
Frey, Dewa Musim Panas ayah Magnus yang memberi Pedang Musim Panas yang sangat cerewet dan kain Kapal Lipat Kuning Norak
Loki, yang secara fisik sedang diikat sambil ditetesi bisa ular, tapi pecahan dewatanya masih keliling-keliling sembilan dunia untuk bikin anak

see?

Kayaknya tadi sudah disinggung-singgung cerita fantasi berdasar mitologi nordik, kan yak

Rick Riordan, penulisnya, secara konsisten memang selalu menulis cerita-cerita fantasi berdasar mitologi. Mulai dari Yunani, Mesir, Romawi, dan Nordik. Prolognya pernah aku tulis di sini.

Rick, seperti penulis-penulis best seller lainnya, selalu melakukan riset yang mendalam untuk tulisannya, kemudian dikembangkan menjadi fantasinya. Maka tidak heran jika Odin Sang Bapa Agung punya kegemaran obsesif memberi seminar motivasi pada einharji-nya 😆

Dapat 1 lagi ya kata kuncinya : riset

Secara mengejutkan, Rick Riordan memasukkan karakter muslimah di serial Magnus Chase ini. Sampai saat ini sudah ada 3 buku serial Magnus, dan karakter muslimah ini semakin kuat. Semakin kuat juga dituliskan keimanannya si karakter.

heh, kok bisa?

Tokoh itu adalah :

Samirah Al Abbas, sang Valkyrie (baca : VAL-ki-ri). Valkyrie itu semacam wanita-wanita perkasa yang bersumpah setia mengabdi kepada Odin dan bertugas memilih dan membawa jiwa-jiwa yang mati dengan berani ke Valhalla.

Valhalla sendiri adalah tempat singgah jiwa-jiwa yang mati dengan berani, sebelum mereka menjadi pasukan Odin di hari akhir (kiamat), saat Ragnarok tiba. Oleh Rick, Valhalla digambarkan sebagai hotel bintang lima dengan fasilitas prima.

Anda tentunya tidak membayangkan jiwa-jiwa mati nan pemberani dari jaman Viking hingga masa kini, duduk-duduk santai, menikmati Valhalla begitu saja, kan?

Demi menghadapi Ragnarok, mereka harus latihan mati tiap hari. Latihan perang sampai mati, latihan bela diri sampai mati, bahkan ada kelas kerajinan dan menenun sampai mati.

Setiap hari sampai Ragnarok tiba, terus seperti itu. Selama berada di (hotel) Valhalla, kematian mereka, baik karena latihan perang atau membuat tembikar sampai mat,i bakal dihidupkan lagi, untuk menyongsong kematian nan gemilang kembali keesokan harinya.

Mereka disebut Einherjar (jamak, dibaca : in-HER-yar) dan Magnus Chase adalah tokoh utamanya (iyalah, dah dijadiin judul juga). Magnus merupakan  Einharji (tunggal, dibaca : in-HER-yi).

Jadi jelas, Magnus ini a dead man… jarang-jarang kan dapat cerita yang tokoh utamanya orang mati.

Magnus mati dibunuh, atau lebih tepatnya jatuh dari jembatan saat mau dibunuh Surtr, sang raksasa api sekaligus tokoh utama saat Ragnarok kelak. Sebetulnya di versi seriusnya, Surtr ini adalah raksasa api yang cuma berdiri diam saja di Muspell (Dunia Api, salah satu dari 9 dunia mitologi Nord) sambil memegang pedang api. Baru beranjak cuma saat ikut meramaikan Ragnarok.

Tapi di seri Magnus, tampaknya Surtr sedang tidak banyak kerjaan terus memutuskan sedikit jalan-jalan ke Midgard (Dunia Manusia) hingga ketemu Magnus dan berusaha membunuhnya. Karena saat mau dibunuh, Magnus tidak cuma menjerit-jerit ngeri dan pasrah, melainkan juga berusaha melawan. Itu sudah dianggap cukup bagi Magnus masuk kategori sebagai Einharji.

Sebagai syarat einharji, jiwanya harus dibawa ke (hotel) Valhalla oleh seorang Valkyrie. Dan pembawa jiwa Magnus adalah Samirah Al Abbas yang kerja paruh waktu sebagai Valkyrie di sela-sela kesibukannya sebagai siswi SMA.

Cerita semakin rumit saat kemudian diketahui bahwa Samirah Al Abbas adalah Putri Loki sang Dewa Keonaran, Sihir dan Kepalsuan.

Sebentar… Samirah muslimah putri Dewa Loki yang mengabdi pada Dewa Odin?

Nah… begitulah. Jadi sekali lagi, sampai di sini, buat yang sensitif soal ini, silahkan buang jauh-jauh hasrat untuk membaca serial ini tanpa perlu membakar bukunya 🙂

Salah satu cara untuk menikmati kisah fantasi adalah membiarkan semuanya begitu saja. Kalau tidak, pasti akan terlalu serius menanggapi kenapa ada naga, dwarf, elf, dewa, dewa yang suka kentut… eh, yang terakhir cuma ada di kisah Magnus ding.

Ketika Sam, panggilan Samirah, ditanya apa tidak membingungkannya? Sam hanya menjawab bahwa semua ini hanyalah ciptaan Allah semata. Selesai. Dan dia kembali bertugas sebagai Valkyrie yang perkasa dengan tombak cahanya… Apalagi Valkyrie bisa terbang pulak.

Kembali ke kata kunci berikutnya : riset

Rick Riordan, terlepas dari entah apa keyakinannya karena biasanya tokoh-tokoh utamanya lebih cenderung mengaku sebagai atheis, sepertinya telah meriset tentang Islam. Kemudian menunjukkan sosok muslim ideal dan taat dalam diri Samirah.

Digambarkan mengenakan jilbab ajaib, membuatnya tidak terganggu dan mengenakan jilbabnya dimanapun dan kapanpun, saat bertempur melawan raksasa-raksasa sekalipun.

Kemudian, selain kisah-kisah kontemporer yang memang masuk genre cerita islami, penulis-penulis populer muslim yang pernah saya baca justru jarang menuliskan ini : yaitu ibadah shalat sang tokoh. Tapi di sini, Samirah banyak sekali diceritakan waktu shalat tiba, dia shalat. Bahkan di tempat Aegir Dewa laut Nordik, saat terancam di sini, dia minta ijin ke Aegir untuk shalat yang dengan polosnya diijinkan oleh Aegir. Semua mahkhluk di kesembilan dunia, tampaknya memang memaklumi ibadah shalat ini.

Kalau misal semua cerita dan monster-monster di kisah ini dihilangkan, serial Magnus Chase bakal bisa menyaingi Ayat-ayat Cinta 2 soal cerita frekuensi shalat sang tokoh.

Samirah punya kekasih bernama Amir, yang kemudian menjadi tunangannya. Amir ini manusia fana, beda dengan demigod seperti Samirah. Amir dan keluarganya yang muslim juga diceritakan gemar memberi makanan bagi orang-orang yang tidak mampu. Termasuk Magnus Chase saat masih hidup dan menggelandang.

Hingga buku ketiga, Samirah selalu diceritakan tidak pernah menyentuh, bahkan bersalaman dengan Amir sekalipun. Tidak hanya pada Amir, kepada semua cowokpun Sam tidak pernah bersentuhan secara sengaja.

Sedekat apapun petualangannya dengan Magnus, paling banter Sam hanya mengajak Magnus : pelukan jarak jarak jauh . Pokoknya jangan berani-berani menyentuh Sam… selain bukan muhrim juga dia bisa memanggil tombak cahayanya sewaktu-waktu!

muslimah di kisah magnus chase and the gods of asgard
pelukan jarak jauh pakai isyarat saja

Oya, akhir-akhir ini Sam juga selalu mengajak Alex, saudara/saudarinya (karena Alex seorang fluid-gender, gegara buat Alex, Loki adalah ibu). Alex adalah juga putra Loki beda ibu eh bapak… eh pusing.. karena Loki suka gonta ganti gender, pokoknya sudara se-Loki-an. Sam sering mengajak Alex kalau mau bertemu dengan Amir, karena memang tidak boleh sepasang kekasih belum menikah itu dibiarkan berdua saja.

Tantangan terberat buat Samirah ada di buku ketiga. Karena waktu itu memasuki bulan Ramadhan. Meski Amir sudah bilang boleh saja tidak berpuasa dalam perjalanan, melawan raksasa, atau hal lain yang bisa menyebabkan kematian, apalagi musim panas dimana siangnya lebih lama dari malamnya, tapi Sam tetap bersikukuh untuk berpuasa.

Karena keimanannya, karena Ramadhan sudah berjalan separuh, juga saat Ramadhan Samirah jadi merasa lebih kuat untuk melawan pengaruh ayahnya, Loki. Karena memang Loki mempunyai kemampuan untuk mengendalikan pikiran anak-anaknya untuk menuruti rencana-rencana jahatnya.

Berbuka puasa dengan kurma sebagai sunah Nabi juga dijalankan dan dijelaskan oleh Sam pada Magnus. Bahkan saat sahur dan shalat subuh di Niflheim (Dunia Es dan Kabut), Samirah bercerita kepada Magnus bahwa dia merasakan Lailatur Qadr. Tentu Sam menjelaskan ke Magnus apa itu Lailatul Qodr.

Hingga petualangan itu berakhir ketika malam Idul Fitri.

Selain itu, banyak sekali detil-detil tentang Islam ditulis di ketiga buku Magnus ini. Detil-detil yang mungkin kita sebagai muslim sudah jadi pengetahuan dasar, tapi bagi yang belum, hal ini memberikan gambaran tentang ajaran Islam.

Saya sendiri merasa sepanjang cerita tidak ada tendensi apa-apa dari penulis selain hanya menunjukkan bahwa ini lho ajaran islam itu seperti ini, dan ini lho gambaran muslimah yang taat itu seperti ini. Hal yang sekali lagi, luput diceritakan oleh penulis-penulis muslim untuk cerita populer.

Begitu diceritakan atau bahkan sekedar diisyaratkan bahwa si tokoh itu muslim, sudah, selesai. Tidak sampai dijelaskan detil atau rutinitas sang tokoh muslim ini. Entah karena durasi jumlah halaman, asal jangan sampai karena kuatir tulisannya nanti masuk ke genre cerita relijius.

Dengar itu, Tukang Cerita?

Siap, Pak. Iya, Pak

Demikian… jadi jangan bakar-bakar bukunya ya…maksimal 4 halaman pertama seudah bikin pembacanya ketawa-ketiwi karena ceritanya selalu lucu kok… sayang kalo didemo 🙂