produk banyumas
Gambar ini nggandeng-turut sama (desainer) DablonganClothing

Bapak-ibu seru sekalian alam. Mumpung masih dalam suasana lebaran Ramadhan. Saya mau mengucapkan mohon maaf lahir dan batin, karena tidak bisa meneruskan keterlibatan di program 1 Juta Domain tahun ini.

Begini ceritanya.

Sejak 2013 pengalaman terlibat beberapa program UMKM Go Online (Google, Kantor Pos,  terakhir Sejuta Domain), selalu menemukan pengalaman yang sama. Yakni, UMKM-UMKM konvensional tidak serta merta sempat mengelola website-nya.

Menurut penuturan para UMKM konvensional ini, mereka sudah terlalu sibuk mengelola bisnis luring-nya. Tidak ada waktu lagi buat belajar dan mengelola web-sit (bukan typo, ini kata mereka).

Berbeda dengan pengelolaan website desa yang selama 5 tahun ini kita dampingi di Gerakan Desa Membangun (GDM), yang walau sesibuk apapun, Perangkat Desa masih bisa menyempatkan untuk menulis berita berbekal motivasi untuk mengabarkan desanya. Pengelolaan website untuk bisnis konvensional tampaknya perlu pendekatan yang berbeda.

Dari situlah, usai kerjasama UMKM Go Online dengan Kantor Pos, saya pribadi mempunyai gagasan sebagai berikut :

 Mengolaborasikan teman-teman muda yang berhasrat untuk berbisnis tapi belum memiliki produk, menjadi reseller UMKM yang memiliki produk tapi tidak sempat mengelola secara online.

Demikianlah, karena ini masih berupa gagasan, belum teruji secara nyata di lapangan. Karena… ngg… anggap aja belum ketemu jalannya.

Tapi seperti biasa, ketika kita terus menggenggam suatu angan, walau secara berliku, akan “ketemu” jalan untuk mewujudkannya.

Jalan berliku itu mempertemukan saya dengan program 1 Juta Domain.

Well… karena dari dulu, saya gak ngerasa terlalu cerdas, jadinya saya selalu menganut paham (pahamnya cuma ini) “ya dicoba dulu, siapa tau di situ ketemu jalannya”.

Jadilah saya ikut gabung sebagai Pendamping 1 Juta Domain. Kata-kata “Pendamping”, sempat memberi harapan bahwa saya bisa mewujudkan harapan kolaborasi “Generasi Millenial dengan UMKM konvensional”.

Tapi belum bisa terwujud kali ini. Pemilik program juga tampaknya masih terpukau dengan angka 1 Juta di depan Domain. Etapi,  juga karena saya di sini (Banyumas) belum nemu  “pembuka sumbatan kran” biar bisa terwujud, ding … #toyorPradna.

Waktu berjalan, angan tetap digenggam.

Tahun ini tampaknya Program 1 Juta Domain diadakan lagi dengan sistem yang diubah dan hitungan angka-angka yang tidak banyak berubah,

Serius nih… wahai pemerintah, tidak capek gitu, dari dulu disilaukan dengan target dan keberhasilan angka-angka yang harus dicapai?

#menghelanapaspanjang

Baiklah… tadi saya sudah bilang kalo dari dulu saya ini ndak cerdas-cerdas?

Jadilah, saya pikir (padahal selalu kesalahan terbesar saya adalah saat berpikir), siapa tahu program kali ini ketemu jalan terwujudnya angan kolaborasi “Generasi Millenial dengan UMKM konvensional” .

Dan jalan itu kali ini menemui persimpangan.

Saya “dipertemukan” dengan Dosen FISIP (ciyus, yang otomatis ngomong Fakultas Ilmu Santet dan Ilmu Pelet itu orang kuno… #eh #akuding) yang sedang melakukan penelitian tentang E-kraf. Asyiknya, beliau tertarik mewujudkan gagasan saya!

Aku bocahmu, Prof!   #sungkem

Sepakat untuk memulai, dari rencana mengajak segelintir mahasiswa (semoga lebih banyak mahasiswinya ya, Prof), sebagai tim marketing online UMKM konvensional di Banyumas.

Harapannya adalah, produk Banyumas go online, dan mahasiswa dapat penghasilan. Syukur-syukur membesar jadi penghasilan utama mereka kelak…. aamiin.

Apakah ini bakal berhasil?
Wahaha… mulai aja belum

Tapi sekali lagi, berdasar pengalaman, selama kita menggenggam angan… insya Allah akan ditunjukkan jalannya… sekarang atau 50 tahun lagi. Yang jelas, saat ada jalan yang mengarah ke sana, akan sangat penasaran kalo tidak saya tempuh 🙂

Kelamaan di GDM, jadi pokokmen bess, eksyen dulu, minta maaf kemudian 😀

Maka, di persimpangan jalan ini, mumpung masih dalam suasana lebaran Ramadhan, sekali lagi saya minta maaf untuk menarik diri dari progam 1 Juta Domain. Dan mencoba jalan mewujudkan UMKM Go Online, versi sendiri di Banyumas ini dulu.

(lagi-lagi) siapa tahu gagasan ini bisa terwujud tidak hanya di Banyumas, tapi menyebar di seluruh Nusantara, seperti GDM… aamiin.

 

Iklan