setelah install manjaro linux

Setelah tulisan pembuka tentang Manjaro Linux, berikut beberapa hal yang saya lakukan setelah menginstal Manjaro. Sekedar catatan jika suatu saat harus menginstall Manjaro lagi. Karena jelas ini adalah catatn subjektif berdasar kebutuhan pribadi. Selain itu, melihat kelengkapan aplikasi bawaan Manjaro, separo kegiatan saya justru mengurangi aplikasi yang ada🙂

Apa yang saya lakukan setelah install Manjaro Linux adalah :

1. Membawa laptop ke tempat yang berlimpah bandwith internet untuk update Manjaro :p . Segera tersambung internet, jalankan perintah di Terminal untuk sinkronisasi, update dan upgrade :

$ sudo pacman -Syu

Setelah selesai, tidak perduli berapapun versi Manjaro yang saya instal, kini sudah jadi versi terbaru😎

2.  Sebetulnya Manjaro sudah cukup ringan. Meski begitu, saya tidak ingin membebani kerja laptop (dengan spek) tanggung yang saya punya. Jadilah beberapa aplikasi bawaan yang bakal tidak saya gunakan, saya buang saja. Aplikasi itu adalah :

  • Thunderbird. Masih butuh aplikasi email client ini sih, tapi fungsinya sudah tergantikan dalam satu paket instal Seamonkey web-browser.
  • Pidgin. Aplikasi multichat yang dulu jadi favorit. Sampai dioprek biar Pidgin bisa Facebook chat dan bahkan  biar bisa Whatsapp di Pidgin. Tapi, seperti kata seorang teman, masa tebar pesona sudah lewat – saatnya masa ambil pesona… khukhu..
  • HexChat. … asl pls.. oh, please

3. Aplikasi-aplikasi yang saya ganti :

  • Mousepad diganti dengan Gedit. Pengolah plain text Gedit masih jadi favorit karena teks yang ditampilkan menyesuaikan ukuran Gedit. Mousepad harus fullscreen terlebih dahulu jika ingin menampilkan teks panjang secara utuh. Jika tidak teksnya akan terpotong tampilannya.
  • qpdfview diganti dengan Evince. qpdfview ternyata belum secara default bisa membaca file berkestensi .djvu . Perlu ditambahkan lagi plugin/addon agar bisa membacanya. Daripada ribet, langsung ganti saja dengan Evince. Lagipula, secara tampilan lebih nyaman menggunakan Evince.

4. Aplikasi yang saya tambahkan :

  • Seamonkey. Meski oldies dari segi fitur dan tampilan. Web browser ini yang paling sering saya gunakan. Ringan dan ada paket email client, edit HTML (Composer), Address book, dan IRC Chat (makanya HexChat-nya saya hapus saja).
  • Bleachbit. Aplikasi untuk bersih-bersih cache komputer.
  • Whois. Aplikasi berbasis cli untuk mem-whois domain tanpa repot memasukkan Captcha.
  • Dropbox dan Thunar-dropbox.
  • Filezilla.

Menariknya, semua aplikasi tersebut sudah tersedia di repository Manjaro dan AUR (Arch User Repository). Sehingga tidak perlu repot lagi. Cukup jalankan perintah instalasi program untuk Manjaro.

Perintah-perintah dasar untuk perlakuan di atas, insya Allah di tulisan berikutnya🙂