Peta politik blogger.
Dirasakan atau tidak, diakui atau tidak, inilah yang terjadi di dunia blogger Indonesia.

Mau datang ke hajatan blogger, terkadang tanpa sadar, memeriksa dahulu : ini undangannya siapa? kalau saya datang ke sini, bagaimana pengaruhnya dengan karir blogger saya?😀

Mau bagaimana lagi.
Bangsa kita tercinta sangat menyenangi politik.
Tidak menyukai kalau orang lain berhasil dan sangat menyukai kalau orang lain gagal.

Mau bagaimana lagi.
Itu semua adalah nila-nilai luhur bangsa Indonesia sejak dahulu kala yang berlandaskan Pancasila.

Seperti bangsa Cina yang suka dan hebat dalam meniru. Kemahiran itu kemudian dilindungi Undang-undang yang akhirnya membuatnya menjadi bangsa yang besar.

Mungkin Indonesia bisa seperti itu jika apa yang saya tulis di atas tidak dianggap sebagai kekurangan, dan kemudian dilindungi Undang-undang…:mrgreen:

Nah.
Long weekend ini, 9-12 Mei 2013, secara bebarengan ada 2 perhelatan blogger. ASEAN Blogger di Solo, dan Ngopikere di Gunung Kelir, Purworejo.

Seperti layaknya warga negara yang baik, dua acara ini bertabur nyinyir-nyinyiran.

Mau bagaimana lagi.
Sudah budaya kok.

Yang tidak enak adalah ketika nanti nyinyir-nyinyir itu ditindaklanjuti dengan kekuasaan.
Jika tidak datang ke acara ini dan malah memilih datang ke acara sana, maka tidak akan diundang lagi di lain kesempatan dengan penuh dendam.
Atau, kalau nanti ketemua, bakal dibilang : “Kamu anak buahnya si anu ya!”

Hiks, sakit jenderal!😦

Sebetulnya sama seperti politik. Semua bebas menentukan pilihannya, tanpa harus dicap sebagai pengikut acara terlarang🙂

Saya sendiri sebagai warga kere, sebetulnya jelas lebih memilih acara dengan fasilitas kasur empuk, adem dan mandi air hangat di ASEAN Blogger.

Secara pribadi tidak mempermasalahkan acara-acara seminar. Karena di acara seminarlah berkumpul para perempuan cantik😀
Apalagi rundown acaranya 50:50 seminar dan jalan-jalan kota budaya Solo.

Hanya saja, hidup ini harus membuat pilihan-pilihan *dududu*…
Maka saya memilih untuk menemani teman-teman desa dari Banyumas dan Mandalamekar ke acara Ngopikere di Gunung Kelir, desa Donorejo,kecamatan Kaligesing, Purworejo.

Di samping itu, tentu saja alasan utama adalah temu kangen dengan gerombolan #sektesaru yang sudah sekian lama tidak bertemu melampiaskan hasrat lambe-lambe yang lanyap. Kalau saya tidak datang, trus dikutuk tidak bisa saru, piye jal😆

Maka, karena nyinyir sudah menjadi budaya. Mungkin apa yang bisa dilakukan adalah melihat dari sudut pandang yang lebih ceria :

  • Soal event bareng. Tidak usahlah diinvestigasi mana yang lebih dahulu punya ide di tanggal itu. Malah bisa bikin stres. Anggap saja kalau kebetulan ya, #ups. Kalau disengaja, Mau bagaimana lagi, itu sudah merupakan nilai-nilai luhur budaya bangsa ini. Seperti tersebut di atas.
  • Kalau ternyata bunyi slogan tidak sesuai dengan kenyataan, maklumi saja, bahasa iklan memang tidak seindah aslinya.
  • Melihat kenyataan. Bahwa ternyata hadirin di Solo adalah generasi muda penuh semangat dan blogger sesungguhnya. Sedangkan gerombolan Ngopikere adalah para legiun veteran blogger, yang karena kesepuhannya memang harus banyak-banyak didekatkan dengan alam😆

Jadi, mungkin untuk mengurangi stres dan sakit hati, ikuti saja kata para dukun motivasi. Tetaplah fokus pada jalurnya masing-masing, sehingga tidak ada waktu untuk memikirkan apa yang di luar itu.
Misalnya, kalau  #sektesaru, tetaplah pada jalurnya, tidak usah memikirkan hal-hal yang tidak saru:mrgreen:

Demikian.

Salut untuk yang diberi kemudahan kesempatan buat mengikuti dua kegiatan itu sekaligus.
Bagi para blogger, terpengaruh atau tidak dengan peta politik blogger saat ini, tetaplah semangat menulis.

ra sah dipikir terlalu serius