Sebelum bercerita tentang kesan saya tentang acara Juguran Blogger Banyumas, saya ceritakan dulu budaya khas yang melatari penamaan acara wisata desa ini.

Pertama adalah Juguran.
Sama seperti di daerah lain, budaya berkumpul santai sekedar menyambung silaturahmi juga dikenal di Banyumas. Daerah lain mengenalnya dengan istilah cangkrukan, kongkow atau yang lain. Banyumas mengenalnya dengan istilah juguran.

Ada Juguran berarti terjadi Dopokan.
Pelafalan Dopokan adalah “k” diucapkan dengan jelas (bukan dopo’an). Dopokan berarti chit-chat / obral-obrol dalam suasana santai. Bisa menghasilkan keputusan yang kemudian ditindaklanjuti atau sekedar bertukar informasi.

Maka, tidak ada dopokan di acara juguran yang asyik tanpa ditemani wedang clebek dan mendoan hangat.
Wedang clebek adalah minuman kopi racikan sendiri dan ditumbuk manual.
Mendoan adalah tempe lebar yang dilumuri tepung tipis dan digoreng tidak sampai keras (mendo). Puncak kenikmatan tertinggi tempe mendoan adalah sesaat setelah diangkat dari penggorengan. Terasa meleleh di mulut.

tempe mendoan banyumas
Tempe Mendoan

Begitulah, acara ini dinamakan Juguran Blogger Banyumas. Berkonsep njugur santai sambil mengenalkan potensi desa. Didalamnya ada dopokan bernas tentang desa membangun, potensi desa dan dunia internet. Tidak ketinggalan ditemani dengan sajian khas desa dan wedang clebek yang juga dijadikan sebagai ikon di logo acara ini.

logo juguran blogger banyumas
Paduan wedang clebek dan mouse di logo Juguran Blogger Banyumas

Itu semua cerita latar belakang acara ini. Berikutnya adalah cerita kerja di balik acara Juguran Blogger Banyumas 2012 ini (mohon dimaafkan kalau cerita ini bakal subjektif sekali dan mendekati narsis:mrgreen: ) :

Meski kata “blogger” kini sudah mulai lapuk dimakan jaman. Sebagian tergerus oleh praktisnya sosial media. Sebagian lagi karena ulah beberapa blogger sendiri dengan motivasi-motivasi eksistensi pribadinya <== ra sah digagas maksude, asal njeplak ben ketok intelek.

Namun, secara mengejutkan, ajakan Blogger Banyumas untuk memunculkan blogger-blogger Demit (Desa Melek IT), ditanggapi dengan serius oleh Desa Membangun. Sampai kita kaget sendiri, kok ya masih pada percaya sama blogger… #mdrcct  😆

Karena sudah mulai bermunculan blogger Dedemit (Desa-desa Melek IT) inilah, perlu segera diberdayakan dalam kegiatan-kegiatan. Diantaranya adalah beberapa pertemuan awal untuk pengenalan blog. Bahkan sampai masuk koran (di Gerakan Desa Membangun, media mainstream lah yang beritanya mengikuti apa maunya desa…khukhu).

blogger banyumas di harian suara merdeka
Blogger Desa masuk koran😀

Kemudian, pada bulan Mei saya mengajukan usulan ke Master Linux Banyumas yang selalu ngaku sebagai newbie (Newbie kok pegang 6 VPS linux #mdrcc😀 ), mas Estiko yang sekaligus sebagai Ketua Blogger Banyumas. Usulan yang langsung disetujui itu adalah mengadakan acara mengundang blogger dari berbagai daerah.

Dengan berbusa-busa, saya paparkan tujuan acara itu diantaranya :

  1. Mempercepat dikenalnya potensi desa ke ranah maya. Karena desa-desa di Gerakan Desa Membangun (GDM) sudah memiliki web portal berita yang dikelola masing-masing desa. Agregasi dapat di lihat di Desa Banyumas.
  2. Mempererat rasa persaudaran blogger-blogger ndeso yang baru bermunculan dan menjadi kekuatan baru Blogger Banyumas.

Kelihatan keren…hanya saja, masalahnya. Anggota lama Blogger Banyumas yang tersisa tinggal saya dan Estiko😀

Jadi, karena Estiko sudah kebagian peran jadi Ketua Blogger Banyumas, maka peran ketua panitia saya pegang dengan bingung.

Bukannya belum pernah ikut kepanitian apapun. Tapi biasanya kalau kepanitian sebuah kegiatan itu rapi banget dan banyak rapatnya. Dua hal yang tidak bersemayam dengan betah di diri saya. Ditambah lagi, saya tidak bisa memikirkan sesuatu yang rumit #curcol.

Maka 1 lagi budaya khas Banyumas yang muncul. Dablongan.
Dablongan bisa diartikan sebagai slenge’an (slank-e’an). Nyaris sama dengan seenaknya sendiri.

Begitulah,

Dari segi Konsep Acara :

Saya tidak bisa berpikir terlalu rumit. Ide dasarnya adalah mengangkat potensi desa, ya berarti nanti peserta banyak diajak keliling desa. Kalaupun nanti ada acara semacam seminar, ya formatnya dibuat sarasehan dan pembicaranya dari kalangan desa.

Sudah banyak acara blogger yang berkegiatan seminar-seminar serius dengan pembicara-pembicara selebrita. Saatnya Desa diberi kesempatan bicara. Toh, desa-desa sudah teruji memberikan materi kuliah kepada para akademisi di acara Festival TIK Rakyat di Bandung:mrgreen:

Dari segi Kepanitian :

Pikiran sederhana saya, sebelum dapat kepastian sponsor, apa sih kerja panitia selain urusan keadministrasian dan cari-cari sponsor?

Jadi, meski ada yang terheran-heran, saya umumkan kalau rapat panitia dan pembentukan panitia nanti saja, seminggu sebelum acara😆

Soal sponsor juga saya cuma bisa berpikir simpel saja. Daripada menghabiskan sumber daya untuk menyebar proposal ke pengusaha-pengusaha lokal yang, menurut pengalaman, kalaupun memberi, bentuk bantuannya itu berupa benda-benda ajaib yang malah akan merepotkan kepanitian, mending sekalian mengusahakan sponsor yang dapat menjamin keberlangsungan acara ^_^

Karena kenekatan (atau sempitnya ya) pikiran seperti itulah, Juguran Blogger Banyumas 2012 cuma dihampiri 1 sponsor utama, dari Pandi #worship. Akan tetapi, hikmahnya, kaos acara ber-hastag #Juguran ini terlihat keren tanpa bertaburan sponsor…khukhu..

kaos juguran blogger banyumas
Kaos Juguran Blogger Banyumas yang tidak banyak taburan sponsor, nyaman dipakai kapanpun ^_^

Masalah sponsor ini juga menjadi persoalan tersendiri ketika semakin mendekati hari-H belum ada satupun konfirmasi kesediaan sponsor. Sebagai solusi, desa-desa di sekitar lokasi acara menawarkan untuk saweran soal logistik makananan. Tapi saya pikir, meski tujuan acara ini adalah untuk mengenalkan potensi desa, gak enak juga kalau harus merepotkan desa-desa lebih jauh. Kalau memang tidak ada sponsor, ya udah, ditunda saja acaranya sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Ndak ada ya jangan dipaksa 🙂 .

Alhamdulillah, akhirnya ada kepastian dari Pandi. Hanya saja, karena kita sudah menurunkan tempo kerja kepanitiaan karena sponsor yang tidak kunjung datang, diputuskan acara diundur 1 minggu untuk mengembalikan tempo kerja panitia.

Sialnya, sepertinya tanggal 30 Juni – 1 Juli 2012 itu adalah hari kegiatan nasional. Buanyak banget acara yang dilaksanakan pada tanggal tersebut yang membuat banyak tamu undangan berhalangan hadir. Meski begitu, show must go on. Berapapun tamu yang datang, wisata desa harus tetap terlaksana. Syukurlah, dari target 100 orang, terkumpul 50 peserta yang mengikuti acara Juguran Blogger Banyumas di kecamatan Kedungbanteng, Banyumas. Lagi-lagi, hikmahya, Panitia jadi lebih mudah dan fokus mengkoordinir peserta sepanjang acara…hoho..

Untuk itu terima kasih kepada :

  1. Desa-desa Membangun wilayah Banyumas.
  2. Komunitas Blogger Wong Kito – Palembang.
  3. Blogger dari Bandung.
  4. Komunitas Blogger Santri Sandal-Selen – Ponpes Al-Hikmah 2 Bumiayu, Brebes.
  5. Komunitas Blogger DotSemarang – Semarang.
  6. Pegiat JGOS (Jogja Goes Open Source) – Yogyakarta.
  7. Komunitas Infest Yogya – Yogyakarta.
  8. Komunitas Blogger Madiun.
  9. Komunitas Blogger Ngalam – Malang.
  10. Komunitas Blogger Plat M – Madura.

yang telah bersusah-payah menempuh perjalanan jauh ke Banyumas #worship.

Kembali ke cerita kepanitiaan. Susunan panitia Juguran Blogger Banyumas 2012 juga tidak tersusun dengan rumit. Cukup ada ketua, terus yang penting ada Penanggungjawab Acara, ada Penanggungjawab logistik, dan syukur ada Driver. Selebihnya, pokoknya wajib datang…nanti pas acara kan butuh banyak tenaga bantuan🙂

Karena demikianlah budaya kerja perdesaan. Tanpa embel-embel jabatan yang kadang lebih membebani daripada kerjanya itu sendiri, masyarakat perdesaan justru akan lebih tergerak untuk membantu ketika memang ada yang perlu dibantu.

Demikianlah, hari eksekusi itupun tiba.

Sejak awal sudah ndablong saat acara, tidak dapat dielakkan, kerja dablongan  yang terjadi. Meski sudah dibuat rundown acara, beragam kondisi terjadi sepanjang acara. Akhirnya, lagi-lagi, kalau bisa ya dilaksanakan kalau ndak ya jangan dipaksadablongan tenan.

Berkali-kali panita melakukan manuver di sepanjang acara, menyikapi kondisi yang ada. Secara keseluruhan, trik besar acara ini adalah : kekurangan panitia tertutupi oleh keindahan pesona desa-desa di lokasi acara… haha..😆

Demikianlah, keseluruhan cerita Juguran Blogger Banyumas sebuah kerja dablongan🙂

Sekali lagi terima kasih atas seluruh dukungan kepada acara ini. Secara pribadi saya juga haturkan terima kasih kepada Pak Dhe Blontankpoer, dengan bantuan tidak kasat-matanya (jin😀 ).

Akhir kata,

Juguran Blogger Banyumas adalah acara yang bertujuan untuk mengenalkan potensi desa-desa membangun wilayah Banyumas, dan Banyumas pada umumnya. Jika kemudian acara ini belum menunjukkan output signifikan dikenalnya Banyumas pada dunia…ya tahun depan diadakan lagi dengan semangat pantang menyerah.

#alesyan #ngeles …hahay:mrgreen:

=============================================================================

Baca cerita acaranya di :

Juguran Blogger Banyumas 2012