Saya selalu merasa perjalanan kereta itu romantis.

Alasannya?

Mungkin bisa 1000 alasan saya sebutkan.Tapi bukan itu yang akan saya bicarakan.

Mengabaikan masih punya hutang beberapa tulisan di blog sebelah , saya mau cerita tentang hal lain #mukapolos.

Dulu pernah jadi 1 postingan juga diatas kereta.

Kali ini pun coba menulis di atas kereta.

Yaitu tentang ketulusan persahabatan.

Tentu saja tulis ini dipicu oleh tulisan provokatif di sana😀

Seperti biasa,pandangan saya melihat dari sudut lain.

Setelah membaca tulisan Anazkia, saya melihat, bahwa memang di antara penuh sesaknya permusuhan,kedengkian,kerusuhan…ada hal yang menyejukkan kita ditengah semua semua itu.

Yaitu: persahabatan yang tulus.

Kepentingan materi
Kepentingan kemashuran diri
Dan yang terburuk,
Prasangka
Adalah beberapa sebab yang bisa menyebabkan kawan lama tertawa bersama, menjadi saling sapa tak lagi bertegur sapa.

Bahkan untuk beberapa kasus,cinta-romansa antara 2 insan manusia juga bisa menyebabkan terputusnya sebuah jalinan persahabatan.

Parahnya,ketika cinta-romansa berujung luka,sedangkan ada 1 pihak yang beritikad mengubahnya itu menjadi persahabatan biasa & tulus, sementara pihak sebaliknya selalu memandangnya dengan curiga: bahwa itu hanyalah usaha-usaha untuk kembali membuatnya terluka.

Yah, dipikiraan saya yang memang tidak bisa berpikir rumit ini, selama untuk urusan antar manusia & bukan kriminal, saat kita memang ditakdirkan untuk mengenal seseorang, apapun perbedaan kepentingannya…itu hanyalah sebuah perbedaan kepentingan.

Selebihnya, itu adalah sahabat kita yang tetap perlu kita perlakukan dengan tulus.Saya tulis ini karena juga setelah merasakan kehangatan sambutan blogger-blogger Bengawan

Ada Pak Blontank sesepuhnya,
Ada Hassan sang ketua
Ada Mashendri sang ikon Solo😀

Apapun kepentingan saya merusuh di sana, Rumah Blogger Indonesia menyambut saya dan ketuaBlogger Banyumas dengan penuh ketulusan.Akhir kata,terima kasih kepada Anazkia atas persahabatan yang tulus tanpa prasangka🙂