Beranda > Literature > 55 Tip Terbaik Google+

55 Tip Terbaik Google+

55 Tip terbaik google+

buku 55 Tip Terbaik google+

Oke, Pertama : Senang

Senang karena saya mendapat kepercayaan dari Penulisnya langsung (Fary SJ Oroh) untuk me-review buku kesekiannya beliau. Itu berarti saya dapat buku gratis dari Fary ^_^v

Maka dari itu ¬†sebagai “suap” kepada mas Fary, saya jelaskan apa yang saya ketahui tentang Penulis buku yang sudah beredar di toko buku – toko buku kesayangan Anda.

Secara pribadi, saya belum pernah ngobrol langsung via manapun dengan Penulis. Semua komunikasi melalui manager Sang Perantara :D

Beberapa hal yang jelas dari mas Fary adalah beliau seorang wartawan. Telah menerbitkan buku-buku tentang IT, beberapanya diterbitkan oleh PT. Elexmedia Komputindo.Salah satunya buku 55 Tip Terbaik Google+ ini.

“Hmm…bukannya penjelasan ini¬† cuma kopi-paste dari ‘Tentang Penulis’ di halaman belakang buku?”

“Iya…” kata Tukang Cerita.

“Brati kamu ga tau apapun soal Penulisnya dong.”

“Tepat.” kata Tukang Cerita.

“Jadi kenapa ditulis saya jelaskan apa yang saya ketahui tentang Penulis buku..‘!! Arrgghh…!” *setrum Tukang Cerita*

Well, uhm… saya mulai saja membahas buku 55 Tip Terbaik Google+.

“Itu lebih baik.”

Tidak dapat dipungkiri, sekarang ini adalah era kejayaan Sosial Media/Jejaring Sosial.

Gelombang demi gelombang situs Jejaring Sosial menawarkan sesuatu yang “baru” untuk menjaring sebanyak-banyaknya pengguna. Semakin banyak pengguna berarti semakin besar keuntungan finansial bagi penyedia layanan jejaring sosial tersebut.

Tak mengherankan jika raksasa internet, Google, ikut tergiur merasakan kue Jejaring Sosial yang masih terhidang hangat.

Gagal dengan “Wave” dan “Buzz”, tidak membuat Google patah arang (kalau suka menyerah mungkin malah dulu tidak jadi Google). Mencoba mengemas dengan lebih baik, Google meluncurkan Google+.

Mengusung nama besar dan teknik sosialisasi Google+ yang membuat penasaran, membuat Google+ meraih 20 juta pengguna dalam beberapa pekan.

Hanya saja, yang saya masih rasakan…setidaknya di Indonesia, kuantitas yang fantastis tersebut belum dibarengi keaktifannya di Google+.

Singkat kata :
Penasaran — Mencoba — Oh, ini yang dinamakan Google+ — Sudah

Tampaknya, se-raksasa apapun Google butuh waktu untuk dapat senyaman dan semapan Twitter dan Facebook. Apalagi, Facebook secara agresif mengadopsi fitur-fitur mirip yang ada di Google+. Belum lagi, baru-baru ini Facebook merilis Facebook Timeline.

Yah, tidak ada yang mau jadi dinosaurus di dunia ini.

“hoi!”

Uhuk.. Begini maksud saya, Google+ butuh waktu untuk merebut hati pengguna, karena bagi sebagian orang kebiasaan atau kefamiliaran adalah segalanya.

contohnya :
Sudah terbiasa atau familiar dengan program bajakan, ketika dihadapkan dengan UU HAKI lebih memilih mengeluarkan jutaan dana untuk membeli lisensi program dengan alasan karena sudah terlanjur familiar. Dibanding menggunakan program terbuka dan gratis dan hanya mengeluarkan dana tidak lebih dari seperempat harga lisensi program familiar, untuk memberikan pelatihan agar pengguna diperusahannya familiar dengan program terbuka-gratis itu.

Sudah terbiasa dan familiar dengan Facebook, akan enggan untuk beralih dan “menetap” di Google+. Karena sebagian merasa tidak familiar. Atau bahkan tidak tahu apa yang harus dilakukan di Google+.

NAH!

“Hwaa…!!”

“Kenapa?” tanya Tukang Cerita.

“Kaget.”

Nah. Untuk itulah buku ini hadir untuk Anda.

Tanpa bertele-tele, buku ini tidak hanya memberikan 10, 25, 35 tapi 55 tip Google+ untuk Anda!

“Sebentar…sebentar…kok sepertinya cara promosi seperti ini sudah pernah,ya.”

“Waktu promo Tunas? Yang lalu biarlah berlalu.” kata Tukang Cerita.

Jadi, buku ini berisi 55 tip yang membuat Google+ terasa lebih menyenangkan. Menyenangkan, karena di buku ini memang tidak membahas integrasi Google+ dengan “Google Office” yang dapat menunjang pekerjaan.

But it’s fine…karena bagaimanapun juga, membuat nyaman dan menyenangkan (a.k.a familiar) akan menjadikan kita betah berada di Google+

Dengan bentuk kumpulan tip, Anda mungkin hanya akan membaca keseluruhan buku ini sekilas-sepintas. Sekedar tahu apa isi buku ini.

Tapi ketika suatu saat Anda membutuhkan apa yang bisa dikerjakan di Google+, pembaca bisa segera mengambil buku ini kembali dan memanfaatkannya.

Atau suatu ketika Anda membuka-buka buku ini kembali dan menemukan ada tip yang belum pernah Anda lakukan. Sehingga muncul komentar : “Wah, ternyata bisa begini,to.”

Kalaupun Anda tidak membutuhkan saat ini, jika punya buku ini, suatu ketika Anda membutuhkan tip tentang Google+, Anda tinggal membuka buku ini kembali.

Buku-buku seperti ini yang saya istilahkan : Long Tail KeyBook *ngarang* :lol:

Isi buku 55 Tip Terbaik Google+ memakai kertas buram. Konsekuensinya dengan tebal xi+138 halaman, Anda “hanya” perlu menebusnya sebesar Rp. 30 ribu kurang sedikit.

Demikian.

“Apa?! Tulisan sebanyak ini hanya membahas bukunya cuma seperti ini saja?!”

Demikian. Ini adalah buku tentang Google+ yang tanpa bertele-tele.

Penulis! Tukang Cerita benar-benar meremehkan kita!”

T A M A T

[gambar diambil dari Pak Sawali (belum bisa motret sendiri)]

  1. Desember 18, 2011 pukul 6:04 am | #1

    aku oleh nyilih ra bukune :D

  2. Desember 18, 2011 pukul 7:52 am | #2

    Boleh donx pinjam bukunya???

  3. Desember 18, 2011 pukul 9:04 am | #3

    minta fotocopiannya ya

    • Desember 18, 2011 pukul 10:05 am | #4

      ngikut ah, kpd yth tukang cerita kirim ke saia jg yah potokopiannya #heu

  4. Desember 18, 2011 pukul 7:31 pm | #5

    hmm….enak y kang mpean sering dapet buku gratisan…hmmm bagi2 donk ahahahahh(pede.com).

  5. Desember 18, 2011 pukul 8:43 pm | #6

    makasi reviewnya ya, kocak banget dan keren abiiis ;)

  6. Desember 19, 2011 pukul 4:23 am | #7

    ngopi ngopi :lol:

  7. Desember 20, 2011 pukul 12:05 am | #8

    memang banyak yang mengeluhkan kalau akses google+ masih tergolong berat. kalau ini bisa diatasi, mungkin tips2 mas fary itu makin jos dan top-markotop. wah, untung saya sempat berkomentar di blog rumahkayu, mas pradna, hehe … kalau ndak, mungkin saya ndak bakalan dapat buku gratis, hiks.

  8. Desember 20, 2011 pukul 9:41 am | #9

    Ya memang fitur g+ masih itu2 aja
    ya semoga dalam rentan waktu yg tak lama g+ bisa terus berkembang,
    * kapan2 boleh pinjem bukunya kan mas?

  9. Desember 22, 2011 pukul 7:08 am | #10

    malah binggung mas…
    ada google plus, ada twit ada plurk binggung

  10. jarwadi
    Desember 22, 2011 pukul 11:39 am | #11

    kok ngga ada yang ngasih saya sih, sebenarnya saya juga mau me review lhoooh :D

  11. Desember 23, 2011 pukul 7:55 am | #12

    Wah sepertinya buku keren nih

  12. Rie
    Desember 26, 2011 pukul 12:27 pm | #13

    Aku nggak tau musti diapakan tuh Google+. Sepi sih. Orang-orang kalo nggak Fb ya Twitter.

  13. Januari 4, 2012 pukul 9:42 am | #14

    wah sekarang sudah jadi review-er nih … engga lama lagi si cangkil bakalan dibukukan :lol:

  14. Januari 4, 2012 pukul 10:26 am | #15

    aku mbok nyiliiihhhh

  1. September 11, 2012 pukul 1:35 pm | #1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.459 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: