Pro Fauna dan Jogloabang

Sudah beberapa hari ini pasukan Pro Fauna menginap dan menjadikan Jogloabang yang terletak di Desa Mlati, Sleman – Yogyakarta sebagai base-camp. Secara garis besar, Pro Fauna adalah sebuah organisasi penyelamat satwa. Tugas mulia mereka kali ini adalah menyelamatkan satwa-satwa (termasuk hewan ternak) ke shelter-shelter pengungsian ternak sementara. Mereka juga memberi makan secara rutin satwa dan ternak yang berhasil mereka evakuasi.

Hubungan antara pemilik dengan ternaknya sering kali dianggap remeh. Banyak yang tidak habis pikir, untuk apa mempertaruhkan nyawa untuk sekedar menengok, memberi makan ternak mereka. Di sinilah teman-teman dari Pro Fauna secara profesional mengambil alih tugas para pemilik ternak. Menyelamatkan dan memelihara, sehingga peternak pun bisa tenang.

Sesungguhnya ternak bagi pemilik ternak adalah separuh dari kehidupan mereka. Karena biasanya, itulah harta yang paling berharga untuk melanjutkan kehidupan. Sehingga, begitu dipastikan bahwa ternak mereka baik-baik saja, demikian juga jaminan masa depan mereka untuk melanjutkan kehidupan…dimanapun mereka akan tinggal kelak. Untuk itulah, aksi Pro Fauna dan teman-teman lain yang menyelamatkan satwa dan hewan ternak ini terasa begitu berarti.

Sedangkan Jogloabang itu sendiri merupakan tempat yang juga dijadikan sebagai wadah komunitas yang bergerak di bidang sosial. Kali ini, Markas yang dipimpin oleh Demang Suryaden ini, membuka lebar-lebar untuk menampung dan menyalurkan bantuan dari segala penjuru dunia untuk pengungsi Merapi.

Jogloabang Yogyakarta
Jogloabang Yogyakarta

Selain itu, Jogloabang juga ternyata membuka pintunya lebar-lebar  untuk para relawan dari segala penjuru dunia (termasuk dunia makhluk tak kasat mata), untuk sekedar melepas lelah ataupun menjadikannya base camp. Diantaranya yang baru datang seorang lelaki tinggi kurus, berpenampilan seadanya. Katanya datang dari sebelah barat Yogyakarta. Kota yang terkenal dengan mendoannya.

Selain mengenalkan diri dengan sebutan Tukang Cerita, orangnya tidak banyak cakap. Tapi begitu bersuara, selalu melontarkan pernyataan-pernyataan konyol dan seenaknya. Selalu hadir untuk mengangkut barang bantuan yang datang, dan selalu ikut di setiap distribusi barang dan survey kebutuhan ke posko-posko pengungsian. Saat tidak beraktifitas, selalu terlihat menyibukkan diri dengan buku catatannya. Kelihatannya selalu menuliskan apa yang dialaminya dalam satu hari. Mungkin akan jadi teman baru yang menyenangkan, pikir Rama (bukan nama sebenarnya), salah satu anggota Pro Fauna.

bersambung

**Part-part yang lain :