Indonesia dan Merapi
sang Saka Merah Putih dan Merapi

Pertama-tama, saya sangat menyukai gambar di atas sehingga saya mengubah foto profil saya di sejumlah jejaring sosial yang saya ikuti dengan gambar tersebut. Gambar yang mengandung banyak arti, yang diambil oleh salah satu relawan yang berposko di Jogloabang. (Mohon maaf dan terima kasih, sudah saya ambil dengan seenaknya).

Erupsi gunung paling aktif di dunia kali ini seakan melengkapi serentetan bencana yang melanda negeri ini. Sekaligus memicu 19 gunung berapi lainnya untuk berstatus “siaga”. Ledakan besar Merapi tanggal 26 Oktober  2010 membawa abu vulkaniknya melintasi Antar Kota Antar Propinsi (err…AKAP isn’t?). Termasuk juga Purwokerto.

 

Alun-alun Purwokerto
Alun-alun Purwokerto

Beberapa hari setelah letusan dhasyat yang menambah jumlah korban jiwa itu, akhirnya saya bisa juga mendapat kesempatan untuk meluncur ke posko relawan dan bantuan bencana alam. Dimana sebelumnya saya juga telah diberi kehormatan untuk menjadi salah satu bagiannya, Jogloabang.

 

Jogloabang

Bertepatan dengan hari Pahlawan 2010 dan dengan semangat kepahlawanan yang membara… (hmm, pantas saja ada 1 keluarga memanggang steak di bara semangat kami). Saya dan Shasy (yang diduga memiliki hubungan misterius dengan Ketua Komunitas Blogger Banyumas “Bawor”….khukhu), meluncur menembus dinginnya pagi dengan kereta api super cepat ekonomi “Logawa”😀

Sesampainya di Jogja, kami langsung menuju Terminal Jombor. Sudah ada dua kawan relawan dari Jakarta yang menunggu di sana. Sebut saja Bang Je dan Kiwel (bukan nama sebenarnya). Berempat kami berkeliling menuju barak-barak pengungsian untuk melakukan survey dan pendataan.

Setelah itu, akhirnya kami tiba juga di Jogloabang yang termashyur itu. Sebuah kantor penuh misteri yang memang ditujukan untuk kemaslahatan umat. Markas yang didemangi…err, lebih enak kalau begini : Markas yang dipimpin oleh Demang Suryaden ini, membuka lebar-lebar untuk menampung dan menyalurkan bantuan dari segala penjuru dunia untuk Merapi refugee’s (meski artinya sama, entah kenapa di telinga Indonesia, kata asing ini lebih sopan terdengar/terbaca).

Selain itu, Jogloabang juga ternyata membuka pintunya lebar-lebar (saya tau alasannya : ini karena memang Jogloabang tidak memiliki pintu) untuk para relawan dari segala penjuru dunia (termasuk dunia makhluk tak kasat mata), untuk sekedar melepas lelah ataupun menjadikannya base camp.

Ini adalah sebagian foto dari wajah Jogloabang :

 

Jogloabang Yogyakarta
Jogloabang Yogyakarta

 

Relawan dan Bantuan-bantuan

Seperti dijelaskan di atas, para relawan yang bermukim di Jogloabang bekerja sama dengan Tuan Rumah untuk melaksanakan tanggap darurat Merapi. Diantara tugas utamanya adalah melakukan survey dan pendataan rutin kebutuhan barak-barak pengungsian, menerima bantuan datang, dan menyalurkan dengan cepat dan tepat bantuan yang datang kepada pos-pos pengungsian.

Berikut sedikit ilustrasinya :

 

Bantuan dan Relawan
Bantuan dan Relawan

 

Pro Fauna

 

Pro Fauna
Pro Fauna

Heroic!

Begitulah kesan pertama saya melihat foto ini.

Demikianlah,
Satu lagi pengalaman unik ketika berada di Jogloabang. Yaitu berkenalan dengan relawan dari Pro Fauna. Sebuah organisasi penyelamat satwa. Tugas mulia mereka kali ini adalah menyelamatkan satwa-satwa (termasuk hewan ternak) ke shelter-shelter pengungsian ternak sementara. Mereka juga memberi makan secara rutin satwa dan ternak yang berhasil mereka evakuasi.

Hubungan antara pemilik dengan ternaknya sering kali dianggap remeh. Banyak yang tidak habis pikir, untuk apa mempertaruhkan nyawa untuk sekedar menengok, memberi makan ternak mereka. Di sinilah teman-teman dari Pro Fauna secara profesional mengambil alih tugas para pemilik ternak. Menyelamatkan dan memelihara, sehingga peternak pun bisa tenang.

Sesungguhnya ternak bagi pemilik ternak adalah separuh dari kehidupan mereka. Karena biasanya, itulah harta yang paling berharga untuk melanjutkan kehidupan. Sehingga, begitu dipastikan bahwa ternak mereka baik-baik saja, demikian juga jaminan masa depan mereka untuk melanjutkan kehidupan…dimanapun mereka akan tinggal kelak.

Maka, akan terasa sangat biadab, ketika harapan hidup manusia seperti ini masih harus diresahkan dengan penjarahan ternak. Begitu juga dengan ulah para spekulan yang memborong ternak dengan harga sangat jauh dibawah harga normal.

Untuk itulah, aksi Pro Fauna dan teman-teman lain yang menyelamatkan satwa dan hewan ternak ini terasa begitu berarti. Salute for them! (worship)

 

Pro Fauna
Evakuasi Hewan oleh Pro Fauna

 

Seperti inilah medan yang selalu mereka hadapi ketika mengevakuasi hewan :

 

Medan Merapi Pro Fauna
Medan Merapi Pro Fauna

 

Demikian sekelumit cerita dari lereng Merapi yang sedang bergejolak hebat. Tidak perduli beragam pernyataan kontroversial yang dimuntahkan beberapa tokoh negeri ini, di sini dapat dengan mudah dilihat bahwa kesetiakawanan dan kepedulian sosial itu masih ada.

Seperti Sang Saka Merah Putih…Indonesia masih ada.