Seperti Joomla, WordPress, Drupal adalah CMS siap pakai.

Kata orang, Drupal itu penuh tantangan. Kata orang, itu karena Drupal ringan dan bebas dimodifikasi. Jadinya bisa dibuat untuk freestyle sesuka hati. Namanya freestyle pasti susah diawal-awal latihan tapi terlihat keren ketika sudah menguasai.

Jadi pengen nyoba.

Pertama tentu menginstall Drupal dulu di Linux Mint saya. Bukan di OpenSuse atau Slackware…karena siapa tahu ada sumbangan kedua distro yang baru saja mengeluarkan rilisnya (jangan baca : lagi males bongkar-bongkar Opensuse dan Slackware).

*Mulai Persiapan di server lokal :

1. Saya unduh Drupal dari sini. Versi yang saya gunakan adalah 6.17 (sampai tulisan ini diturunkan, Versi 7 masih di posisi Alpha-6. Jadi saya pilih yang stabil saja).

2.  File Drupal hasil download, di klik kanan – `Extract -Here`

3. Rename folder Drupal hasil esktrakan dengan nama yang wajar. Saya menggantinya dengan nama folder “learnmore” (biar keliatan sebagai anak yg razin belazar)

rename folder drupal
rename folder drupal

4.  Copy Pastekan folder drupal ke /var/www/ yang telah di install LAMPP dan diubah hak akses sebelumnya.

5.  Selanjutnya, lebih enak kalau memakai Terminal. Lebih ngirit jumlah klik :

a.)  Dari direktori /var/www/drupal dijalankan mantera :

cp sites/default/default.settings.php sites/default/settings.php

b). Kemudian rubah hak akses file sites/default/settings.php agar dapat ditulisi oleh web server:

chmod o+w sites/default/settings.php

c). Demikian juga agar direktori files dapat dibuat secara otomatis pada saat instalasi, rubah hak akses sites/default agar dapat ditulisi oleh web server:

chmod o+w sites/default

6. Setelah itu…well,uhm…dengan asumsi phpMyadmin sudah terinstal juga. Buka melalui browser kesayangan Anda :

http://localhost/phpmyadmin

7.  Buat database dari phpMyadmin tersebut. Misalkan saya menggunakan nama drupal2 (kakaknya,drupal1, dah dolan ke mana-mana :D) .

membuat database di phpMyadmin
membuat database di phpMyadmin

*setelah ini, phpMyadmin boleh langsung di log-out*

8. Masih dari browser, diketikkan http://localhost/learnmore <==sesuai nama folder yang dibuat.

**Mulailah instalasi Drupal :

1.  Saya memilih bahasa Inggris sebagai bahasa default. Karena kawatir : “Sudah memilih bahasa Indonesia…eh,masih salah juga.Kalau pakai bahasa Inggris, kan wajar…namanya juga bahasa asing”😀

2.  Terbuka halaman Setup Database, diisikan seperti pada gambar :

*di “Advanced Option” pastikan saja “Database Host”-nya sementara menggunakan localhost (server lokal).

3a).  Masuk ke halaman “Configure Site”…langsung dicek screenshot-nya saja, ya ^_^ :

*semua isian diatas, suka-suka kita aja*

3b.) Sebetulnya lebih enak kalau memakai Clean URL’s, tapi saat ini Linux Mint saya konfigurasinya belum suport untuk itu. Baca The F***ing Manual-nya puanjang sangat dan berbahasa asing pula, di sana dan di situ. Jadi, sementara ditunda dulu hasrat ber-Clean URLs-nya…sambil menunggu ada yang berbaik hati memberitahu hamba solusinya :mrgreen:  :

*Setelah itu diklik “Save and continue”*

4. Installation Complete.

*abaikan saja pesan merah gagal email itu…sepertinya*

Demikian…fhiuh

Referensi saya ambil dari sini. Terima kasih kepada beliau (worship).