Gedung Perpus + GOR Ponpes Al-Hikmah 2
Gedung Perpus + GOR Ponpes Al-Hikmah 2

Ketika mengikuti acara Wisata Blogger Wonosobo 2009, saya mendapat kehormatan diajak blogger Kang Novi, pembina dan penggagas blogmalhikdua.com untuk menemani beliau mengadakan perkenalan blog buat santri-santri Al-Hikmah, di Desa Benda, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes.

Akhirnya, hari Jumat tanggal 14 Agustus 2009 bertepatan dengan hari Pramuka, saya meluncur menuju Bumiayu, berbekal petunjuk-petunjuk dari Kang Novi dalam bentuk sandi morse😀 . Turun di Kaligadung, melanjutkan perjalanan ke Desa Benda dengan ojek…sebetulnya, ada sih angkot warna kuning, tapi demi menggerakkan ekonomi kerakyatan, saya lebih milih naik ojek (hoax idealismenya, tp emang kasian bapaknya yg kudu bersaing dengan angkot kuning). Langsung diantar ke komplek Pondok Pesantren Al-Hikmah 2.

Sesampainya di sana ternyata Kang Novi sedang merayu melobi  Abah sang pemimpin Ponpes Al-Hikmah 2, karena ada sedikit miskomunikasi soal perijinan. Tapi, akhirnya beres, acara bisa dimulai ba’da shalat Jumat.

Pada kesempatan kali ini saya kembali bertemu dengan mas Syaeful yang pernah ketemuan di Wonosobo dan juga alumni Al-Hikmah dua, sekaligus enterpreneur muda dari tlatah Betawi (ampuh tenan, pokoke lah). Selain itu ada dedengkot Tugu Pahlawan.com (TPC), Kang Nopy.

Sambil menunggu shalat Jumat, kami bertiga dengan seorang penguasa TI Al-Hikmah 2, mas Lukman, menerapkan prinsip dasar kopdar : “Tiada kopdar tanpa makan-makan.”
Sambil lesehan, kami menikmati jajanan yang ramai diserbu penggemar di samping masjid Ponpes. Saat memang banyak pengunjung yang menengok putra-putrinya.

Tiada Kopdar tanpa Makan-makan
Tiada Kopdar tanpa Makan-makan

Di sela-sela menikmati hidangan dan gojek-kere, ada serombongan santri akhwat yang sedang kena takzir (hukuman) karena lalai menggunakan basa englais yang baru-baru ini diterapkan (jadi wajar, masih pada keceplosan ngomong endonesiah😀 ). Mungkin karena yang di takzir rombongan, jadilah acara hukuman ini sebagai ajang narsis diri. Insting blogger yang tajam segera meraih gelombang kesempatan ini, guna menerapkan prinsip kedua:
“Tiada Kopdar tanpa Narsis”😎

ck, kayaknya masih kalah fotogenic dengan yg dihukum
ck, kayaknya masih kalah fotogenic dengan yg dihukum

takzir2

Kenapa kami jadi kena hukuman jugaa?!
Kenapa kami jadi kena hukuman jugaa?!

Ba’da Jumatan, acara dimulai.
Ruangan kelas perspustakaan langsung dipadati pengunjung dari santriwan dan santriwati.
Presentasi demi presentasi mulai pengenalan blog sampai betapa bermanfaatnya blog dihantarkan para narasumber blogger-blogger handal.
Hanya saja, karena acara ini adalah pengenalan blog dan bukan workshop, banyak santri yang masih merasa bingung teknis blog itu sendiri. Semoga saja, dikemudian hari ada kesempatan buat pelatihan blog, yang walau tahun kemarin sudah dilaksanakan…tidak ada salahnya diadakan setiap tahun, karena toh santri selalu silih berganti tiap tahun.

Presentasi Pengenalan dan Manfaat Blog
Presentasi Pengenalan dan Manfaat Blog

Akhirnya pukul 16.30, dengan masih menyisakan rasa penasaran bagi calon-blogger-blogger baru dari malhikdua.com, acara harus diakhiri dengan poto-poto bareng peserta.

Dengan peserta ikhwan
Dengan peserta ikhwan

Maafkan hamba, ketika poto bareng dengan peserta akhwat, batre kamera pinjaman, habis. Sebagai gantinya, ada 1 hal yang saya komplain sama Kang Novi :

Peserta akhwat
Peserta akhwat

Tau kan, melihat foto ini…aku langsung komplen ke Kang Novi :

“Kenapa saya nggak dari dulu diajak ke sini,kang?!”

😆