Maghrib,
berhenti di sebuah masjid yang telah selesai shalat Maghrib berjamaah. Ternyata di masjid tersebut, ba’da Maghrib ada kajian. Di tengah-tengah doa-habis-shalat, aq menangkap sang ustadz membacakan sebuah hadist Rasulullah saw, yang kira-kira :

Manusia adalah tamu Allah

hadis ini diriwayatkan dan hukum ke-sahih-annya, aq ga begitu dengar, karna masih konsen dengan berdoa saya 8)

Tapi,
mendengar hadis ini, aq langsung mengakhiri doa-q dan mencoba menyimak lebih lanjut. Disamping tertarik, aq juga baru dengar… *orang yg kurang ilmu*

Sang Ustadz kemudian memberi penjelasan :
Seperti layaknya seseorang yang akan kedatangan tamu agung, tentulah orang tersebut mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari tempat tinggal (kamar2), makanan, minuman, penerangan dan segala sesuatu yang bisa membuat sang tamu agung nyaman.
Demikianlah, betapa jutaan tahun sebelum kedatangan manusia, Allah telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk kedatangan tamu-Nya di muka bumi. Mulai dari bahan makanan, minuman, kendaraan, penerangan, dan seterusnya…

Sampai disini,
kembali aq tersadar tentang kebenaran yang disampaikan ustadz tersebut.

Ini contoh kecilnya :
Fact:
Mimi / Ketam Tapal Kuda (Carcinoscorpius rotundicouda) yang telah ada sekitar 350 juta tahun yang lalu (pada masa Karbon, jauh sebelum masa Jurra – apalagi masa Holosen / masa manusia).
Ketam tapal kuda memiliki zat khusus bernama Limulus Amebocyte Lysate (LAL). Amebosit ini menyebabkan penggumpalan sehingga mencegah kontaminasi bakteri lebih lanjut. Sehingga, LAL ini merupakan sumbangan tak ternilai, dari hewan yang dilestarikan Allah selama 350 juta tahun, bagi umat manusia.

Komponen darah ketam tapal kuda ini digunakan oleh industri farmasi dan peralatan medis untuk memastikan produk mereka (seperti, obat-obatan, vaksin, jarum suntik, atau alat infus) bebas kontaminasi bakteri. Tak ada tes lain sehandal menggunakan LAL ini.

LAL juga instrumen utama dalam pengembangan antibiotik dan vaksin.
(Intisari; No.542; September 2008)

see?
Jauh sebelum masa dinosaurus hingga sekarang, saat begitu banyak binatang dipunahkan oleh Allah, Allah tetap menjaga binatang ini selama 350 juta tahun untuk kepentingan tamu-Nya.

Theory :
Ini cuma teoriku yang tak berdasar. Cuma dari pikiranku tanpa riset lebih dalam. Silahkan kalo mau diabaikan🙂
Kita semua tahu kalo alam raya ini terus berkembang. Artinya, terus bermunculan tata surya dan galaksi di tepian alam raya. Banyak literatur tentang ini, bahkan seorang ustadz muda pernah menunjukkan ayat Al-Quran… tapi, tidak aq catat *sekali lagi, orang yang kurang ilmu*

Pertanyaannya, kenapa sih kok harus bermunculan bintang2 baru, emang segini aja blm cukup buanyak?
juga,
kenapa sih ada milyaran bintang?

Ini hipotesa tak berdasar saya :
Aq pikir ini masalah gravitasi.
Seperti kita tahu, kalo bumi mengelilingi matahari karena gravitasi matahari itu sendiri. Sedangkan matahari terpengaruh gravitasi bintang lain. Dan untuk mempertahankan keseimbangan itu, dibantulah dengan adanya planet-planet dan benda langit lain yang mengelilingi bintang-bintang tersebut. Seperti bumi dibantu keseimbangan gravitasi-nya oleh bulan (satelit planet), sehingga tetap terjaga gravitasi bumi sebesar 9,8 bar, ga terlalu besar / kecil – pas.

Nah,
bagaimana yang ada di tepian alam raya ini?
tentulah disana keadaanya sangat rapuh karena tidak ada gravitasi yang menjaga disisi luarnya. Hingga bintang-bintang di tepian luar hancur dengan sendirinya, dan pecahan bintang ini membentuk tata-surya baru (teori big-bang dalam skala kecil) , dan keseimbangan selalu terjaga.
Jika tidak demikian, seperti efek domino, dari arah luar alam raya akan segera runtuh sistem gravitasi ini. Dalam sekejap alam raya akan musnah…seperti suatu saat nanti, seperti yang dijanjikan Allah.

see?
betapa Allah tidak tangung-tanggung dalam menjaga tamu-Nya. Daisamping untuk menghias langit, dan sebagai petunjuk bagi umat manusia (bintang-gemintang telah digunakan manusia sejak 5000 tahun yang lalu sebagai penanda arah; musim, yang menentukan waktu tanam – sekali lagi, demi kemakmuran manusia; waktu yang bisa ditentukan dari susunan rasi bintang – baca Timeline-nya Michael Crichton,deh ; ini semua alasan kenapa mereka bikin piramid dari mesir hingga masa Tenochitlan di Maya), bintang-gemintang juga sebagai alat untuk mempertahankan bumi ini tetap ada…setidaknya sampai saat ini.

Ini ada sedikit ilustrasi, betapa kuecilnya bumi ini dibanding benda-benda langit yang lain (soal sumber gambar…sekali lagi, ampuni hamba!) :

Skala benda langit1

Gambar1. Bumi masih berjaya diantara Venus, Mars, Merkurius, Pluto

Skala benda langit2

Gambar2. Bumi mulai habis ditelan Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus

Skala benda langit3

Gambar3. Matahari rajanya. Bumi terlihat cuma 1 titik

Skala benda langit4

Gambar 4. Sirrius, Pollux, Arcturus-bintang2 yg bakal menganggap remeh matahari. Bumi? wuah…lupakan!

Skala benda langit5

Gambar5. Bahkan Arcturus tidak ada apa-apanya dgn Antares…Subhanallah!

Sebagai penutup,
Ustadz tersebut bilang :
Orang yang tidak tahu siapa tuhannya, seperti sapi yang dikandangkan. Begitu sampai di kandang beliau sapi tersebut tidak tahu siapa yang memberinya makan, minum, penerangan, dst…tahu-tahu disembelih aja. Naudzubillah min dzalik!
Dan sebagai tamu, sudah sepantasnya mengikuti aturan-aturan yang diberikan Tuan Rumah melalui guide-nya, yaitu para anbiya. Insya Allah, Allah akan membuat kita semakin nyaman sebagai tamu-Nya…amiin.

Maka nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustakan?