“Olah raga yang menyelamatkan hidup saya”

lebay? i don’t think so.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, membangkang keinginan Penanggung Hidupku berarti mati!

lebay? jelas.

Saat kuliah “tekanan” itu semakin tak tertahankan. Beruntung tempat kos saat itu ada dibelakang lapangan basket Fakultas MIPA.

Karena linglung, aku jadi tak sadar melangkahkan kaki ku ke lapangan basket itu. Ehm, kalo seperti ini gaya penulisannya kayaknya lebih cocok di pradnaspot.blogspot.com (inilah salah satu cara mempromosikan blog kita yang lain secara terselubungšŸ˜› )

Karena wajah memelasku dan kurang satu pemain, akhirnya aku diajak main sore itu. Voila! begitu luar biasa! Meski tertatih-tatih (ooi!),ehm, meski dengan susah payah dan dengan tatapan-menyesal-dari-pemain lain-karena-telah-mengajakku-gabung, aku merasa begitu hidup dan bebas saat itu. Begitu meluap-luap!

Yang pernah dipenjara seumur hidupnya trus tiba-tiba bebas, mungkin tau perasaan ini.

Sejak saat itu, baik sore, pagi, siang bahkan tidak jarang malam, hari cerah ataupun hujan, aku berlatih basket sendirian dengan bola pinjaman. Tidak ada keluhan, karena aku benar-benar menyukainya dan aku harus menjadi jago seperti para “monster-monster basket” yang mengajakku maen waktu itu. Aku ingin bisa bermain dengan mereka lagi tiap sore.

Akhirnya saat itu datang juga.

Karena wajah memelasku dan kurang satu pemain, para pemain “monster” yang punya tatapan-menyesal-dari-pemain lain-karena-telah-mengajakku-gabung itu mengajakku maen lagi sore itu. Voila! begitu luar biasa! (hmm, ada trik penulisan apa lagi ini).

Para pemain yang punya tatapan-menyesal-dari-pemain lain-karena-telah-mengajakku-gabung itu kini berubah menjadi tatapan-bingung-mau-nendang-ato-meluk! Kini aku sejajar dengan mereka!

Well,

tapi jangan berharap karena sudah selevel dengan para pemain hebat itu, prestasiku di basket juga ikut hebat. Tidak. Aku tidak bisa ikut pertandingan2 resmi karena tidak punya sepatu. Sepatu basket tidak termasuk Anggaran Belanja yang disetujui.

Yang pasti, aku mendapatkan suntikan “spirit” dengan basket, disaat akal sehatku mau menghilang.

*Tulisan ini aku buat sebagai persembahan bagi para “Ksatria yang Terbang Diudara*

ps: Dengan kemampuan melayang sesat diudara, para pemain basket bagaikan “Ksatria yang Terbang Diudara”