Ada hubungan apa, budaya korupsi dan budaya bajakan? Demikian ulasan dari Pakar KoreMatika (maksa!)

Saudara, saudara

Menanggapi apa yang ditulis Pak Rus , beliau menuliskan,

““Mengapa masih sedikit orang yang sadar akan hukum hak cipta dan peraturan tentang HaKI lainnya?” Barangkali ini terkait dengan budaya negatif seperti korupsi dan kolusi, atau pengambilan hak yang bukan miliknya dan moral rendah lainnya”.

Saudara, saudara (mendehem sejenak,ehm),

Saya sebagai Pakar Korematika (orang yang suka nyambung-nyambungken apa aja), berpendapat sebaliknya. Justru, karena budaya atau kebiasaan daripada kita untuk membajak dan memakai produk bajakan-lah yang membuat kita seneng korupsi.

Saudara, saudara…

Membajak dan memakai produk bajakan berarti merampas hasil karya daripada orang lain. Kebiasaan ini kalau sudah mendarah daging di dalam diri daripada kita, akan  membuat kita terbiasa untuk  merebut hasil keringat daripada orang lain atau masyarakat. Lewat jalan korupsi uang rakyat. Kenapa pusing? Toh, kita sudah terbiasa untuk tidak merasa bersalah  memakai barang bajakan. Percayalah,  pencuri juga  awal-awal karirnya, masih punya rasa bersalah. Tapi karena terbiasa, ya, jadi biasa.

Saudara, saudara…

Membajak dan memakai produk daripada bajakan juga berarti menandakan kita ingin enak tapi tidak mau susah-susah berusaha.

Mau kaya, tapi tidak mau tekun bekerja. Mau memakai komputer mudah tapi tidak mau tekun menabung buat beli CD OS ori yang emang mahal. Dan  seterusnya. Yang ujung-ujungnya daripada ini semua adalah membikin daripada kita dengan tenang ber-korupsi biar cepat enak, betul?

Saudara, saudara…

Dengan kita mencoba menghindari produk daripada bajakan sejak dini, diharapkan daripada kita akan merasaken beratnya usaha kita untuk menghargai hasil karya orang lain, apalagi menciptaken sesuatu. Ya, ken? (senyum). Jadi dalem diri daripada kita akan muncul daripada semangat berkarya dan berusaha.

Saudara, saudara…

Daripada saya semakin tidak keru-keruan, saya akhiri pidato saya sekien saja…

(suara dari background:”Oooiii… ini burning Win***s nya gimanaaa?”)

Ehm, Demikian Saudara, saudara….

ps: duh, jadi kangen sama gaya pidato “beliau”