<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Pradna&#039;s Corner</title>
	<atom:link href="http://pojokpradna.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pojokpradna.wordpress.com</link>
	<description>Just another tempat mojoknya Pradna</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Nov 2009 17:41:10 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='pojokpradna.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/95684a29466216c53c9f7df995d04fa6?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Pradna&#039;s Corner</title>
		<link>http://pojokpradna.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Obrolan Sore 10 : Tamu dari Rumah Kayu</title>
		<link>http://pojokpradna.wordpress.com/2009/11/11/obrolan-sore-tamu-dari-rumah-kayu/</link>
		<comments>http://pojokpradna.wordpress.com/2009/11/11/obrolan-sore-tamu-dari-rumah-kayu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 17:27:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pradna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Obrolan Sore]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[resesnsi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojokpradna.wordpress.com/?p=468</guid>
		<description><![CDATA[Sore hari.
Semilir angin sore berhembus masuk ke teras depan rumah joglo yang telah berusia beberapa generasi. Selama beberapa generasi itu juga, setiap sore di rumah Cengkir selalu diwarnai dengan gojek-kere para pemuja Obrolan Sore. Gojek berarti bercanda, kere berarti miskin. Di tengah himpitan tuntutan kebutuhan rumah tangga, para pelakon Obrolan Sore selalu bisa menertawakan kondisi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pojokpradna.wordpress.com&blog=2411971&post=468&subd=pojokpradna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sore hari.<br />
Semilir angin sore berhembus masuk ke teras depan rumah joglo yang telah berusia beberapa generasi. Selama beberapa generasi itu juga, setiap sore di rumah Cengkir selalu diwarnai dengan <em>gojek-kere</em> para pemuja Obrolan Sore. <em>Gojek</em> berarti bercanda, <em>kere</em> berarti miskin. Di tengah himpitan tuntutan kebutuhan rumah tangga, para pelakon Obrolan Sore selalu bisa menertawakan kondisi kini yang bahkan paling absurd sekalipun.</p>
<p>Meski beberapa kali suasana dialog menjadi sedikit panas, itu hanya terjadi selama berlangsungnya acara Obrolan Sore itu saja. Setelah itu ketegangan segera menguap digantikan topik lain di sore berikutnya. Wajar saja, ini karena warga Carangpedopo begitu pemaklum. Kalau toh nanti suatu kasus berulang kembali, paling hanya menghangatkan Obrolan Sore untuk kemudian dilupakan kembali.<br />
<span id="more-468"></span><br />
Sore ini terasa berbeda.<br />
Walau di luar sana banyak yang meributkan lomba adu cicak melawan buaya, Carangpedopo anehnya kali ini tidak atau belum terpengaruh buat sekedar ikut meramaikan ajang diskusi menjago mana yang lebih unggul. Rumah Cengkir yang biasanya menjadi ajang adu paling sok pinter, <em>nggambus</em> atau asal njeplak mengungkapkan apa yang terlintas di pikiran para pemuja Obrolan Sore, entah kenapa kini sepi.</p>
<p>Bukannya tidak menyenangkan. Suasana ini justru menentramkan.<br />
Cengkir yang duduk termangu di kursi kayu beranyaman plastik di teras rumah, merasa nyaman sore ini. Badannya telah wangi oleh sabun &#8220;<a href="http://pojokpradna.wordpress.com/2009/06/13/shinobi/" target="_blank">tjap Merak</a>&#8221; . Tidak biasanya, Cengkir sudah rapi sebelum adzan Maghrib dikumandangkan.</p>
<p>Tak berapa lama, empat orang tamuhadir memasuki teras rumah. Ada Kang Guru, mas Roy, dan dua orang yang belum pernah Cengkir lihat di desa Carangpedopo. Satu Bapak muda dan satunya Ibu muda. Tampaknya pasangan muda.</p>
<p>Setelah semua duduk mengelilingi meja kayu jati bundar yang telah menghitam karena menjadi saksi Obrolan Sore selama beberapa generasi dan Cengkir juga telah mengeluarkan teh manis hangat dan ketela goreng yang diiris tipis-tipis, percakapan dimulai.</p>
<p>Mas Roy mengenalkan tamu yang diajaknya kepada Cengkir. Mas Roy berkata. &#8220;Ini Kir, ini mas Kuti dan ini mbak Dee dari Rumah Kayu.&#8221;</p>
<p>Cengkir bersalaman dengan Kuti dan Dee.</p>
<p>&#8220;Mereka ini blogger, lho Kir.&#8221; lanjut Mas Roy yang kuliah di FISIP tapi lebih suka komputer.</p>
<p>&#8220;Wah, wah&#8230;hebat, ya!&#8221; kata Cengkir takjub.</p>
<p>Tidak perlu dijelaskan apa itu blog. Karena Cengkir yang suka main dengan Mas Roy sudah tahu apa itu weblog, website dan internet.</p>
<p>&#8220;Ini beneran Cengkir udah tau ato Tukang Ceritanya yang males njelasin apa itu blog?&#8221; potong mas Roy. &#8220;Tukang Cerita nya itu mualesnya setengah mati, kok. Mosok <a href="http://pojokpradna.wordpress.com/2009/11/01/obrolan-sore-sronto-gugat/#comment-1523" target="_blank">ada yang minta dijelasin UU ITE pasal 27 ayat 3 </a> malah suruh ke blognya <a href="http://blontankpoer.com/saatnya-blogger-bertindak/" target="_blank">Kang Blontank</a>, to!&#8221;</p>
<p><em>&#8220;Eh&#8230;nganu&#8230;itu&#8230;&#8221; tergagap Tukang Cerita mendapat gugatan dari mas Roy. Cepat-cepat Tukang Cerita bertanya kepada Cengkir. &#8220;Kamu udah tau apa itu blog, iya kan Kir?&#8221;</em></p>
<p>&#8220;<em>Inggiih&#8230;</em>&#8221; Cengkir meng-iya-kan.</p>
<p>Senang rasanya punya tokoh utama yang penurut.</p>
<p>Obrolan Sore pun bisa dilanjutkan.<br />
Kuti dan Dee hanya senyum-senyum maklum melihat debat singkat warga desa Carangpedopo dengan Tukang Cerita.</p>
<p>&#8220;Mas Kuti dan mbak Dee ini baru tinggal bersama di <a href="http://rumahkayu.blogdetik.com/2009/11/09/naik-naik-ke-puncak-gunung/" target="_blank">Rumah Kayu </a>selama 11 bulan, tapi sudah bisa menerbitkan buku, lho Kir.&#8221; kata Kang Guru. Kemudian Kang Guru menyerahkan sebuah buku ke Cengkir sebelum melanjutkan. &#8220;Ini bukunya..&#8221;</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-469" title="rumahkayu_scale" src="http://pojokpradna.files.wordpress.com/2009/11/rumahkayu_scale.jpg?w=384&#038;h=512" alt="rumahkayu_scale" width="384" height="512" /></p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">&#8220;Senandung Cinta dari Rumah Kayu.&#8221; Cengkir membaca judul buku yang baru diterimanya. &#8220;Sepertinya <em>apik</em> ini, isinya tentang apa, ya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Lha itu, ada di bawah judul bukunya. Yaitu tentang keluarga, persahabatan dan cinta.&#8221; kata KangGuru.</p>
<p style="text-align:left;">&#8220;Oo&#8230;ya, ya. Nganu, kalau yang tentang cinta, itu seperti gimana?&#8221; bahasan tentang cinta adalah yang terpenting bagi gejolak masa muda Cengkir.</p>
<p>&#8220;Mungkin saya bisa jelaskan dengan contoh kasus mas Cengkir sendiri.&#8221; Kuti berkata menjawab pertanyaan Cengkir. Kuti melanjutkan. &#8220;Jika kelak mas Cengkir mau mencari jodoh untuk dinikahi. Mas Cengkir bisa memakai strategi perang Sun Tzu yang sudah saya tuliskan di buku ini.&#8221;</p>
<p>&#8220;Karena pernikahan itu diharapkan sekali seumur hidup, maka kita dituntut untuk benar-benar mengetahui pasangan kita. Mengenai nilai-nilai hidupnya, harapan-harapannya, dan apakah ada kesetaraan secara intelektual dan spiritual. Tapi buat mencari itu semua pada calon pasangan kita. Justru yang harus dipelajari adalah diri kita sendiri. Bagaimana nilai hidup kita, harapan kita.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kalau semua sudah klop.&#8221; lanjut Kuti. &#8220;Kita bakal menerima pasangan hidup kita apa adanya penuh dengan cinta. Dan tidak bakal melakukan kekerasan dalam rumah tangga.&#8221;</p>
<p>&#8220;Wih, wih&#8230;hebat, yo.&#8221; kata Cengkir takjub. Cengkir melanjutkan dengan pertanyaan berikutnya. &#8220;Lha, kalo yang persahabatn itu contoh di buku ini, gimana?</p>
<p>&#8220;Seperti ini, mas Cengkir..&#8221; kali ini Dee yang angkat bicara. Cengkir sempat terhenyak, karena inilah pertama kalinya Obrolan Sore diwarnai dengan suara merdu seorang perempuan. Dee melanjutkan. &#8220;Teman-teman saya itu kan banyak yang ajaib. Nah, salah satunya saya ceritakan di buku, teman saya yang waktu ngidam pengennya bawa mobil sendiri menempuh jarak yang jauh. Lalu kami menyebutnya ngidam jadi sopir.&#8221;</p>
<p>Diselingi tertawa geli, Dee melanjutkan ceritanya. &#8220;Bahkan temen saya itu, masih punya keinginan saat hendak melahirkan kelak, dia sendiri yang bawa mobil. Tentu saja langsung kami cegah. Kalau benar-benar terjadi, tidak terbayang kekacauan yang ditimbulkan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Atau seperti teman saya itu.&#8221; timpal Kuti. &#8220;Dia terpaksa mencarikan cewek buat kliennya. Kemudian dia membawa klien-nya ke lokasi seperti itu. Saya tanya, apa dia ikut menikmati? Temanku itu menjawab, `iya lah. Sekali-kali kita kan butuh variasi. Setiap hari makan ayam goreng, pastilah bosan. Jadi sekali-kali perlu ganti makan bebek bakar.`&#8221;</p>
<p>&#8220;Saya tidak setuju pola pikir seperti ini.&#8221; lanjut Kuti.&#8221;Saya bilang ke temenku itu, `Jika bosan dengan ayam goreng, jangan ganti ayamnya tapi ganti lah menunya.&#8217;&#8221;</p>
<p>Kang Guru, mas Roy dan Cengkir mengangguk-angguk mendengar penjelasan Kuti. Hanya saja, Cengkir belum begitu paham dengan analogi obrolan dewasa yang baru saja diutarakan Kuti. Dia hanya ikut-ikutan saja, untuk menghormati tamu.</p>
<p>&#8220;Intinya, demi persahabatan, kita harus mau saling nasehat menasehati, ya.&#8221; kata KangGuru mengambil kesimpulan.</p>
<p>&#8220;Betul, Kang Guru.&#8221; Dee mengiyakan.</p>
<p>&#8220;Persahabatan itu bukan cuma milik orang kota, ya to Mas Roy?&#8221; tanya Cengkir.</p>
<p>&#8220;Betul itu, Kir.&#8221; jawab mas Roy.</p>
<p>&#8220;Di desa ini juga ada kisah-kisah persahabatan, ya to Mas Roy?&#8221;</p>
<p>&#8220;Betul itu, Kir.&#8221;</p>
<p>&#8220;Bedanya, di sini sesama sahabat ndak banyak saling menasehati, ya to Mas Roy?&#8221;</p>
<p>&#8220;Bet&#8230;lho,eh. Gimana, to Kir?! Ya sama aja. Di sini juga saling nasehat menasehati sesama sahabat!&#8221; protes mas Roy.</p>
<p>&#8220;Ndak ah&#8230;kalo dinasehati mereka cuman jawab &#8216;hmooo&#8230;&#8217; sama &#8216;mbeeek&#8230;&#8217;&#8221; tandas Cengkir.</p>
<p style="text-align:left;">&#8220;We lah&#8230;<em>wedhus</em>!&#8221; maki mas Roy dengan menyebut nama hewan yang enak di tongseng itu.</p>
<p style="text-align:left;">Spontan, semua tertawa.</p>
<p>Merasa suasana sudah cair, Dee kumat rasa jahilnya. Mendadak dengan muka serius, Dee berkata dengan nada resmi. &#8220;Kami berdua mohon maaf secara khusus kepada mas Roy.&#8221;</p>
<p>&#8220;Hah? Lho&#8230;kenapa? Ada apa?&#8221; tanya mas Roy bingung. Apalagi, sepertinya raut muka Dee menunjukkan permintaan maaf yang tulus.</p>
<p>&#8220;Karena&#8230;&#8221; ujar Dee masih dengan nada resmi. &#8220;Di buku Senandung Cinta dari Rumah Kayu ini, kami menuliskan untuk tidak sekali-kali mengabadikan tubuh telanjangnya dengan media apapun. Ini tentu mengganggu kenyamanan&#8230;atau kesenangan mas Roy.&#8221;</p>
<p>&#8220;Eh&#8230;nganu&#8230;ya, ndak to. Saya kan cuman menjalankan tugas.&#8221; kata mas Roy tanpa sadar.</p>
<p style="text-align:left;">&#8220;Woo lah&#8230;<em>wedhus!</em>&#8221; gantian Cengkir yang memaki mas Roy.</p>
<p style="text-align:left;">Kembali, peserta Obrolan Sore kali ini tertawa lepas.<br />
Obrolan pun dilanjutkan dengan membahas beberapa hal dari buku terbitan sendiri Dee dan Kuti tersebut.</p>
<p>Cengkir akhirnya menyadari. Limpahan cinta yang berawal dari keluarga yang bahagia dan harmonis akan berimbas kepada lingkungan dan orang sekitarnya. Itulah kenapa sore ini, suasana rumah Cengkir menjadi lebih nyaman dan tentram. Celoteh riang burung-burung yang biasanya luput dari perhatian, kini terasa terdengar merdu di telinga Cengkir. Berbincang dengan seorang yang memiliki cita rasa seni dan pendidikan memang bisa mengasah kepekaan cita rasa seni kita sendiri.</p>
<p>Di tengah asiknya mereka berbincang ringan, tiba-tiba..,</p>
<p style="text-align:left;">&#8220;<em>Wis, yo</em>! Sampai nanti malem, yo!&#8221; seorang jagoan cilik melambaikan tangan tanda perpisahan kepada serombongan anak-anak seusianya.</p>
<p style="text-align:left;">Kemudian, jagoan cilik itu berbalik dan menghambur ke arah Dee dan Kuti. Dengan ribut, dia berkata. &#8220;Bunda, Papa! Nanti malam terang bulan. Dipta mau maen petak umpet sama teman-teman, boleh ya. Ya?!&#8221;</p>
<p>&#8220;Ee&#8230;ini anak datang-datang&#8230;Salaman dulu sama om Cengkir.&#8221; tegur Dee. &#8220;Kenalkan om, ini Pradipta. Cahaya keluarga kami.&#8221;</p>
<p>Setelah bersalaman dengan Cengkir. Pradipta kembali mengumandangkan tuntutannya, bermain petak umpet di bawah bulan purnama bersama teman-teman barunya. Anak-anak desa Carangpedopo. Sudah menjadi kebiasaan, begitu bulan purnama penuh yang terasa dekat sekali dengan bumi seakan cuma sepenggalah saja, anak-anak desa Carangpedopo keluar rumah dan memainkan segala macam permainan. Sinar bulan purnama cukuplah menjadi penerangan bagi mereka yang menyambutnya dengan suka cita bermain di bawahnya, di kala malam hari.</p>
<p>&#8220;Sebelum Bunda jawab. Cerita dulu dong, Dipta seharian ini main kemana saja. Lihat saja, kotornya tubuhmu ini pantas kalau disamakan dengan orang-orangan sawah!&#8221; tuntut Dee geli. Meski wajah Pradipta nyaris tertutup lumpur, sinar bening yang terpancar dari matanya tidak bisa ditutupi.</p>
<p>&#8220;Wuah&#8230;tadi Dipta main di sawah, trus tarzan-tarzanan di sungai, perosotan di tebing sana itu. <em>Wis</em>, pokoknya muanteb banget!&#8221; kata Pradipta menggebu-gebu.</p>
<p style="text-align:left;">Kuti tidak bisa menahan geli. Kuti tertawa lepas. kemudian, susah payah menahan tawa, Kuti bertanya pada Pradipta. &#8220;Cil&#8230;kamu ini. Baru juga sebentar di sini. Gaya bicaramu itu sudah seperti anak asli Carangpedopo?&#8221;</p>
<p style="text-align:left;">&#8220;<em>Wis</em>, Pa&#8230;ini yang namanya asimilasi budaya!&#8221; jawab Pradipta spontan.</p>
<p style="text-align:left;">Tak pelak, semua kecuali Pradipta tertawa terpingkal-pingkal.</p>
<p>Tak salah lagi, Pradipta sudah terkena pengaruh budaya Carangpedopo. Dari yang tua sampai anak-anak, semua suka menggunakan kosakata koran. Entah mengerti artinya atau tidak, kosakata koran digunakan begitu saja dalam keseharian warga Carangpedopo. Sebagian menggunakannya sebagai bahan <em>guyonan</em> atau lelucon, sebagian lagi menggunakan sebagai sekedar gaya-gayaan saja.</p>
<p style="text-align:left;">Rekaman Murottal Quran sudah mulai diperdengarkan dari masjid desa. Kuning sore yang cerah sudah beralih menjadi jingga menjelang Maghrib. Obrolan Sore pun berakhir.</p>
<p>Malam ini Dee dan Kuti dari Rumah Kayu akan bermalam di Pondok Bambu milik Kang Guru. Tapi sebelum itu, pasangan dari jauh ini punya tugas berat. Yaitu merendam Pradipta sampai bersih, sebelum diumbar kembali. Mengikuti sesi malam permainan ala anak-anak Carangpedopo.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
Inilah adalah Seri Kedua ulasan saya dari buku Senandung Cinta Rumah Kayu.<br />
Ikuti juga tulisan saya, dengan buku yang sama tapi sudut pandang yang berbeda di :</p>
<p>1. <a href="http://pradna.cahbag.us/2009/11/senandung-cinta-dari-rumah-kayu.html" target="_blank">Pradna Cahbagus (Senandung Cinta dari Rumah Kayu)</a></p>
<p>3. <a href="http://pradna.jogloabang.com/oprek-scrk.php" target="_blank">Pradna Jogloabang (Oprek Senandung Cinta dari Rumah Kayu)</a></p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pojokpradna.wordpress.com/468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pojokpradna.wordpress.com/468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pojokpradna.wordpress.com/468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pojokpradna.wordpress.com/468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pojokpradna.wordpress.com/468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pojokpradna.wordpress.com/468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pojokpradna.wordpress.com/468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pojokpradna.wordpress.com/468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pojokpradna.wordpress.com/468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pojokpradna.wordpress.com/468/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pojokpradna.wordpress.com&blog=2411971&post=468&subd=pojokpradna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojokpradna.wordpress.com/2009/11/11/obrolan-sore-tamu-dari-rumah-kayu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/560ccb19ec4c0ad4142e1dc1e5d1f6dd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Pradna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pojokpradna.files.wordpress.com/2009/11/rumahkayu_scale.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rumahkayu_scale</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wallpaper Terminal Desktop ala Die Hard 4</title>
		<link>http://pojokpradna.wordpress.com/2009/11/06/wallpaper-terminal/</link>
		<comments>http://pojokpradna.wordpress.com/2009/11/06/wallpaper-terminal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 06:47:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pradna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[Die Hard]]></category>
		<category><![CDATA[Linux Mint]]></category>
		<category><![CDATA[terminal]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[wallpaper]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojokpradna.wordpress.com/?p=447</guid>
		<description><![CDATA[

Silahkan kepruk-korsi, tapi saya sendiri belum pernah nonton film Die Hard 4  
Ceritanya, temen mahasiswa di kosan tanya : &#8220;Prad, di film Die Hard 4 kayaknya pake linux tuh. Tapi kok ngetik kode-kodenya bisa lewat wallpaper desktopnya? Keren deh.&#8221;
Pertanyaan itu lalu masuk file yang patut diselidiki. Lama waktu berselang, hasilnya mulai tampak berkat bimbingan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pojokpradna.wordpress.com&blog=2411971&post=447&subd=pojokpradna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-448" title="terminalwallpaper4" src="http://pojokpradna.files.wordpress.com/2009/11/terminalwallpaper4.png?w=490&#038;h=367" alt="terminalwallpaper4" width="490" height="367" /></p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">Silahkan kepruk-korsi, tapi saya sendiri belum pernah nonton film Die Hard 4 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:left;">Ceritanya, temen mahasiswa di kosan tanya : &#8220;Prad, di film Die Hard 4 kayaknya pake linux tuh. Tapi kok ngetik kode-kodenya bisa lewat wallpaper desktopnya? Keren deh.&#8221;</p>
<p style="text-align:left;">Pertanyaan itu lalu masuk file yang patut diselidiki. Lama waktu berselang, hasilnya mulai tampak berkat bimbingan mas M.Misbahul Munir (sayang, saya ndak tau blog-nya apa).</p>
<p style="text-align:left;">Langkah-langkahnya memang rada bertele-tele. Tapi hasilnya memuaskan untuk tampilan desktop linux kita. Bak <em>hacker</em> sejati yang ngetak-ngetik kode di halaman depan desktop. Iyey!</p>
<p style="text-align:left;">Langsung saja. Maaf saja kalau <em>screenshot</em> tidak disertakan semuanya. Karena sangat banyak&#8230;sementara benwith,miskin sangat. Saya menggunakan desktop Gnome di Linux Mint 7. Bisa juga diterapkan di desktop Gnome Ubuntu. Desktop KDE&#8230;maafkan hamba, karena belum punya (worship).</p>
<p style="text-align:left;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>TAHAP I.  SISI TERMINAL</strong></span></p>
<p><span id="more-447"></span></p>
<p style="text-align:left;">1. Buka aplikasi Terminal dari start Menu =&gt; Accessories=&gt;Terminal</p>
<p style="text-align:left;">2. Sebaiknya dibuat profil baru di Terminal. Dengan mengklik tab File=&gt;New  Profile</p>
<p style="text-align:left;">3. Bisa diberi nama, misal &#8220;DesktopWallpaper&#8221; (<strong>Tanpa tanda petik. Demikian juga seterusnya, jika ada perintah diantara tanda petik &#8220;&#8221;</strong>). Klik [Create]</p>
<p style="text-align:left;">4. Kemudian muncul jendela Editing Profile. Pada tab General, hilangkan tanda centanf pada pilihan <em>&#8220;Show menubar by default in new terminals&#8221;</em></p>
<p style="text-align:left;">Screenshotnya :</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-449" title="tabGeneral" src="http://pojokpradna.files.wordpress.com/2009/11/tabgeneral.png?w=490&#038;h=335" alt="tabGeneral" width="490" height="335" /></p>
<p style="text-align:left;">5. Kemudian, beralih ke tab [Title and Command]. Kolom Initial Title diisi dengan &#8220;Desktop Wallpaper&#8221;</p>
<p style="text-align:left;">6. Pastikan pilihan berada di [keep initial title], di pertanyaan : &#8220;<em>When terminal commands set theri own title</em>&#8220;</p>
<p style="text-align:left;">Ini screenshot-nya :</p>
<p style="text-align:left;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-450" title="title_and_command" src="http://pojokpradna.files.wordpress.com/2009/11/title_and_command.png?w=300&#038;h=205" alt="title_and_command" width="300" height="205" /></p>
<p style="text-align:left;">7. Beranjak ke tab <span style="text-decoration:line-through;">kolor</span> Color. Hilangkan centang pada pilihan [<em>Use colors from the system theme</em>]. Pilih warna tulisan yang kontras dengan warna wallpaper. Jangan senada, karena kita bekerja di Terminal dengan mata dan tangan, bukan dengan hati <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:left;">Screenshotnya :</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-451" title="colors" src="http://pojokpradna.files.wordpress.com/2009/11/colors.png?w=490&#038;h=338" alt="colors" width="490" height="338" /></p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">8. Beralih ke tab Background, pilih [Transparent background], kemudian geser scrollbar menjadi [None].</p>
<p style="text-align:left;">Screenshotnya :</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-452" title="background" src="http://pojokpradna.files.wordpress.com/2009/11/background.png?w=490&#038;h=339" alt="background" width="490" height="339" /></p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">9. Lanjut ke tab Scrolling, pastikan pilihan <em>Scroll bar is</em> [Disabled].</p>
<p style="text-align:left;">Screenshotnya :</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-453" title="scrolling" src="http://pojokpradna.files.wordpress.com/2009/11/scrolling.png?w=435&#038;h=296" alt="scrolling" width="435" height="296" /></p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">10. Tahap pertama selesai. Klik [Close] untuk menutup Jendela Profil ini.</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>TAHAP II. SISI COMPIZ  CONFIG SETTINGS MANAGER</strong></span> (CCSM)</p>
<p style="text-align:left;">1. Dengan anggapan CCSM sudah terinstall dengan baik dan benar. Langsung saja buka dari start Menu=&gt;Preferences=&gt;CompizConfig Settings Manager.</p>
<p style="text-align:left;">2. Pilih Menu [Utility] (itu lho yang disebelah kiri CCSM, yang berderet2 dari atas-ke bawah), cari dan centang [Regex Matching] buat mengaktifkannya.</p>
<p style="text-align:left;">screenshotnya :</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-455" title="regex_matching" src="http://pojokpradna.files.wordpress.com/2009/11/regex_matching1.png?w=490&#038;h=302" alt="regex_matching" width="490" height="302" /></p>
<p style="text-align:left;">3.  Beralih ke Menu [Effect], centang [Windows Decoration]. Klik tulisan [Windows Decoration] untuk memunculkan jendela Setting-Window Decoration. Pada kolom [Decoration windows], isi dengan &#8220;!(title=DesktopWallpaper)&#8221;. Lalu, klik [Back] saja.</p>
<p style="text-align:left;">screenshotnya :</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-456" title="windows_decoration" src="http://pojokpradna.files.wordpress.com/2009/11/windows_decoration.png?w=490&#038;h=301" alt="windows_decoration" width="490" height="301" /></p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">4. Lanjut ke menu [Window Management].  Buka [Place Windows]. Klik tab [Fixed Window Placement]. Kemudian, di menu &#8220;<em>Windows with fixed positions</em>&#8221; klik &#8220;<em>New</em>&#8220;.</p>
<p style="text-align:left;">screenshotnya :</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-457" title="fixed_wind_plcmnt" src="http://pojokpradna.files.wordpress.com/2009/11/fixed_wind_plcmnt.png?w=490&#038;h=301" alt="fixed_wind_plcmnt" width="490" height="301" /></p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">5. Begitu terbuka jendela &#8220;Edit&#8221;, di kolom [Positioned windows], diisikan dengan &#8220;title=DesktopWallpaper&#8221;. Kemudian pada [X dan Y positions]&#8230;hehe,silahkan cari-cari angka yang tepat untuk letak di monitor yang diinginkan. Karena saya ingin nanti Terminal terletak di sebelah kanan layar-desktop, saya isikan dengan angka :</p>
<p style="text-align:left;">X = 12385</p>
<p style="text-align:left;">Y = 60</p>
<p style="text-align:left;">Klik [Close] dilanjutkan dengan [Back] jika dirasa sudah pas.</p>
<p style="text-align:left;"><em>screenshot</em>-nya :</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-460" title="positioned_windows" src="http://pojokpradna.files.wordpress.com/2009/11/positioned_windows.png?w=449&#038;h=214" alt="positioned_windows" width="449" height="214" /></p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">6.  Masih di menu [Window Management],  klik [Window Rules]. Lalu di tab [Matches], copy&#8211;paste-kan &#8220;title=DesktopWallpaper&#8221; ke kolom :</p>
<p style="text-align:left;">[Skip Taskbar] ; [Skip pager] ; [Below] ; [Sticky] ; [Non Resizable windows] ; [Non minimizable windows] [Non maximable window] ; dan [Non closable windows]</p>
<p style="text-align:left;"><em>screenshot</em>-nya :</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-461" title="Windowrules_Matches" src="http://pojokpradna.files.wordpress.com/2009/11/windowrules_matches.png?w=490&#038;h=296" alt="Windowrules_Matches" width="490" height="296" /></p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">7. Masih di [Window Rules], pindah ke tab [Size rules]. Klik &#8220;New&#8221;. Isikan&#8221;title=DesktopConsole&#8221; di [Sized Windows]. Untuk [Width] dan [Height], saya isi dengan angka aman sesuai monitor yaitu 600 dan 500.</p>
<p style="text-align:left;"><em>screenshot</em>-nya :</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-462" title="Windrule_sizerule" src="http://pojokpradna.files.wordpress.com/2009/11/windrule_sizerule.png?w=453&#038;h=192" alt="Windrule_sizerule" width="453" height="192" /></p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">Jika dirasa sudah pas, silahkan klik [Back] dan [Close] CCSM.</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>TAHAP III. AUTOSTART</strong></span></p>
<p style="text-align:left;">Terakhir adalah membuat autostart agar Terminal yang sudah susah payah disettning diatas, langsung nancep di Wallpaper begitu komputer dinyalakan.</p>
<p style="text-align:left;">1. Buka start Menu=&gt;Preferences=&gt;Startup Applications</p>
<p style="text-align:left;">2. Pada jendela Startup Applications yang terbuka, klik [Add]. Pada kolom [Command] diisi dengan :</p>
<p><code>gnome-terminal --window-withprofile=DesktopWallpaper</code></p>
<p>screenshot-nya :</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-463" title="gnome_terminal" src="http://pojokpradna.files.wordpress.com/2009/11/gnome_terminal.png?w=369&#038;h=196" alt="gnome_terminal" width="369" height="196" /></p>
<p>3. Klik [Save], kemudian tutup Startup Applications. Untuk melihat hasilnya, komputer di &#8220;log off&#8221; ataupun &#8220;restart&#8221;.</p>
<p>Untuk mengetik di terminal yang telah menyatu dengan Wallpaper, tinggal klik kursor di depan &#8220;$&#8221;. Menonaktifkannya, klik wallpaper di luar wilayah terminal.</p>
<p>Maka kini saya bisa <em>nggaya</em> merapal mantera-mantera linux di daerah-daerah hotspot yang rame, bak seorang <a href="http://www.ahardiena.web.id/computer/cara-mudah-menjadi-geek/" target="_blank"><em>geek</em></a> sejati <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pojokpradna.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pojokpradna.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pojokpradna.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pojokpradna.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pojokpradna.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pojokpradna.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pojokpradna.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pojokpradna.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pojokpradna.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pojokpradna.wordpress.com/447/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pojokpradna.wordpress.com&blog=2411971&post=447&subd=pojokpradna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojokpradna.wordpress.com/2009/11/06/wallpaper-terminal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/560ccb19ec4c0ad4142e1dc1e5d1f6dd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Pradna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pojokpradna.files.wordpress.com/2009/11/terminalwallpaper4.png" medium="image">
			<media:title type="html">terminalwallpaper4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pojokpradna.files.wordpress.com/2009/11/tabgeneral.png" medium="image">
			<media:title type="html">tabGeneral</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pojokpradna.files.wordpress.com/2009/11/title_and_command.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">title_and_command</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pojokpradna.files.wordpress.com/2009/11/colors.png" medium="image">
			<media:title type="html">colors</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pojokpradna.files.wordpress.com/2009/11/background.png" medium="image">
			<media:title type="html">background</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pojokpradna.files.wordpress.com/2009/11/scrolling.png" medium="image">
			<media:title type="html">scrolling</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pojokpradna.files.wordpress.com/2009/11/regex_matching1.png" medium="image">
			<media:title type="html">regex_matching</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pojokpradna.files.wordpress.com/2009/11/windows_decoration.png" medium="image">
			<media:title type="html">windows_decoration</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pojokpradna.files.wordpress.com/2009/11/fixed_wind_plcmnt.png" medium="image">
			<media:title type="html">fixed_wind_plcmnt</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pojokpradna.files.wordpress.com/2009/11/positioned_windows.png" medium="image">
			<media:title type="html">positioned_windows</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pojokpradna.files.wordpress.com/2009/11/windowrules_matches.png" medium="image">
			<media:title type="html">Windowrules_Matches</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pojokpradna.files.wordpress.com/2009/11/windrule_sizerule.png" medium="image">
			<media:title type="html">Windrule_sizerule</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pojokpradna.files.wordpress.com/2009/11/gnome_terminal.png" medium="image">
			<media:title type="html">gnome_terminal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Obrolan Sore 09 : Kang Sronto Gugat</title>
		<link>http://pojokpradna.wordpress.com/2009/11/01/obrolan-sore-sronto-gugat/</link>
		<comments>http://pojokpradna.wordpress.com/2009/11/01/obrolan-sore-sronto-gugat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 20:02:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pradna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Obrolan Sore]]></category>
		<category><![CDATA[Kenaikan Gaji]]></category>
		<category><![CDATA[menteri]]></category>
		<category><![CDATA[Pasal 27 ayat 3 UU ITE]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[Tunjangan]]></category>
		<category><![CDATA[UU ITE]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Kabinet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojokpradna.wordpress.com/?p=442</guid>
		<description><![CDATA[
&#160;
Sore hari.
Obrolan Sore belum juga dimulai, Kang Sronto sudah berdiri tidak tenang di teras rumah Cengkir. Matanya nanar menatap ke arah jalan menuju rumah tempat obrolan sore dilaksanakan turun temurun. Tangannya terkepal menahan dendam. Urat-urat nadi menonjol jelas di balik kulit hitam legam, seolah ingin berteriak dari dasar hati yang kelam. Kang Sronto sudah tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pojokpradna.wordpress.com&blog=2411971&post=442&subd=pojokpradna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-full wp-image-444" title="tolak_uu_ite" src="http://pojokpradna.files.wordpress.com/2009/10/tolak_uu_ite.jpg?w=200&#038;h=174" alt="tolak_uu_ite" width="200" height="174" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sore hari.</p>
<p><a href="http://pojokpradna.wordpress.com/obrolan-sore/" target="_blank">Obrolan Sore</a> belum juga dimulai, Kang Sronto sudah berdiri tidak tenang di teras rumah Cengkir. Matanya nanar menatap ke arah jalan menuju rumah tempat obrolan sore dilaksanakan turun temurun. Tangannya terkepal menahan dendam. Urat-urat nadi menonjol jelas di balik kulit hitam legam, seolah ingin berteriak dari dasar hati yang kelam. Kang Sronto sudah tidak bisa bersikap <em>sronto</em> (sabar) lagi, kali ini.<br />
<span id="more-442"></span><br />
Saat dibuai amarah itulah, Cengkir sang tuan rumah keluar sambil membawa nampan berisi teh tawar hangat dan jadah goreng sebagai penyemarak obrolan sore kali ini. Kang Sronto yang berdiri membelakangi Cengkir, hanya melirik sekilas pemuda kurus nan bersahaja itu meletakkan bawaannya di meja jati yang berusia beberapa generasi menjadi saksi <em>gayeng</em>nya obrolan dan <em>gojek kéré</em> di teras rumah ini.</p>
<p>Anehnya, begitu Cengkir menaruh apa yang dibawanya, langsung terdiam melihat ke atas. Kang Sronto tidak memperdulikan kelakuan Cengkir. Matanya kembali nyalang menanti sesuatu muncul dari jalan didepannya itu.</p>
<p>Akhirnya yang ditunggu datang juga. Rombongan kecil tamu undangan, berisikan Lik Power, Juragan Brono dan Mas Roy, datang memasuki teras rumah joglo itu. Kaku, Kang Sronto menyilahkan duduk para tamu yang memang sengaja diundang Kang Sronto di obrolan sore ini.</p>
<p>Mereka pun duduk di kursi kayu beranyaman plastik yang mengelilingi meja jati bundar yang sudah berisi minuman dan kudapan. Sedangkan Cengkir masih terdiam terpaku melihat ke atas.</p>
<p>Setelah melonggarkan tenggorokan dengan hidangan yang ada, dan satu lintingan rokok racikan sendiri yang bahan-bahannya selalu ada di atas meja. Kang Sronto menegakkan badan, seolah seperti betara Krisna yang hendak menggugat Kurawa.</p>
<p>&#8220;Saya mau bertanya.&#8221; Kang Sronto membuka percakapan dengan resmi.</p>
<p>Lik Power sebagai ketua rombongan yang menjawab. Tak kalah resmi.  &#8220;Silahkan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Baru kali ini Kaur pake wakil Kaur. Apa ndak cukup sekretaris Kaur buat mbantu tugas harian Kaur?&#8221; Kang Sronto memulai gugatannya.</p>
<p>Lik Power melirik Juragan Brono yang baru sebentar menikmati kursi Lembaga Musyawarah Desa, sudah ditarik menjadi Kaur Perekonomian.</p>
<p>Juragan Brono membasahi tenggorokan dengan teh tawar sebelum menjawab. &#8220;Tugas Kaur itu semakin hari semakin berat. Jadi perlu ada wakil yang mbantu disamping sekretaris Kaur.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tapi nanti jadi tumpang-tindih sama tugas sekretaris Kaur?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya ndak,lah. Kan, nanti dibikin peraturan yang jelas soal wilayah kerjanya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Jangan-jangan ini karena para Kaur itu bukan dari bidangnya, jadi perlu orang-orang yang bener-bener ahli?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ehm&#8230;o,ndak Kang. Semua pas di bidangnya,kok. Buktinya,saya yang pengusaha ini dimasukkan ke bidang perekonomian.&#8221;</p>
<p>&#8220;Hmm&#8230;brati, biar orang kayak Juragan Brono ini tetep bisa menjalankan bisnisnya dengan tenang?&#8221;</p>
<p>&#8220;Eh,nganu&#8230;&#8221; Juragan Brono mulai grogi. &#8220;Ndak,ah. Mosok kayak gitu. Semua harus fokus pada tugasnya masing-masing,kok&#8230;kayaknya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Makanya, gaji Kaur minta dinaikkan ya.&#8221; kata Kang Sronto sini. Kemudian melanjutkan. &#8220;Saya ini kok heran, para Kaur Desa itu sudah gajinya tinggi, dapat Andong dinas mewah. Lha kok baru seminggu dilantik, sudah minta kenaikan gaji. <em>Piye, to</em>?!&#8221;</p>
<p>&#8220;Ehm,ehm.. begini Kang Sronto. Kenaikan gaji ini sudah struktural. Jadi jangan dilihat kenaikan gajinya, tapi secara struktural.&#8221;</p>
<p>&#8220;Asshh&#8230;Ndak usah pake bahasa susah kayak gitu. Itu cuman buat mbohongi rakyat aja. Pake bahasa sulit,biar rakyat ndak <em>mudeng</em>. Gampangnya,gimana?!&#8221; tukas Kang Sronto.</p>
<p>&#8220;Gini contohnya. Gaji Kaur kan dah lama ndak dinaikkan. Padahal gaji Cengkir aja, tiap tahun dinaikkan.&#8221; ulas Juragan Brono.</p>
<p>&#8220;Lha ya jelas. Cengkir yang cuman nerima jadi tukang sapu desa, gajinya cuman berapa? Kok mau dibandingkan dengan gaji Kaur yang sudah <em>nggedabel</em>. Belum lagi tunjangan sama dana taktis masing-masing Kaur. Ya to, Ceng?&#8221;</p>
<p>Semua menoleh ke arah Cengkir. Tapi yang ditanya masih asik melihat ke atas.</p>
<p>&#8220;Cengkir! Kamu dari tadi liat atas terus. Ada apa, to?&#8221; tegur Kang Sronto kesal.</p>
<p>Tidak mengalihkan pandangannya, sambil jarinya menunjuk ke atas. Cengkir berbicara. &#8220;Itu lho, tulisan di atas. Blogger  Tolak Pasal 27 ayat 3 UU ITE. Maksudnya apa,to? Dari tadi saya pikir-pikir, kok ndak nemu apa maksudnya itu.&#8221;</p>
<p>Tidak memperdulikan Kang Sronto yang menepok jidat, Mas Roy, yang kuliah di Fisip tapi ahli komputer, melihat ini sebagai peluang lepas dari gugatan Kang Sronto.</p>
<p>Mas Roy menjawab. &#8220;Ini lho, Kir. Pasal itu kan mengatakan, siapa saja yang mencemarkan nama baik seseorang di internet bisa kena pidana. Nah masalahnya, gimana sih kriteria nama baik seseorang itu? Soalnya, orang-orang yang sensitif sama nama baik itu malah biasanya orang yang sedang bermasalah dengan nama baiknya karena kesangkut kasus korupsi dan tindak pidana lainnya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Apa orang yang mengeluhkan buruknya pelayanan yang dia terima, bisa disebut sebagai pencemaran nama baik? Ini termasuk pasal mulur-<em>mungkret</em> yang bisa diterjemahkan sesuai keinginan pemodal. Timor Leste aja yang kitan KUHP-nya nyontek Indonesia, sudah menghapuskan segala pasal pencemaran nama baik. Makanya saya juga mendukung penghapusan pasal 27 ayat 3 UU ITE. Undang-undang ITE mutlak tetep diperlukan, tapi 1 ayat itu perlu di<em>busek</em>.&#8221; Mas Roy mengakhiri penjelasan panjangnya sambil berterima kasih atas narasi dan logonya kepada kang <a href="http://blontankpoer.com/saatnya-blogger-bertindak/" target="_blank">Blontankpoer</a>.</p>
<p>Cengkir manggut-manggut sambil akhirnya ikut duduk bersama tamu-tamunya.</p>
<p>&#8220;Saya juga mendukung itu, lho Ceng!&#8221; kata Lik Power bersemangat.</p>
<p>&#8220;Pokoknya, saya juga mendukung itu!&#8221;  Juragan Brono tidak mau kalah.</p>
<p>Semua bersemangat. Benar-benar mencitrakan Pejuang Pembela hak Rakyat Sejati.</p>
<p>Wajah Cengkir menjadi cerah <em>sumringah</em>. Cengkir berkata. &#8220;Wah,wah&#8230;brati, nanti kalo ada tulisan-tulisan yang isinya mengeluhkan kinerja pemerintahan desa Carangpedopo ini, brati ndak bakal dituntut, kan ya? Ya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ngg&#8230;nganu&#8230;itu..eh&#8230;&#8221; kata Lik Power, Juragan Brono dan Mas Roy tergagap berjamaah menjawab pertanyaan Cengkir.</p>
<p>Obrolan Sore pun berakhir.</p>
<div><em>*Seluruh masyarakat desa Carangpedopo mendukung penghapusan Pasal 27 ayat 3 UU ITE&#8230;yah, setidaknya, Cengkir mendukung.*</em></div>
<div><em><br />
</em></div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pojokpradna.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pojokpradna.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pojokpradna.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pojokpradna.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pojokpradna.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pojokpradna.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pojokpradna.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pojokpradna.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pojokpradna.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pojokpradna.wordpress.com/442/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pojokpradna.wordpress.com&blog=2411971&post=442&subd=pojokpradna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojokpradna.wordpress.com/2009/11/01/obrolan-sore-sronto-gugat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>57</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/560ccb19ec4c0ad4142e1dc1e5d1f6dd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Pradna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pojokpradna.files.wordpress.com/2009/10/tolak_uu_ite.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tolak_uu_ite</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menulis Arab di OpenOffice Writer</title>
		<link>http://pojokpradna.wordpress.com/2009/10/26/menulis-arab-di-oo-writer/</link>
		<comments>http://pojokpradna.wordpress.com/2009/10/26/menulis-arab-di-oo-writer/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 15:30:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pradna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[arab]]></category>
		<category><![CDATA[Linux Mint]]></category>
		<category><![CDATA[menulis arab]]></category>
		<category><![CDATA[open office writer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojokpradna.wordpress.com/?p=440</guid>
		<description><![CDATA[cara menulis arab di open-office-writer menggunakan OS Linux Mint<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pojokpradna.wordpress.com&blog=2411971&post=440&subd=pojokpradna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Beberapa waktu yang lalu, ketika lagi rame membahas Sabily 9.04. Ada beberapa pertanyaan : &#8220;apakah bisa buat nulis arab?&#8221;</p>
<p>Ndak tau Sabily ada applikasi khusus buat nulis arab ato ndak. Ubuntu, Linuxmint dan yang lain bisa saja buat nulis arab di openoffice writernya.<br />
<img title="More..." src="http://solvewithit.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /><br />
Saya ndak ahli nulis Arab. Jadi kalo cara dan contoh dibawah ini dirasa ndak sesuai dengan kaidah tulisan Arab yang baku,benar dan disempurnakan&#8230;ya, ampuni hamba.<br />
<span id="more-440"></span><br />
1. Biar mudah kedepannya, letakkan Keyboard Indicator di panel. Buat memunculkannya, klik kanan di sela-sela panel lalu pilih <em>Add to Panel</em>.</p>
<p><img title="add_panel" src="http://solvewithit.com/wp-content/uploads/2009/10/add_panel.png" alt="add_panel" width="191" height="177" /></p>
<p>2. Setelah muncul halaman <em>Add to Panel</em>, cari dan klik <em>Keyboard Indicator.</em> Pencet tombol Add jika sudah mantep.</p>
<p><img title="kibor_indicator" src="http://solvewithit.com/wp-content/uploads/2009/10/kibor_indicator-300x288.png" alt="kibor_indicator" width="300" height="288" /></p>
<p>3. Setelah muncul ikon <em>Keyboard Indicator </em>di panel -menu (saya pake yg USA, jadi keluarnya tulisan USA). Klik kanan ikon (<em>applet</em>) <em>Keyboard Indicator, pilih <em>Keyboard Preferences</em>.</em></p>
<p><em><img title="key_pereference" src="http://solvewithit.com/wp-content/uploads/2009/10/key_pereference.png" alt="key_pereference" width="209" height="233" /></em></p>
<p>4. Di halaman <em>Keyboard Preferences</em> pilih tab <em>Layouts</em>. Kemudian klik <em>Add</em>.</p>
<p><img title="layout" src="http://solvewithit.com/wp-content/uploads/2009/10/layout-269x300.png" alt="layout" width="269" height="300" /></p>
<p>5.  Muncul halaman <em>Choose a Layout</em> klik tab <em>By Language</em>. Di option <em>Language</em> dan <em>Variants</em> pilih <em>Arabic</em>. Klik <em>Add</em>. Setelah kembali ke halaman <em>Keyboard Preferences</em> klik saja <em>Close</em>.</p>
<p><img title="by_bahasa" src="http://solvewithit.com/wp-content/uploads/2009/10/by_bahasa-300x235.png" alt="by_bahasa" width="300" height="235" /></p>
<p>6. Setelah ini, setting di Openoffice Writer (Word Processor)-nya. Klik Menu <em>Tools |Option</em> .</p>
<p>7. Dari halaman Options, klik pilihan <em>Language Settings</em> | <em>Languages</em>. Di opsi <em>Enhanced Language Support</em>, centang opsi <em>Enabled for Asian languages</em> dan <em>Enabled for xomplex text layout </em>(CTL). Klik OK.</p>
<p><img title="oo_language_setting" src="http://solvewithit.com/wp-content/uploads/2009/10/oo_language_setting-300x146.png" alt="oo_language_setting" width="300" height="146" /></p>
<p>8. Selanjutnya, menulis Arab tinggal 1 kali klik ikon <em>Keyboard Indicator </em> di panel. Begitu ikon tersebut berganti tulisan &#8220;Ara&#8221;, berati tulisan Arab siap dipraktekkan seperti contoh ini :</p>
<p><img title="assalamualaikum" src="http://solvewithit.com/wp-content/uploads/2009/10/assalamualaikum.png" alt="assalamualaikum" width="390" height="113" /></p>
<p>9. Klik ikon keyboard di panel 1 kali buat mengembalikan ke default keyboard semula.</p>
<p>10. Ini sekedar translasi keyboard untuk membantu menyesuaikan dengan huruf Arab :</p>
<p><img title="translasi" src="http://solvewithit.com/wp-content/uploads/2009/10/translasi.png" alt="translasi" width="640" height="313" /></p>
<p>Demikian.</p>
<p><em>Tulisan ini sebelumnya saya titipkan di <a href="http://solvewithit.com/2009/10/04/menulis-arab-openoffice-writer/" target="_blank">Solve With It</a>, sekarang saatnya saya panen </em> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8-)' class='wp-smiley' /> </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pojokpradna.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pojokpradna.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pojokpradna.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pojokpradna.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pojokpradna.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pojokpradna.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pojokpradna.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pojokpradna.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pojokpradna.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pojokpradna.wordpress.com/440/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pojokpradna.wordpress.com&blog=2411971&post=440&subd=pojokpradna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojokpradna.wordpress.com/2009/10/26/menulis-arab-di-oo-writer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/560ccb19ec4c0ad4142e1dc1e5d1f6dd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Pradna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://solvewithit.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" medium="image">
			<media:title type="html">More...</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://solvewithit.com/wp-content/uploads/2009/10/add_panel.png" medium="image">
			<media:title type="html">add_panel</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://solvewithit.com/wp-content/uploads/2009/10/kibor_indicator-300x288.png" medium="image">
			<media:title type="html">kibor_indicator</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://solvewithit.com/wp-content/uploads/2009/10/key_pereference.png" medium="image">
			<media:title type="html">key_pereference</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://solvewithit.com/wp-content/uploads/2009/10/layout-269x300.png" medium="image">
			<media:title type="html">layout</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://solvewithit.com/wp-content/uploads/2009/10/by_bahasa-300x235.png" medium="image">
			<media:title type="html">by_bahasa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://solvewithit.com/wp-content/uploads/2009/10/oo_language_setting-300x146.png" medium="image">
			<media:title type="html">oo_language_setting</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://solvewithit.com/wp-content/uploads/2009/10/assalamualaikum.png" medium="image">
			<media:title type="html">assalamualaikum</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://solvewithit.com/wp-content/uploads/2009/10/translasi.png" medium="image">
			<media:title type="html">translasi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>