Obrolan Sore
Obrolan Sore 11 : Tamu dari Rumah Kayu
Sore hari.
Semilir angin sore berhembus masuk ke teras depan rumah joglo yang telah berusia beberapa generasi. Selama beberapa generasi itu juga, setiap sore di rumah Cengkir selalu diwarnai dengan gojek-kere para pemuja Obrolan Sore. Gojek berarti bercanda, kere berarti miskin. Di tengah himpitan tuntutan kebutuhan rumah tangga, para pelakon Obrolan Sore selalu bisa menertawakan kondisi [...]
Obrolan Sore 10 : Kang Sronto Gugat
Sore hari.
Obrolan Sore belum juga dimulai, Kang Sronto sudah berdiri tidak tenang di teras rumah Cengkir. Matanya nanar menatap ke arah jalan menuju rumah tempat obrolan sore dilaksanakan turun temurun. Tangannya terkepal menahan dendam. Urat-urat nadi menonjol jelas di balik kulit hitam legam, seolah ingin berteriak dari dasar hati yang kelam. Kang Sronto sudah tidak [...]
Obrolan Sore 09 : Dum!
(dum = bagi, Javanese-red)
Sore hari.
Sore yang panas dan lengas. Debu tanah kapur Carangpedopo tak jarang terbawa angin, berputar menyelimuti segala macam benda yang mencoba menghalangi laju terbangnya. Kondisi seperti ini tak ayal mengurungkan langkah warga menuju rumah Cengkir untuk memulai Obrolan Sore. Mereka lebih memilih melanjutkan sedikit istirahat di sore yang penat ini.
Namun ada satu [...]
« Previous Entries

