Beranda > Linux > Share Telkomsel Flash di Linux Mint (Ubuntu) episode 2

Share Telkomsel Flash di Linux Mint (Ubuntu) episode 2

Setelah seminggu penuh beres-beres kapling saya di Pradna Jogloabang, saatnya melanjutkan postingan saya kemaren soal share internet menggunakan Linux Mint 7 (bisa juga di Ubuntu) dengan koneksi Telkomsel Flash yang separo unlimited dan selalu berharap unlemoted.

Sebetulnya tinggal sedikit, yaitu pengaturan sisi server dan sisi klien. Tapi seperti biasa kalau ndak saya tulis, mbesok-besok kalau saya butuh jadi lupa karena ndak ada catetannya.

Jadi, langsung saja :

Sisi Server

1. Setelah semua yang ada di episode pertama terpasang dengan rapi, konek-kan Telkomsel Flash. Kemudian, dari komputer server, klik kanan panel desktop sebelah kanan. Pilih Connection Information.

conection_information

2. Setelah terbuka jendela Active Network Connection, pilih Tab Internet (Default) . Catat primary dan secondary DNS.

Active_network_connection

3. Close jika sudah selesai menunaikan hajat mencatat DNS. Masih di ikon Network Connection di panel yang sama, klik kanan pilih Edit Connection. Terbuka jendela Network Connection, pada Tab Wired pilih Edit.

Edit_Connection

4. Pada jendela Editing Auto Eth0 yang tertampil, pilih tab IPv4 Settings. KlikĀ  tombol Add, masukkan alamat IP Server dan Netmask. Sedangkan untuk Gateway server dikosongi atau diisi 0.0.0.0 . Isikan juga DNS yang sudah dicatat tadi pada kolom isian DNS dengan dipisahkan “koma” dan (mungkin) “spasi”.

IPv4_settings

5. Klik Apply

Sisi Client

Klik kanan ikon Network Connection di panel desktop sebelah kanan. Pilih Edit Connections. Setelah terbuka jendela Network Connection, pada tab Wired pilih Edit. Setelah keluar jendela Editing Auto Eth, pilih tab IPV4 . Klik tombol Add. Kemudian isikan IP client, Netmask, dan Gateway. Untuk Gateway diiskan alamat IP server (contoh kali ini 192.168.0.1). Kemudian kedua DNS tadi yang sudah dicatat dengan dipisahkan “koma” dan (mungkin) “spasi”.
(mungkin) karena siapa tau ndak pake “spasi” pun ndak apa-apa, tapi saya lebih suka memakai “spasi” biar lebih rapi :mrgreen:

IPv4_userKlik Apply.

Demikian.

hmm…ada yang aneh, ya. Kenapa DNS-nya beda-beda, ya.

Ini karena Telkomsel Flash mengganti DNS-nya seminggu sekali, tiap hari minggu. Asalkan masih ada 1 DNS yang sama, entah itu primary atau secondary DNS, insya Allah masih bisa konek internet.

(benar-benar) Demikian.

  1. Oktober 14, 2009 pada 3:29 am | #1

    pake open dns, malah situs bervirus udah di blokir, dan tidak usah gonta-ganti…

    bukankah bisa diinstalli ipcop to.. kan luwih wenak, nak, nak nak..nhan,.. dan pastinya sharingnya jadi luebih kuenceng… piye jal

    • Oktober 14, 2009 pada 3:33 am | #2

      hiyah, di yang lama komenku yo ngunu… wes.. podo linuxe, luwih apik korban cpu siji dadekne mikrotik.. kakakaka

    • Oktober 14, 2009 pada 8:12 am | #3

      Siap! Maturnuwun infonya…(semoga) bisa segera diaplikasikan (komenku yg sebelumnya jg kyknya sperti ini :D )

      kalo korban cpu 1, belum sanggup gan…lha yg ini cuman empat kompyuter je :mrgreen:

  2. Oktober 14, 2009 pada 8:26 am | #4

    insya Allah saya akan membutuhkannya nanti, kalo tabungan saya dah cukup wat menyingkirkan si lepi yg skarang. kalo cap sapu ada gak caranya bang? Ato sama aja gituh? bdw saia kangen si cengkir (blush) :P

  3. Oktober 14, 2009 pada 8:44 am | #5

    saia masih pake XP

  4. Oktober 14, 2009 pada 11:10 am | #6

    Selamat untuk rumah barunya hehehe saya setia makai XP juga neh

    • Oktober 15, 2009 pada 2:03 am | #7

      saya juga mas masih pake XP.
      masih binggung pake Linux….

      Salam Kenal :)

  5. Oktober 15, 2009 pada 11:58 am | #9

    wah pimpinane telkomsel lagi kena kasus ya

  6. Oktober 17, 2009 pada 5:47 am | #10

    Nice info mas, Lanjutkan!

  7. Oktober 17, 2009 pada 8:53 am | #11

    makasih informasinya tapi kami masih belum pake linux mungkin lain kesempatan,.. salam persahabatan makaish atas kunjungannya…

  8. Oktober 17, 2009 pada 10:42 am | #12

    kebetulan mau pakai linux, semoga bermanfaat artikelnya buat saya, hehe

  9. Oktober 17, 2009 pada 2:08 pm | #13

    wih..mantab banget postingannya
    salam hangat selalu

  10. Oktober 17, 2009 pada 2:18 pm | #14

    infonya bermanfaat, 2 bulan kemarin saya masih menggunakan telkomflash

  11. Oktober 17, 2009 pada 4:08 pm | #15

    ampun bos diriku gaptek

  12. Oktober 18, 2009 pada 9:27 pm | #16

    aku jg msh setia pake xp…
    gak tau caranya pake linux siyh…
    hihihi…

  13. Oktober 19, 2009 pada 4:20 am | #17

    manut manut… nanti kalo aku wis pasang Linux, sampean mau dateng ke Depok kan buat ngajarin gratisan? (goodluck)

  14. Oktober 19, 2009 pada 7:35 am | #18

    ooo… baru ngerti soal dns yang berbeda- beda itu…

    btw, kapling blog-nya banyak amat sih pradna, ada dimana- mana… lagi investasi properti ya? :D ;-)

    d.~

  15. November 2, 2009 pada 5:49 am | #19

    Mas pradna, kl internet di opensuse gimana? saya belom menggunakannya tapi ini mau make setelah frustrasi enggak bisa setting durasi (permenit) di ubuntu menggunakan im3 vocher internet dengan modem hape SE W950i. Siapa tahu aja bisa di opensuse… Kebetulan saya punya dvdnya dari infolinux…..

    • Pradna
      November 2, 2009 pada 5:43 pm | #20

      wah, maaf mas…setting permenit im3 lm nyoba je. Kalo kepepet saya masih pake im3 per kb (worship)

      Mungkin ada yg bisa membantu?

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 364 pengikut lainnya.