Shinobi
Sekali lagi,
lapar dan dingin aku alami saat ini.
Tlah bertahun lalu,
saat pelatihan, saat melakukan melakukan sesuatu yang tidak aku mau.
Membuat kekacauan,
menjadi informan,
mengobarkan pemberontakan,
dalam kerahasiaan.
Memasang wajah susah walau sedang senang,
mengganti wajah senang walau dirundung malang.
Selalu aku lalui dalam lapar dan dingin.
Bagaimana bisa kenyang dan hangat,
kalau kerjaannya bikin orang lain hilang dan lewat?
Itulah kenapa rasa lapar perutku ini setingkat di atas lapar bawah perut.
Rasa lapar bawah perut bisa hilang dengan 1200 perak,
buat 3 minggu dengan si sabun Tjap Merak.
Tapi 1200 rupiah,
cuma cukup buat sebungkus keripik renyah.
Mana bisa bikin kenyang dan hati senang,
tubuh hangat dan berkeringat.
Meski begitu,
saat kejayaan menghampiriku,
aku memutuskan tuk berlalu,
meninggalkan urusan yang tak sesuai hati nuraniku.
Meninggalkan bayang-bayang suram,
biar hidup tak jadi muram.
Ternyata, oh ternyata…
di sini sama saja!
Aku masih kelaparan.
Hanya satu bedanya,
meski nun jauh disana,
aku kini mulai merasakan hangatnya sang surya.
“21.52…dibawah halusinasi puncak lapar malam ini”


Lapar adalah tuntutan . . Lapar adalah dambaan dan Lapar adalah kepuasan Manakala kita bisa memenuhi niat
ajengkol
Juni 13, 2009
wuah…saat lapar begini,susah menapsirkan komen yang dalam seperti ini *menjura*
Pradna
Juni 13, 2009
lapar masak indomie. shinobi artine apa ya?
sik.. sik.. tak mbayangke sing di bawah perut
endarfitrianto
Juni 13, 2009
postingan sepesial buat Kang Endar yg sedang dapat kunjungan dari Palang Merah…*ngakak guling-guling*
Pradna
Juni 13, 2009
sakjane ngece sing lagi keno palang merah malam ini to … bwahaha…
suryaden
Juni 13, 2009
*baca komen diatas*
(ngguyu-ngepruk-ngepruk)
Pradna
Juni 13, 2009
apikmen kangg…
senoaji
Juni 13, 2009
bikinnya pas kelaparan sangad…ga tau isinya, malah
Pradna
Juni 13, 2009
weh iso buat puisi juga
suwung
Juni 13, 2009
kepekso mergo luwe…
(translate : terpaksa karna lapar)
Pradna
Juni 13, 2009
nyoba komeng maning… drijiku wis tak kumbah tjap merah
endar
Juni 13, 2009
(doh) ternyata ada 2 macem lapar ya?
baru tahu akuuuhhh.. wkwkwkwk
superaman
Juni 13, 2009
lapar mata,tangan,pundak,kaki,lutut,kaki-lutut…
Pradna
Juni 13, 2009
kelaparan malam2 bisa jadi puisi juga ya? hihihi
cahsholeh
Juni 13, 2009
dah kadung stress ga ada yg bisa dimakan…hehe
Pradna
Juni 13, 2009
kang endar wis ngumbah driji…
driji sing endi Kang???
pelatihan………. (thinking)
itempoeti
Juni 13, 2009
2 jari pastinya…jempol dan telunjuk…wakaka…
Pradna
Juni 13, 2009
* tepuk tangan dulu ah … *
saya sangat suka nih sama syairnya … salut … salut …
itu beneran berdasarkan pengalaman pribadi atau renungan saja mas? keren banget neh …
btw, memang di setiap sela kerumitan hidup ini selalu masih ada sedikit harapan untuk kabahagiaan …
nomercy
Juni 13, 2009
ah namanya juga shinobi…
gak bisa dijelaskan ini kenyataan ato halusinasi
karna
memang itulah tugas shinobi
Pradna
Juni 14, 2009
lapar itu sunatullah
ciwir
Juni 15, 2009
benar, tadz *mengangguk takzim*
Pradna
Juni 15, 2009
bener udah fitrah kalo tiap lima jam pasti kita laper…
agus
Juni 17, 2009
walah…saya sih kelaparan selalu
Pradna
Juni 19, 2009
tapi kadang lapar itu bisa membuat inspirasi contohnya kaya yang nulis itu ndiri? dan lapar kadang bisa membuat kita semangat untuk menghilangkan rasa lapar itu, atau membuat kita berusaha untuk mendapatkan obat lapar!
Cara Buat Web
Juni 19, 2009
wah diriku harus melapar dulu biar bisa buat puisi
suwung
Juni 19, 2009
coba aja kang…asal jadinya gak puisi ratapan anak tiri seperti ini
Pradna
Juni 22, 2009
lapar atau kenyang, sayah ga bisa bikin puisi
quinie
Juni 21, 2009
sama…ini cuma dibawah pengaruh halusinasi puncak kelaparan ajah
Pradna
Juni 22, 2009
kelaperan yak? tapi koq sepertinya ada yg tidak layak baca, buatku yg masih di bawah umur, xixixi….
iLLa
Juni 22, 2009
hah? yg mananya sih…
kok anak di bawah umur tau ada yg gak layak baca?
Pradna
Juni 22, 2009
hmm.. mari temukan ketenangan Jiwa.. jiwa yang haus dan lapar.. hati yang merindukan sentuhan..
Salam Sayang
KangBoed
Juni 23, 2009
kalo dah gini,cuma bisa manggut-manggut saya
terima kasih KangBoed…merasa terhormat atas kunjungan Anda
Pradna
Juni 26, 2009
wahkembali ke habitat niih . bagus kalo karyanya dijilid dibukukan en hasilnya bisa memberi makan infaq n sedekah pd fakir miskinn (ky kita2)
rony
Juni 23, 2009
pengennya, bre
tp blm ada yg nekat mau membukukan, je
Pradna
Juni 26, 2009
Hidup disini hanyalah sekedar senda gurau belaka.. semua hanyalah perjalanan menemukan arti dan makna kehidupan
Salam Sayang
KangBoed
Juni 30, 2009
[...] beranyaman plastik di teras rumah, merasa nyaman sore ini. Badannya telah wangi oleh sabun “tjap Merak” . Tidak biasanya, Cengkir sudah rapi sebelum adzan Maghrib [...]
Obrolan Sore 10 : Tamu dari Rumah Kayu « Pradna's Corner
November 11, 2009