Beranda > Linux > Install Slax ke Flashdisk

Install Slax ke Flashdisk

slx

Sebetulnya, kemaren-kemaren saia selalu setia dengan Puppy Linux yang pernah saia tulis di sini (mulai dari Puppy Linux 2.16 sampe 4.00) di flashdisk saia.  Ternyata, fungsi utama distro linux di flashdong (baca: flasdisk) saia adalah untuk kampanye linux.  Jadinya, walau memiliki kelengkapan aplikasi yang luar biasa dan keindahan dekstop, start-menu di Puppy kurang menarik dan terkesan tumpang tindih. Ini menyebabkan calon konstituen (bahasanya jelas memanfaatkan momen), kurang tertarik menginstalkan linux di UFD (baca: flashdong, lho eh) mereka.

Akhirnya, saia mengalah dan tjoba install distro lain di flashdisk. Sebetulna, sudah berhasil install OpenSuse 11.1 ke FD, tp karna space yg dibutuhkan +/- 600MB an, sementara FD saia cuma 1 GB (brati space buwat nyimpan gambar idola JAV data, jadi gak ada) …akhirnya, saia memilih Slax yang telah pake desktop KDE 3.5.sekian. Seperti diketahui bersama, KDE adalah desktop di linux yang menawan. Walau saia pemuja GNOME, tapi selalu mengakui KDE is top class.

Jadilah, saia install distro mungil turunan Slackware ini. O iya, space yang dibutuhkan adalah 200 Mb-an di Flashdisk Anda. Walau ini termasuk ukuran bongsor dibanding Puppy (100MB-an), DSL (50MB,  distro mungil yg mungkin segera saia tjoba :P ), SliTaz (yg cuma 28 Mb tapi dah dapet macem2).

Jadi, beginilah ceritanya:

=> Format UFD (kalo belum, format dengan vfat atau format FAT32 yang biasa dipake di Windows™), rencana sih abis ini bakal nulis tentang mem-format Flashdisk di Linux  (insya Alloh, semoga secepatnya)….sementara itu kalo bingun, mari sejenak kita khianati Penguin dan formatlah menggunakan Windows™….hohoho… *PLAK*

=> Colokkan Flashdisk ke PC

=> Copy file slax-6.0.sekian.iso ke home direktori. Eh iya, file slax bisa di donlud di sini (saia sih pake yang dibonuskan Info Linux :P ).

=> mount loop ke direktori (baru) di /home juga, dengan spell perintah:

$ mkdir slax
$ sudo mount -o loop slax-6.0.7.iso slax/

Perintah di atas berarti : me-mount file slax-6.0.7.iso ke /home/slax

=> Copy semua file yang ada di direktori hasil mount tadi (/home/slax) ke FD:

$ sudo cp -rf slax/* /media/disk

catatan: /media/disk adalah penamaan standar. Kalo FD Anda sudah diganti namanya jadi “Jono” berarti disitu ditulis : /media/Jono

=> Pindah ke root, untuk menginstalasi lilo ke FD:
$ sudo su

# cd /media/disk/boot –> ingat kl nama FD-nya  “Jono” brati: /media/Jono/boot

#./liloinst.sh

Jawab aja pertanyaan-pertanyaan yang diajukan saat install lilo ini.

=> Selesai.

**Catatan:
Kalau di PC ada beberapa distro, install Slax (dan yang lain ke FD), sebaiknya installnya di distro yang GRUB-nya, jadi GRUB utama. Pengalaman, di PC saia ada OpenSuse 11.1 dan Ubuntu ME 8.04. GRUB Ubuntu-nya lah yang jadi Grub utama. Saia coba install Slax di OpenSuse yang Grub-nya ikut Ubuntu, tidak bisa diinstal lilo dan kernel panic saat di boot.***

Lanjut,
Setelah BIOS diseting boot pertamanya adalah UFD, dan FD tertantjap dengan baik dan benar, Slax bisa dinikmati.

Hanya saja,
Karena Slax adalah turunan Slackware yang merupakan distro lelaki sejati…khukhukhu… (padahal, saia pemuja Ubuntu), Slax tidak langsung muncul XWindow (tampilan desktop)-nya.

Disitu disuruh memasukkan :
username : root
password : toor

Semua informasi sudah dituliskan di atasnya sih…sapa tau ada yang kaget *nunjuk idung sendiri*

Setelah log-in, kalau langsung pengen menikmati XWindows-nya, ketik :
# startx

Demikian.

Sumber :

  1. Info Linux edisi 09/2008               (68%)
  2. Ngarang Pengalaman pribadi     (sisanya)

slax1

Categories: Linux Tag:, , ,
  1. April 9, 2009 pada 8:14 pm | #1

    slax itu nama grup musik?! *PLAK*

  2. April 9, 2009 pada 11:20 pm | #2

    @Quinie:*mengelus jidat Quinie yg ditepok sendiri*

    Eh, ya Quin…kl mo nyoba linux, bisa install linux di flashdisk kayak gini :)

    kirim aja FD ke saia, beserta ongkos kirim baliknya :P

  3. April 13, 2009 pada 4:06 am | #3

    sekarang flashdisk udah gak diisi data lagi ya. tapi juga OS.

    wuih-wuih

    nanti akan saya coba

  4. April 13, 2009 pada 9:13 am | #4

    @Kang Novi: kl ke Purwokerto lagi, kabar-i ya :)

  5. April 13, 2009 pada 10:49 pm | #5

    pengen nyoba inyong kiye.
    kapan kopdang maning..

  6. April 14, 2009 pada 8:43 am | #6

    @ KAng Endar: coba aja Kang, mangstab kok

  7. April 16, 2009 pada 11:00 pm | #7

    Wow … mantaps …

  8. April 17, 2009 pada 4:24 pm | #8

    @EWA: wah,kehormatan dikunjungi om EWA *menjura*

  9. Juli 10, 2009 pada 9:20 am | #9

    wah… pengin nih!…
    di awal dulu belajar linux, saya dulu pernah putus sama slax… tambah lama tambah sedikit suka, apalagi sekarang juga ada reactos… keren deh!

  10. Juli 10, 2009 pada 9:22 am | #10

    ops… putus asanya sama embahnya slax yaitu slackware, hehe…
    sementara ini di IFK,internet for kids, OS andalan yg dipasang di kompie2 jadul adalah DSL dan puppy. melihat ukurannya yang kecil, sepertinya slax ini bisa dijadikan pilihan, saya belum nyoba, apakah jalan lancar di mesin jadul kelas pentium 3

  11. Juli 10, 2009 pada 10:41 am | #11

    Slaxjane aku yo pingin..

  1. Mei 28, 2009 pada 1:49 am | #1
  2. September 11, 2009 pada 2:38 pm | #2

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 364 pengikut lainnya.